PMI Sulbar Laksanakan Pelatihan SIBAT di Desa Pangalloang
- account_circle PROINDONESIA
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar

MAMUJU – Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Sulbar melaksanakan Pelatihan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) 2026.
Acara pelatihan akan dilaksanakan di Desa Pangalloang, Topoyo, Mamuju Tengah, 17 – 20 Oktober 2026.
Adapun peserta sebanyak 30 orang dari berbagai unsur masyarakat, yakni Aparat Desa, Tokoh Masyarat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Tokoh Perempuan.
SIBAT adalah wadah relawan yang dibentuk oleh PMI untuk menggerakkan masyarakat dalam pengurangan risiko bencana dan kesiapsiagaan di tingkat desa atau kelurahan.
PMI Sulbar dan PMI Kabupaten Mamuju Tengah melaksanakan Pelatihan SIBAT yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam penanganan bencana.
Desa Pangalloang termasuk salah satu daerah yang rawan bencana. Desa Pangalloang sangat dekat dengan bantaran Sungai Budong-Budong sehingga rawan terhadap abrasi sungai maupun banjir.

Pelatihan SIBAT diharapkan mampu membekali peserta untuk mampu merespon lebih cepat kejadian atau bencana yang terjadi, sebelum personil PMI turun.
Pengurus PMI Sulbar Muh. Rahmat Sanusi mewakili Ketua PMI Sulbar dalam sambutannya menyampaikan, Tim SIBAT yang telah dilatih diharapkan mampu melakukan penanganan darurat bencana.
“Termasuk dalam melakukan koordinasi dengan PMI pada semua tingkatan. Seperti dalam menyampaikan peringatan dini masyarakat,” ujarnya.
Adapun materi SIBAT terdiri atas Kepalangmerahan, Pengantar tanggap darurat, Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat (KBBM), Bekerja dengan masyarakat, Pemetaan risiko bencana hingga Simulasi.
Tim SIBAT, lanjut Rahmat, juga diharapkan mampu melakukan koordinasi dan bekerja sama dengan mitra penanganan bencana seperti Badan Penanggulangan Bencana Deerah (BPBD), TNI Polri, Tagana dan lain-lainnya.
Rahmat juga menyampaikan peran dan fungsi utama SIBAT, yakni:
Penggerak Kesiapsiagaan: Membantu masyarakat mengenali potensi bencana di wilayahnya (seperti banjir, tanah longsor, atau gunung meletus) dan menyusun langkah mitigasi<span;>.<span;>
Respon Awal: Melakukan tindakan darurat dan pertolongan¹ pertama sebelum bantuan resmi dari luar tiba di lokasi bencana.
Edukasi dan Sosial: Mengajak warga aktif dalam kegiatan kesehatan, kebersihan, hingga adaptasi perubahan iklim.
Program MANTAB: Melalui Program MANTAB (Aman dan Tangguh Bencana) SIBAT menjadi ujung tombak ketangguhan komunitas lokal di berbagai daerah di Indonesia.
Sementara Nirwana Sari Aras, mewakili Ketua PMI Kabupaten Mamuju Tengah dalam sambutannya menegaskan supaya peserta serius dalam mengikuti Pelatihan SIBAT.
“Tim SIBAT juga diharapkan mampu memberikan edukasi tanggap darurat lebih awal apabila terjadi bencana,” ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mamuju Tengah ini.
Adapun Kepala Desa Pangalloang, Herman dalam sambutannya menyampaikan bahwa Desa Pangalloang sangat rawan banjir.
Untuk itu, Herman menyampaikan apresiasi atas dilaksanakannya Pelatihan SIBAT 2026 di Desa Pangalloang. (***)
- Penulis: PROINDONESIA

Saat ini belum ada komentar