Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NASIONAL » Kerja Bersama Mengatasi Ancaman Krisis Air

Kerja Bersama Mengatasi Ancaman Krisis Air

  • account_circle mbahdot
  • calendar_month Jum, 10 Mar 2023
  • visibility 117
  • comment 0 komentar

BMKG mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi dan membangun ketangguhan nasional demi mengantisipasi ancaman krisis air global.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 2021 memperingatkan kepada dunia atas ancaman krisis air global. Mengingat sebagian besar negara di dunia tidak siap menghadapi krisis air, seperti banjir dan juga kekeringan, yang diperkirakan akan memburuk seiring perubahan iklim.

Sementara itu, merujuk laporan World Meteorological Organization atau WMO, jumlah orang dengan akses yang tidak memadai ke air bersih, diperkirakan akan meningkat menjadi lebih dari 5 miliar pada 2050. Seretnya pasokan air dan ancaman kekeringan tentunya juga turut mendorong memburuknya ketahanan pangan global. Di satu sisi, kebutuhan akan pangan terus meningkat seiring dengan kian bertambahnya jumlah populasi dunia belakangan ini.

Untuk itu pulalah, di tengah krisis air global, Indonesia terpilih sebagai tuan rumah penyelenggara kegiatan World Water Forum (WWF) ke-10 pada 3–9 Juni 2024 mengangkat tema “Water for Shared Prosperity”. Tema tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan bagi banyak negara.

Selain memperkuat posisi Indonesia di bidang manajemen sumber daya air, WWF merupakan pertemuan internasional terbesar di bidang air yang membahas pengelolaan sumber daya air melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat.

“Forum ini inklusif melibatkan semua stakeholder komunitas air. Melalui WWF, kita ingin tekankan bahwa water is politics. Air ini bukan hanya urusan technical, tetapi juga politik. Bisa menjadi salah satu platform pengambil keputusan menempatkan air di prioritas yang utama,” ujar Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra S Atmawidjaja, dalam diskusi virtual bertema “Kelestarian Air, Kebutuhan Hidup Bersama” yang digelar Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9), di Jakarta, pada Senin (20/2/2023).

Forum yang diprakarsai oleh World Water Council (WWC) itu diselenggarakan setiap tiga tahun, dan telah berlangsung secara rutin sejak 1997. Melalui forum itu, Indonesia berkomitmen memperkuat kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mencapai target tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), yaitu terkait hak atas air bersih dan sanitasi.

Adapun kick off gelaran WWF 2024 sudah dilakukan di Jakarta pada 15-16 Februari 2023. Indonesia akan mendorong enam topik pembahasan dalam penyelenggaraan WWF. Dari hasil pembahasan tersebut diharapkan menjadi basis bagi kebijakan tata kelola air. Baik di tingkat nasional, maupun internasional bersama negara-negara anggota.

Seperti topik relasi antara manusia dan lingkungan. Tentang mendorong perilaku manusia tetap bersahabat dengan lingkungan, tidak merusak lingkungan, dan memperbanyak upaya konservasi di lahan-lahan kritis.

Jubir Kementerian PUPR mencontohkan, bencana banjir yang terjadi di wilayah sekitar daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo beberapa bulan lalu merupakan dampak dari relasi manusia dan alam yang tidak harmonis. Meningkatnya urbanisasi membuat lahan-lahan yang seharusnya merupakan daerah aliran sungai menjadi menyusut.

Menyangkut ketahanan suplai air bersih (water security), Indonesia ingin mendorong negara-negara anggota WWF untuk bersama-sama menjaga ketahanan air, ketahanan pangan, jaminan suplai air bersih yang cukup, serta menjaga sanitasi yang layak.

Selanjutnya, mengelola sumber daya air juga bagian dari mengurangi risiko bencana dan konflik antardaerah, negara hingga global. Untuk itu diperlukan kerja sama dalam mengelola hal ini.

Endra Atmawidjaja menyebut contoh Sungai Rhein yang terdapat di Eropa. Hulunya berasal dari pegunungan Alpen di wilayah Graubunden, Swiss. Aliran sungai tersebut membentang luas mulai dari Ceko hingga Jerman. Begitu pula sejumlah sungai besar yang melintasi Tiongkok sampai ke Vietnam. Kondisi serupa juga terjadi di benua Afrika.

Topik lainnya yang perlu dibahas di WWF adalah soal pembiayaan dalam mengelola air ini serta memaksimalkan iptek dan inovasi.

Membangun Infrastruktur

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi dan membangun ketangguhan nasional menjadi solusi dalam mengantisipasi ancaman krisis air global.

“Pentingnya ketangguhan nasional, karena kita sudah tidak bisa bergantung pada negara lain, negara lain juga mengalami kekeringan. Oleh karena itu kita harus memaksimalkan dan mengoptimalkan sumber daya air yang kita miliki dengan berbagai upaya, di antaranya dengan membangun bendungan, waduk, irigasi, dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk ketahanan iklim (climate resilience) secara nasional,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Menurut Kepala BMKG, ketahanan sumber daya air yang dibangun tersebut akan berdampak pada ketahanan pangan. Pasalnya, hampir merata di seluruh dunia dikhawatirkan akan mengalami krisis pangan. Setelah krisis air, selanjutnya krisis pangan yang diprediksi akan terjadi pada sekitar 2050-an.

Oleh karena itu, Kepala BMKG menyampaikan bahwa solusi dari permasalahan global yang bisa berdampak lokal tersebut haruslah berbasis teknologi (sains based), berbasis data, analisis, dan berbasis prediksi.

Dwikorita mencontohkan, seperti yang akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan, sebagaimana prakiraan BMKG bahwa pada Juni–September 2023, Indonesia akan memasuki musim kemarau.

Menyikapi hasil prediksi itu, BMKG telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan berbagai pihak terkait lainnya. Pihak PUPR sendiri telah merancang adanya sumur-sumur bor tambahan.

Kementerian PUPR juga siap menuntaskan konstruksi 25 bendungan pada tahun ini. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelestarian air bersih, sehingga bisa mengatasi ancaman krisis air bersih di dalam negeri maupun dunia.

Sebagai upaya menjaga kelestarian sumber daya air dan ketahanan pangan, sejak 2014, pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah menginisiasi pembangunan 61 bendungan hingga 2024. Dari jumlah tersebut, saat ini 36 bendungan sudah selesai dan 25 bendungan sisanya sedang dalam tahap konstruksi.

Pihak BMKG bersama KLHK juga telah menyiapkan penerapan teknologi modifikasi cuaca agar bisa menurunkan air hujan yang masih tersisa hingga Mei nanti ke dalam waduk-waduk, tandon-tandon, maupun penampungan air lainnya, serta membasahi lahan-lahan gambut maupun lahan kering lainnya yang berada di wilayah Indonesia. (***)

Penulis: Kristantyo Wisnubroto

  • Penulis: mbahdot

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peluang Perluasan Pasar Produk UMKM

    Peluang Perluasan Pasar Produk UMKM

    • calendar_month Jum, 7 Jul 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 123
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Ajang Karya Kreatif Jawa Barat-Pekan Kerajinan Jawa Barat (KKJ-PKJB) membuka peluang perluasan pasar pelaku UMKM di Jabar. Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil usai membuka KKJ-PKJB di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (7/7/2023). “Selain menjadi ajang display hasil produk unggulan Jawa Barat, ini juga […]

  • Visioner SMSI: KH. Ma’ruf Amin Perkuat Arah Moral Media Siber Indonesia

    Visioner SMSI: KH. Ma’ruf Amin Perkuat Arah Moral Media Siber Indonesia

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 152
    • 0Komentar

    JAKARTA — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) kembali menunjukkan langkah visionernya dalam memperkuat ekosistem media siber nasional. Melalui dukungan moral dari KH. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13, SMSI menegaskan komitmennya untuk membangun media digital yang profesional, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan. Dalam pertemuan silaturahmi Pengurus Pusat SMSI dengan KH. Ma’ruf Amin di kediaman […]

  • Ridwan Kamil Resmikan Penataan Kalimalang Bekasi, Proyek dilaksanakan dalam empat tahap

    Ridwan Kamil Resmikan Penataan Kalimalang Bekasi, Proyek dilaksanakan dalam empat tahap

    • calendar_month Rab, 20 Apr 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 258
    • 0Komentar

    KOTA BEKASI — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan penataan kawasan Sungai Kalimalang, Kota Bekasi, Rabu (20/4/2022). Kini tak hanya sekadar dilirik saat melintas, sisi utara dan selatan Kalimalang sudah dapat dinikmati warga menjadi ruang interaksi sosial, bahkan bisa menjadi destinasi wisata baru. “Yang dulu Kalimalang hanya sekadar dilirik sambil lewat sekarang bisa dinikmati, khususnya […]

  • Ridwan Kamil: Zakat Bantu Entas Kemiskinan Ekstrem, Ditargetkan di Jabar terhimpun Rp 1,6 triliun

    Ridwan Kamil: Zakat Bantu Entas Kemiskinan Ekstrem, Ditargetkan di Jabar terhimpun Rp 1,6 triliun

    • calendar_month Sel, 12 Apr 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 262
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengemukakan, pembayaran zakat pada bulan Ramadan bertujuan untuk menyucikan diri demi membersihkan sebagian harta yang kotor. Demikian dikatakan Ridwan Kamil setelah menunaikan pembayaran zakat mal melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (12/4/2022). Dalam acara tersebut, Ridwan Kamil menandatangani prasasti […]

  • Menjaga Harga Beras Tetap Stabil

    Menjaga Harga Beras Tetap Stabil

    • calendar_month Jum, 10 Mar 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Gejolak harga beras telah melandai. Harga baru yang terbentuk sekitar 10 persen (atau lebih) di atas harga setahun lalu. Pemerintah tetap menjaga agar petani mendapat profit yang memadai. Sejak pekan terakhir Februari 2023, gejojak beras mulai mereda. Sepanjang dua pekan terakhir, menurut layar dasbor di laman Pusat  Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) keluaran Bank […]

  • Pemprov Sulbar Pastikan Stok Aman Lewat Gerakan Pangan Murah Nataru

    Pemprov Sulbar Pastikan Stok Aman Lewat Gerakan Pangan Murah Nataru

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 139
    • 0Komentar

    MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan terjangkau bagi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis 27 November 2025 di Lapangan Ahmad Kirang, Kabupaten Mamuju. GPM kali ini berlangsung melalui kolaborasi bersama Bulog Kantor Cabang Mamuju, Dinas Tanaman […]

expand_less