Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI » Indonesia Mewujudkan Asa Swasembada Pangan

Indonesia Mewujudkan Asa Swasembada Pangan

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Kam, 19 Des 2024
  • visibility 418
  • comment 0 komentar
JAKARTA – Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi lumbung pangan dunia, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi petani, masyarakat, dan ekosistem.

Pemerintah Indonesia menargetkan swasembada pangan terwujud dalam waktu 4–5 tahun mendatang, dengan visi ambisius menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Presiden Prabowo Subianto pun berkomitmen untuk mencapai target ini melalui serangkaian kebijakan strategis yang mencakup pengembangan food estate, peningkatan infrastruktur pertanian, dan modernisasi sektor agribisnis.

Untuk mendukung program swasembada pangan, pemerintah merancang sejumlah langkah strategis, antara lain, pertama, pengembangan food estate  yang berfokus pada tanaman padi, jagung, singkong, kedelai, dan tebu dengan target penambahan luas panen hingga 4 juta hektare pada 2029.

Kedua, penyediaan input pertanian. Pemerintah berjanji memberi akses langsung kepada petani untuk mendapatkan pupuk, benih unggul, dan pestisida. Ketiga, modernisasi pertanian yang mencakup percepatan pembangunan infrastruktur pertanian, pemanfaatan teknologi pangan terpadu, mekanisasi, dan inovasi digital. Mekanisme ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani.

Keempat, pembangunan infrastruktur dasar berupa percepatan pembangunan irigasi, jalan desa, jaringan listrik, dan internet di daerah pedesaan, serta fasilitas perbaikan alat pertanian di tingkat kecamatan. Dan yang kelima, berupa mendirikan lembaga pembiayaan usaha taniyang bertujuan memberikan kemudahan bagi petani agar dapat mengakses modal usaha yang lebih mudah.

Langkah-langkah ini juga didukung oleh kebijakan percepatan distribusi pupuk subsidi. Sebagai informasi, ketika Pemerintahan Prabowo berusia 25 hari pertama,  pemerintahan baru itu telah melakukan regulasi distribusi dipangkas untuk memastikan petani bisa mendapatkan pupuk subsidi dengan cepat, terutama pada awal 2025.

Pelajaran dari Masa Lalu

Ambisi swasembada pangan bukanlah hal baru. Pemerintah sebelumnya telah mencoba mengimplementasikan kebijakan serupa, termasuk program food estate. Sayangnya, banyak dari program ini menemui kegagalan karena beberapa alasan utama:

  • Ketidaksesuaian dengan kondisi sosial budaya: Program yang dirancang tanpa mempertimbangkan karakteristik sosial dan budaya lokal sering kali tidak diterima oleh masyarakat setempat.
  • Pengelolaan lahan yang tidak tepat: Banyak food estate dibangun di lahan yang tidak cocok untuk pertanian intensif, menyebabkan kerusakan lingkungan dan konflik sosial.
  • Minimnya partisipasi masyarakat lokal: Keterlibatan masyarakat lokal dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan sering kali diabaikan.

Dampaknya, alih-alih meningkatkan ketahanan pangan, program-program ini justru menyebabkan degradasi lingkungan, kemiskinan, dan konflik sosial. Dalam konteks mencapai tujuan swasembada pangan, pemerintah tentu harus melakukan  pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan diperlukan.

Berikut enam kriteria utama yang perlu diperhatikan, pertama, mengintegrasikan aspek produksi di on-farm dan off-farm untuk menciptakan sistem agribisnis yang saling mendukung. Kedua, program harus memberikan keuntungan ekonomi bagi petani agar kesejahteraan mereka meningkat. Ketiga, memperhatikan keberlanjutan ekologi. Keempat, memastikan semua program mendukung konservasi sumber daya alam dan kesehatan ekosistem.

Kelima, aspek penerimaan sosial, di mana program yang diinisiasi pemerintah harus menghormati hak-hak petani. Dan, keenam, melibatkan mereka secara aktif dalam pengambilan keputusan.

Tidak itu saja, pendekatan selaras dengan memperhatikan nilai budaya setempat juga harus menjadi perhatian dengan memperhatikan norma dan nilai budaya setempat, dan terakhir perlu adanya insentif bagi petani berupa perlindungan seperti asuransi pertanian untuk melindungi petani dari ketidakpastian pasar.

Mengatasi Tantangan 

Meski berbagai langkah telah dirancang, sejumlah tantangan tetap harus diatasi, antara lain masalah alih fungsi lahan. Seagai informasi, setiap tahun, ada sekitar 100.000-110.000 hektare lahan pertanian beralih fungsi, baik karena pembangunan maupun faktor lainnya.

Selain itu, masalahnya kebanyakan petani saat ini berusia lansia: Data Sensus Pertanian BPS 2023 menunjukkan mayoritas petani Indonesia berusia 55 tahun ke atas, dengan adaptasi teknologi yang rendah.

Tidak itu saja, persoalan irigasi juga menjadi kendala. Ketersediaan air yang tidak merata di berbagai daerah menjadi kendala utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian selain dampak perubahan iklim yang tidak menentu menyebabkan penurunan hasil produksi.

Program swasembada pangan harus lebih dari sekadar meningkatkan produksi. Produktivitas, kesejahteraan petani lokal, dan kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama.

Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berbasis bukti, program ini diharapkan tidak hanya mencapai swasembada pangan tetapi juga menciptakan sistem pangan berkelanjutan yang mendukung kedaulatan pangan nasional.

Dengan memenuhi kriteria keberlanjutan dan mengatasi tantangan yang ada, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi lumbung pangan dunia, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi petani, masyarakat, dan ekosistem. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perusahaan Pers Startup Siap-siap Gigit Jari dengan Terbitnya Perpres Keberlanjutan Media

    Perusahaan Pers Startup Siap-siap Gigit Jari dengan Terbitnya Perpres Keberlanjutan Media

    • calendar_month Jum, 24 Feb 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Perusahaan Pers Startup Siap-siap Gigit Jari dengan Terbitnya Perpres Keberlanjutan Media Oleh: Sihono HT (Ketua SMSI DIY, Founder Media Startup Wiradesa.co) Presiden Republik Indonesia (RI) berencana menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Keberlanjutan Media. Kini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Dewan Pers sedang berpacu, adu cepat, mengusulkan draft rencana perpres tersebut. Ada dua usulan draft […]

  • Kader Muhammadiyah Harus Selalu Mengemban Misi Dakwah dan Tabligh

    Kader Muhammadiyah Harus Selalu Mengemban Misi Dakwah dan Tabligh

    • calendar_month Jum, 18 Apr 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 199
    • 0Komentar

    MAMUJU – Dewan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat bekerjasama Universitas Muhammadiyah Mamuju melaksanakan Syawalan 1446 Hijeriah. Acara yang dilaksanakan di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju), Kamis 17 April 2025, mengangkat tema “Kuatkan Silaturrahmi, Teguhkan Keikhlasan, Bangun Sinergi Menuju Sulbar Maju dan Sejahtera”. Rektor Unimaju Dr. H. Muh. Tahir, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan acara Syalawan […]

  • Suhardi Duka Dorong Profesionalisme ASN: Loyal dan Hindari Korupsi

    Suhardi Duka Dorong Profesionalisme ASN: Loyal dan Hindari Korupsi

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 152
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) secara resmi membuka perlombaan dalam rangka memperingati HUT RI ke-80 yang diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulbar serta sejumlah instansi lainnya di luar pemerintahan provinsi, Jumat 8 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyuarakan semangat kemerdekaan serta pembenahan budaya kerja di lingkungan […]

  • Serangan Israel ke Suriah Langgar Hukum Internasional

    Serangan Israel ke Suriah Langgar Hukum Internasional

    • calendar_month Jum, 13 Des 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 125
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, mengecam keras serangan Israel ke Suriah, khususnya terhadap zona penyangga di Dataran Tinggi Golan. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional dan penghinaan terhadap kedaulatan negara. “Tindakan Israel ini jelas ilegal, melanggar hukum internasional. Setiap negara harus menghormati kedaulatan wilayah negara lain,” ujar Sukamta dalam keterangan […]

  • Penyaluran Bantuan Kapolda Sulbar, Kapolres Majene Sambangi Ponpes dan LKSA

    Penyaluran Bantuan Kapolda Sulbar, Kapolres Majene Sambangi Ponpes dan LKSA

    • calendar_month Jum, 20 Jan 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 122
    • 0Komentar

      MAJENE – Kepolisian Resor (Polres) Majene terus berupaya dan berinovasi melancarkan aksi-aksi sosial untuk meringankan beban masyarakat melalui program Peduli Sesama, Aksi sosial ini, datang dari Kapolda Sulbar berupa bantuan sembako yang disalurkan Kapolres Majene AKBP Toni Sugadri dengan menyambangi Pondok Pesantren (Ponpes) dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Majene. Kapolres Majene AKBP […]

  • Pemprov Sulbar Matangkan Kebutuhan Jembatan di Wilayah Terpencil

    Pemprov Sulbar Matangkan Kebutuhan Jembatan di Wilayah Terpencil

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 129
    • 0Komentar

    MAMUJU – Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Sulawesi Barat, Darwis Damir, mendampingi Sekretaris Provinsi, Junda Maulana, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Usulan Jembatan Penyeberangan ke Unit Pendidikan yang digelar secara hybrid, Selasa, 2 Desember 2025. Rakor tersebut diikuti perangkat daerah lingkup Pemprov Sulbar, termasuk Bapperida, Dinas PUPR, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dari […]

expand_less