Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI » Indonesia Mewujudkan Asa Swasembada Pangan

Indonesia Mewujudkan Asa Swasembada Pangan

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Kam, 19 Des 2024
  • visibility 254
  • comment 0 komentar
JAKARTA – Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi lumbung pangan dunia, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi petani, masyarakat, dan ekosistem.

Pemerintah Indonesia menargetkan swasembada pangan terwujud dalam waktu 4–5 tahun mendatang, dengan visi ambisius menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Presiden Prabowo Subianto pun berkomitmen untuk mencapai target ini melalui serangkaian kebijakan strategis yang mencakup pengembangan food estate, peningkatan infrastruktur pertanian, dan modernisasi sektor agribisnis.

Untuk mendukung program swasembada pangan, pemerintah merancang sejumlah langkah strategis, antara lain, pertama, pengembangan food estate  yang berfokus pada tanaman padi, jagung, singkong, kedelai, dan tebu dengan target penambahan luas panen hingga 4 juta hektare pada 2029.

Kedua, penyediaan input pertanian. Pemerintah berjanji memberi akses langsung kepada petani untuk mendapatkan pupuk, benih unggul, dan pestisida. Ketiga, modernisasi pertanian yang mencakup percepatan pembangunan infrastruktur pertanian, pemanfaatan teknologi pangan terpadu, mekanisasi, dan inovasi digital. Mekanisme ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani.

Keempat, pembangunan infrastruktur dasar berupa percepatan pembangunan irigasi, jalan desa, jaringan listrik, dan internet di daerah pedesaan, serta fasilitas perbaikan alat pertanian di tingkat kecamatan. Dan yang kelima, berupa mendirikan lembaga pembiayaan usaha taniyang bertujuan memberikan kemudahan bagi petani agar dapat mengakses modal usaha yang lebih mudah.

Langkah-langkah ini juga didukung oleh kebijakan percepatan distribusi pupuk subsidi. Sebagai informasi, ketika Pemerintahan Prabowo berusia 25 hari pertama,  pemerintahan baru itu telah melakukan regulasi distribusi dipangkas untuk memastikan petani bisa mendapatkan pupuk subsidi dengan cepat, terutama pada awal 2025.

Pelajaran dari Masa Lalu

Ambisi swasembada pangan bukanlah hal baru. Pemerintah sebelumnya telah mencoba mengimplementasikan kebijakan serupa, termasuk program food estate. Sayangnya, banyak dari program ini menemui kegagalan karena beberapa alasan utama:

  • Ketidaksesuaian dengan kondisi sosial budaya: Program yang dirancang tanpa mempertimbangkan karakteristik sosial dan budaya lokal sering kali tidak diterima oleh masyarakat setempat.
  • Pengelolaan lahan yang tidak tepat: Banyak food estate dibangun di lahan yang tidak cocok untuk pertanian intensif, menyebabkan kerusakan lingkungan dan konflik sosial.
  • Minimnya partisipasi masyarakat lokal: Keterlibatan masyarakat lokal dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan sering kali diabaikan.

Dampaknya, alih-alih meningkatkan ketahanan pangan, program-program ini justru menyebabkan degradasi lingkungan, kemiskinan, dan konflik sosial. Dalam konteks mencapai tujuan swasembada pangan, pemerintah tentu harus melakukan  pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan diperlukan.

Berikut enam kriteria utama yang perlu diperhatikan, pertama, mengintegrasikan aspek produksi di on-farm dan off-farm untuk menciptakan sistem agribisnis yang saling mendukung. Kedua, program harus memberikan keuntungan ekonomi bagi petani agar kesejahteraan mereka meningkat. Ketiga, memperhatikan keberlanjutan ekologi. Keempat, memastikan semua program mendukung konservasi sumber daya alam dan kesehatan ekosistem.

Kelima, aspek penerimaan sosial, di mana program yang diinisiasi pemerintah harus menghormati hak-hak petani. Dan, keenam, melibatkan mereka secara aktif dalam pengambilan keputusan.

Tidak itu saja, pendekatan selaras dengan memperhatikan nilai budaya setempat juga harus menjadi perhatian dengan memperhatikan norma dan nilai budaya setempat, dan terakhir perlu adanya insentif bagi petani berupa perlindungan seperti asuransi pertanian untuk melindungi petani dari ketidakpastian pasar.

Mengatasi Tantangan 

Meski berbagai langkah telah dirancang, sejumlah tantangan tetap harus diatasi, antara lain masalah alih fungsi lahan. Seagai informasi, setiap tahun, ada sekitar 100.000-110.000 hektare lahan pertanian beralih fungsi, baik karena pembangunan maupun faktor lainnya.

Selain itu, masalahnya kebanyakan petani saat ini berusia lansia: Data Sensus Pertanian BPS 2023 menunjukkan mayoritas petani Indonesia berusia 55 tahun ke atas, dengan adaptasi teknologi yang rendah.

Tidak itu saja, persoalan irigasi juga menjadi kendala. Ketersediaan air yang tidak merata di berbagai daerah menjadi kendala utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian selain dampak perubahan iklim yang tidak menentu menyebabkan penurunan hasil produksi.

Program swasembada pangan harus lebih dari sekadar meningkatkan produksi. Produktivitas, kesejahteraan petani lokal, dan kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama.

Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berbasis bukti, program ini diharapkan tidak hanya mencapai swasembada pangan tetapi juga menciptakan sistem pangan berkelanjutan yang mendukung kedaulatan pangan nasional.

Dengan memenuhi kriteria keberlanjutan dan mengatasi tantangan yang ada, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi lumbung pangan dunia, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi petani, masyarakat, dan ekosistem. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiba di Mamuju, SDK Mengaku Disambut Hangat Masyarakat dan Forkopimda

    Tiba di Mamuju, SDK Mengaku Disambut Hangat Masyarakat dan Forkopimda

    • calendar_month Ming, 2 Mar 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 158
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) tiba di ibu kota provinsi, Mamuju, sekira pukul 08.30 Wita, Sabtu, 1 Maret 2025 seusai mengikuti retreat di Magelang, Jawa Tengah. Setiba di Mamuju, Suhardi langsung menuju Rujab Bupati Mamuju (Sapota) bersama Bupati Mamuju Sutinah Suhardi dan Wabup Mamuju Yuki Permana. Terlihat, sejumlah forkopimda, pimpinan instansi vertikal, pimpinan […]

  • Muhammad Rivai Menegaskan Pentingnya  Manajemen Kelemahan Manusia

    Muhammad Rivai Menegaskan Pentingnya  Manajemen Kelemahan Manusia

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 38
    • 0Komentar

    MAMUJU –  Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju) melaksanakan Pengajian Rutin Bulanan. Bertempat di Aula Kampus II, Sabtu 16 Mei 2026. Pengajian diikuti oleh Pengurus Badan Pembina Harian Unimaju, Dosen, Tendik, Pengurus Muhammadiyah, dan Organisasi Otonom. Pemateri Ustadz Muhammad Rivai, S.Pd.I., M.Pd.I. (Ketua LPP-AIK Unimaju) membawakan materi dengan tema “Mengenal Keistimewaan Bulan Dzulhijjah dalam meraih Rahmatan Lilalamin”. […]

  • Bandara Komodo, Pintu Udara Terbaik Labuan Bajo

    Bandara Komodo, Pintu Udara Terbaik Labuan Bajo

    • calendar_month Ming, 7 Mei 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 157
    • 0Komentar

    LABUAN BAJO – Bandara berkode LBJ yang diserahkan pengelolaannya kepada swasta telah memasang alat keamanan utama berupa detektor pelacak bahan peledak. Kendati masih dalam masa pandemi, pemerintah tetap menggenjot perbaikan infrastruktur di Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, supaya semakin berkembang dan perekonomian masyarakatnya meningkat. Salah satunya adalah memperluas Bandar Udara […]

  • Kukuhkan 508 Mahasiswa Baru, Rektor Unimaju Sampaikan Pilar Catur Dharma

    Kukuhkan 508 Mahasiswa Baru, Rektor Unimaju Sampaikan Pilar Catur Dharma

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 168
    • 0Komentar

    MAMUJU – Rektor Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju) Dr. H. Muhammad Tahir, M.Si. mengukuhkan total 508 mahasiswa baru. Acara pengukuhan dilaksanakan di Aula Masjid Fastabiqul Khaerat Mamuju yang dibuka Ketua Senat Unimaju Dr. Muhammad Aqil, M.M. pada Sidang Senat Terbuka Unimaju, Kamis 18 September 2025. Sesuai lapoan Ketua Panitia Ust. Muhammad Rivai, S.Pd., M.Pd. mahasiswa baru […]

  • Beleid Baru Pemanfaatan Teknologi Penangkap Karbon

    Beleid Baru Pemanfaatan Teknologi Penangkap Karbon

    • calendar_month Jum, 7 Apr 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Pemerintah Indonesia menerbitkan aturan pemanfaatan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon pada kegiatan hulu migas. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM nomor 2 tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Penangkapan dan Penyimpanan Karbon, serta Penangkapan, Pemanfaatan, dan Penyimpanan Karbon pada Kegiatan Usaha Hulu Migas. Beleid yang diteken pada 2 Maret […]

  • Salim Mengga Audiensi dengan Dirjen Bea dan Cukai, Bahas Pembentukan Kantor Baru di Sulbar

    Salim Mengga Audiensi dengan Dirjen Bea dan Cukai, Bahas Pembentukan Kantor Baru di Sulbar

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 125
    • 0Komentar

    JAKARTA – Dalam upaya memperkuat infrastruktur pelayanan ekonomi dan mempercepat arus perdagangan daerah, Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S Mengga, melakukan kunjungan kerja dan audiensi dengan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI, di Jakarta, Rabu 15 Oktober 2025. Pertemuan pasangan Gubernur Sulbar Suhardi Duka tersebut membahas tindak lanjut rencana pembentukan Kantor Bea dan […]

expand_less