Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NASIONAL » Kerja Bersama Mengatasi Ancaman Krisis Air

Kerja Bersama Mengatasi Ancaman Krisis Air

  • account_circle mbahdot
  • calendar_month Jum, 10 Mar 2023
  • visibility 134
  • comment 0 komentar

BMKG mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi dan membangun ketangguhan nasional demi mengantisipasi ancaman krisis air global.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 2021 memperingatkan kepada dunia atas ancaman krisis air global. Mengingat sebagian besar negara di dunia tidak siap menghadapi krisis air, seperti banjir dan juga kekeringan, yang diperkirakan akan memburuk seiring perubahan iklim.

Sementara itu, merujuk laporan World Meteorological Organization atau WMO, jumlah orang dengan akses yang tidak memadai ke air bersih, diperkirakan akan meningkat menjadi lebih dari 5 miliar pada 2050. Seretnya pasokan air dan ancaman kekeringan tentunya juga turut mendorong memburuknya ketahanan pangan global. Di satu sisi, kebutuhan akan pangan terus meningkat seiring dengan kian bertambahnya jumlah populasi dunia belakangan ini.

Untuk itu pulalah, di tengah krisis air global, Indonesia terpilih sebagai tuan rumah penyelenggara kegiatan World Water Forum (WWF) ke-10 pada 3–9 Juni 2024 mengangkat tema “Water for Shared Prosperity”. Tema tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan bagi banyak negara.

Selain memperkuat posisi Indonesia di bidang manajemen sumber daya air, WWF merupakan pertemuan internasional terbesar di bidang air yang membahas pengelolaan sumber daya air melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat.

“Forum ini inklusif melibatkan semua stakeholder komunitas air. Melalui WWF, kita ingin tekankan bahwa water is politics. Air ini bukan hanya urusan technical, tetapi juga politik. Bisa menjadi salah satu platform pengambil keputusan menempatkan air di prioritas yang utama,” ujar Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra S Atmawidjaja, dalam diskusi virtual bertema “Kelestarian Air, Kebutuhan Hidup Bersama” yang digelar Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9), di Jakarta, pada Senin (20/2/2023).

Forum yang diprakarsai oleh World Water Council (WWC) itu diselenggarakan setiap tiga tahun, dan telah berlangsung secara rutin sejak 1997. Melalui forum itu, Indonesia berkomitmen memperkuat kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mencapai target tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), yaitu terkait hak atas air bersih dan sanitasi.

Adapun kick off gelaran WWF 2024 sudah dilakukan di Jakarta pada 15-16 Februari 2023. Indonesia akan mendorong enam topik pembahasan dalam penyelenggaraan WWF. Dari hasil pembahasan tersebut diharapkan menjadi basis bagi kebijakan tata kelola air. Baik di tingkat nasional, maupun internasional bersama negara-negara anggota.

Seperti topik relasi antara manusia dan lingkungan. Tentang mendorong perilaku manusia tetap bersahabat dengan lingkungan, tidak merusak lingkungan, dan memperbanyak upaya konservasi di lahan-lahan kritis.

Jubir Kementerian PUPR mencontohkan, bencana banjir yang terjadi di wilayah sekitar daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo beberapa bulan lalu merupakan dampak dari relasi manusia dan alam yang tidak harmonis. Meningkatnya urbanisasi membuat lahan-lahan yang seharusnya merupakan daerah aliran sungai menjadi menyusut.

Menyangkut ketahanan suplai air bersih (water security), Indonesia ingin mendorong negara-negara anggota WWF untuk bersama-sama menjaga ketahanan air, ketahanan pangan, jaminan suplai air bersih yang cukup, serta menjaga sanitasi yang layak.

Selanjutnya, mengelola sumber daya air juga bagian dari mengurangi risiko bencana dan konflik antardaerah, negara hingga global. Untuk itu diperlukan kerja sama dalam mengelola hal ini.

Endra Atmawidjaja menyebut contoh Sungai Rhein yang terdapat di Eropa. Hulunya berasal dari pegunungan Alpen di wilayah Graubunden, Swiss. Aliran sungai tersebut membentang luas mulai dari Ceko hingga Jerman. Begitu pula sejumlah sungai besar yang melintasi Tiongkok sampai ke Vietnam. Kondisi serupa juga terjadi di benua Afrika.

Topik lainnya yang perlu dibahas di WWF adalah soal pembiayaan dalam mengelola air ini serta memaksimalkan iptek dan inovasi.

Membangun Infrastruktur

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi dan membangun ketangguhan nasional menjadi solusi dalam mengantisipasi ancaman krisis air global.

“Pentingnya ketangguhan nasional, karena kita sudah tidak bisa bergantung pada negara lain, negara lain juga mengalami kekeringan. Oleh karena itu kita harus memaksimalkan dan mengoptimalkan sumber daya air yang kita miliki dengan berbagai upaya, di antaranya dengan membangun bendungan, waduk, irigasi, dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk ketahanan iklim (climate resilience) secara nasional,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Menurut Kepala BMKG, ketahanan sumber daya air yang dibangun tersebut akan berdampak pada ketahanan pangan. Pasalnya, hampir merata di seluruh dunia dikhawatirkan akan mengalami krisis pangan. Setelah krisis air, selanjutnya krisis pangan yang diprediksi akan terjadi pada sekitar 2050-an.

Oleh karena itu, Kepala BMKG menyampaikan bahwa solusi dari permasalahan global yang bisa berdampak lokal tersebut haruslah berbasis teknologi (sains based), berbasis data, analisis, dan berbasis prediksi.

Dwikorita mencontohkan, seperti yang akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan, sebagaimana prakiraan BMKG bahwa pada Juni–September 2023, Indonesia akan memasuki musim kemarau.

Menyikapi hasil prediksi itu, BMKG telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan berbagai pihak terkait lainnya. Pihak PUPR sendiri telah merancang adanya sumur-sumur bor tambahan.

Kementerian PUPR juga siap menuntaskan konstruksi 25 bendungan pada tahun ini. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelestarian air bersih, sehingga bisa mengatasi ancaman krisis air bersih di dalam negeri maupun dunia.

Sebagai upaya menjaga kelestarian sumber daya air dan ketahanan pangan, sejak 2014, pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah menginisiasi pembangunan 61 bendungan hingga 2024. Dari jumlah tersebut, saat ini 36 bendungan sudah selesai dan 25 bendungan sisanya sedang dalam tahap konstruksi.

Pihak BMKG bersama KLHK juga telah menyiapkan penerapan teknologi modifikasi cuaca agar bisa menurunkan air hujan yang masih tersisa hingga Mei nanti ke dalam waduk-waduk, tandon-tandon, maupun penampungan air lainnya, serta membasahi lahan-lahan gambut maupun lahan kering lainnya yang berada di wilayah Indonesia. (***)

Penulis: Kristantyo Wisnubroto

  • Penulis: mbahdot

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ridwan Kamil Beri Penghargaan Bagi 27 Pahlawan Perempuan di Jabar

    Ridwan Kamil Beri Penghargaan Bagi 27 Pahlawan Perempuan di Jabar

    • calendar_month Kam, 21 Apr 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 314
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Momentum peringatan Hari Kartini Tahun 2022, Pemda Provinsi Jawa Barat memberikan penghargaan kepada 27 pahlawan perempuan yang berasal dari seluruh daerah di Jabar. Penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Aula Barat, Gedung Sate, Kamis (21/4/2022) dalam acara Peringatan Hari Kartini Tingkat Provinsi Jabar. “Saya mengucapkan selamat […]

  • Ridwan Kamil ke Kapolda Jabar Baru: Gaspol!

    Ridwan Kamil ke Kapolda Jabar Baru: Gaspol!

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 126
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Gubernur Ridwan Kamil mengajak Kapolda Jabar yang baru menjabat Irjen Pol Akhmad Wiyagus untuk gaspol menjaga kondusivitas Jabar. Menurutnya, adaptasi tak begitu dibutuhkan sebab Wiyagus sebelumnya cukup lama menjabat sebagai Wakapolda Jabar pada 2019. “Kita menyambut kedatangan kembali Pak Wiyagus, saya kira tidak perlu beradaptasi kita langsung gaspol,” ujar Gubernur saat memberikan […]

  • Sekwan DPRD Sulbar Apresiasi Tabligh Akbar Mandarpreneur Syariah

    Sekwan DPRD Sulbar Apresiasi Tabligh Akbar Mandarpreneur Syariah

    • calendar_month Ming, 28 Jun 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 69
    • 0Komentar

    MAMUJU – Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Arianto, menghadiri Tabligh Akbar Mandarpreneur Syariah (Madrasah) 2026 yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat bekerja sama dengan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sulbar di Masjid Suada, Mamuju, Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Akselerasi Ekonomi Syariah Sulawesi Barat melalui Halal […]

  • Pemda Provinsi Jabar Ikut Sukseskan Vaksinasi Massal Hari Penyiaran Nasional

    Pemda Provinsi Jabar Ikut Sukseskan Vaksinasi Massal Hari Penyiaran Nasional

    • calendar_month Sen, 28 Mar 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 292
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Pemda Provinsi Jawa Barat turut menyukseskan kegiatan Vaksinasi Massal dalam rangka peringatan Hari Penyiaran Nasional ke-89 di Kantor BPBD Jabar, Kota Bandung.   Kegiatan yang digelar oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat bersama KPID Jabar, BPBD Jabar, dan HIPMI Jabar pada 26-27 Maret 2022 itu mampu menarik animo masyarakat. Dalam kurun tersebut, […]

  • FKPT Sulbar–Kesbangpol Sulbar Perkuat Kerjasama Program Peningkatan Kewaspadaan Nasional

    FKPT Sulbar–Kesbangpol Sulbar Perkuat Kerjasama Program Peningkatan Kewaspadaan Nasional

    • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 148
    • 0Komentar

    MAMUJU – Pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Barat melakukan ausiensi dengan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulbar Darwis Damir. Bertempat di Kantor Kesbangpol Sulbar, Kamis, 5 Februari 2026. Dalam adiensi tersebut, Ketua FPKP Sulbar Muhammad Sahlan didampingi sejumlah pengurus dan tim satuan tugas FKPT Sulbar. Sahlan menegaskan eksistensi fungsi dan […]

  • Buka Usaha di IKN Dapat Insentif Pajak, Ini Ketentuannya

    Buka Usaha di IKN Dapat Insentif Pajak, Ini Ketentuannya

    • calendar_month Rab, 5 Apr 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Menjadi prioritas dan bernilai strategis bagi perekonomian nasional, pemerintah terbitkan kebijakan khusus untuk IKN. Pemerintah terus mempercepat Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terletak di Kalimantan Timur (Kaltim). Segenap daya dikerahkan agar kota masa depan Indonesia bisa diresmikan tepat waktu sesuai dengan yang direncanakan, yakni pada Agustus 2024. Dari sisi pembiayaan pembangunan IKN, tentunya tidak […]

expand_less