Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI » Indonesia Mewujudkan Asa Swasembada Pangan

Indonesia Mewujudkan Asa Swasembada Pangan

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Kam, 19 Des 2024
  • visibility 440
  • comment 0 komentar
JAKARTA – Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi lumbung pangan dunia, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi petani, masyarakat, dan ekosistem.

Pemerintah Indonesia menargetkan swasembada pangan terwujud dalam waktu 4–5 tahun mendatang, dengan visi ambisius menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Presiden Prabowo Subianto pun berkomitmen untuk mencapai target ini melalui serangkaian kebijakan strategis yang mencakup pengembangan food estate, peningkatan infrastruktur pertanian, dan modernisasi sektor agribisnis.

Untuk mendukung program swasembada pangan, pemerintah merancang sejumlah langkah strategis, antara lain, pertama, pengembangan food estate  yang berfokus pada tanaman padi, jagung, singkong, kedelai, dan tebu dengan target penambahan luas panen hingga 4 juta hektare pada 2029.

Kedua, penyediaan input pertanian. Pemerintah berjanji memberi akses langsung kepada petani untuk mendapatkan pupuk, benih unggul, dan pestisida. Ketiga, modernisasi pertanian yang mencakup percepatan pembangunan infrastruktur pertanian, pemanfaatan teknologi pangan terpadu, mekanisasi, dan inovasi digital. Mekanisme ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani.

Keempat, pembangunan infrastruktur dasar berupa percepatan pembangunan irigasi, jalan desa, jaringan listrik, dan internet di daerah pedesaan, serta fasilitas perbaikan alat pertanian di tingkat kecamatan. Dan yang kelima, berupa mendirikan lembaga pembiayaan usaha taniyang bertujuan memberikan kemudahan bagi petani agar dapat mengakses modal usaha yang lebih mudah.

Langkah-langkah ini juga didukung oleh kebijakan percepatan distribusi pupuk subsidi. Sebagai informasi, ketika Pemerintahan Prabowo berusia 25 hari pertama,  pemerintahan baru itu telah melakukan regulasi distribusi dipangkas untuk memastikan petani bisa mendapatkan pupuk subsidi dengan cepat, terutama pada awal 2025.

Pelajaran dari Masa Lalu

Ambisi swasembada pangan bukanlah hal baru. Pemerintah sebelumnya telah mencoba mengimplementasikan kebijakan serupa, termasuk program food estate. Sayangnya, banyak dari program ini menemui kegagalan karena beberapa alasan utama:

  • Ketidaksesuaian dengan kondisi sosial budaya: Program yang dirancang tanpa mempertimbangkan karakteristik sosial dan budaya lokal sering kali tidak diterima oleh masyarakat setempat.
  • Pengelolaan lahan yang tidak tepat: Banyak food estate dibangun di lahan yang tidak cocok untuk pertanian intensif, menyebabkan kerusakan lingkungan dan konflik sosial.
  • Minimnya partisipasi masyarakat lokal: Keterlibatan masyarakat lokal dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan sering kali diabaikan.

Dampaknya, alih-alih meningkatkan ketahanan pangan, program-program ini justru menyebabkan degradasi lingkungan, kemiskinan, dan konflik sosial. Dalam konteks mencapai tujuan swasembada pangan, pemerintah tentu harus melakukan  pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan diperlukan.

Berikut enam kriteria utama yang perlu diperhatikan, pertama, mengintegrasikan aspek produksi di on-farm dan off-farm untuk menciptakan sistem agribisnis yang saling mendukung. Kedua, program harus memberikan keuntungan ekonomi bagi petani agar kesejahteraan mereka meningkat. Ketiga, memperhatikan keberlanjutan ekologi. Keempat, memastikan semua program mendukung konservasi sumber daya alam dan kesehatan ekosistem.

Kelima, aspek penerimaan sosial, di mana program yang diinisiasi pemerintah harus menghormati hak-hak petani. Dan, keenam, melibatkan mereka secara aktif dalam pengambilan keputusan.

Tidak itu saja, pendekatan selaras dengan memperhatikan nilai budaya setempat juga harus menjadi perhatian dengan memperhatikan norma dan nilai budaya setempat, dan terakhir perlu adanya insentif bagi petani berupa perlindungan seperti asuransi pertanian untuk melindungi petani dari ketidakpastian pasar.

Mengatasi Tantangan 

Meski berbagai langkah telah dirancang, sejumlah tantangan tetap harus diatasi, antara lain masalah alih fungsi lahan. Seagai informasi, setiap tahun, ada sekitar 100.000-110.000 hektare lahan pertanian beralih fungsi, baik karena pembangunan maupun faktor lainnya.

Selain itu, masalahnya kebanyakan petani saat ini berusia lansia: Data Sensus Pertanian BPS 2023 menunjukkan mayoritas petani Indonesia berusia 55 tahun ke atas, dengan adaptasi teknologi yang rendah.

Tidak itu saja, persoalan irigasi juga menjadi kendala. Ketersediaan air yang tidak merata di berbagai daerah menjadi kendala utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian selain dampak perubahan iklim yang tidak menentu menyebabkan penurunan hasil produksi.

Program swasembada pangan harus lebih dari sekadar meningkatkan produksi. Produktivitas, kesejahteraan petani lokal, dan kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama.

Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berbasis bukti, program ini diharapkan tidak hanya mencapai swasembada pangan tetapi juga menciptakan sistem pangan berkelanjutan yang mendukung kedaulatan pangan nasional.

Dengan memenuhi kriteria keberlanjutan dan mengatasi tantangan yang ada, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi lumbung pangan dunia, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi petani, masyarakat, dan ekosistem. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tumbuh by Astra Financial Raih 2,5 Juta Kunjungan Konsumen

    Tumbuh by Astra Financial Raih 2,5 Juta Kunjungan Konsumen

    • calendar_month Sel, 2 Apr 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 126
    • 0Komentar

    JAKARTA – Inisiatif pameran virtual pertama Astra Financial, Tumbuh by Astra Financial, yang digelar pada 9-24 Maret 2024 mencatatkan lebih dari 2,5 juta kunjungan konsumen. Sebanyak 13.400 ribu pengunjung menyatakan ketertarikannya pada program-program yang ditawarkan, dengan potensi nilai transaksi mencapai Rp 76,1 miliar. Tumbuh by Astra Financial merupakan inovasi teknologi layanan keuangan digital Astra Financial […]

  • BPS Datangi Rumah Jabatan Gubernur Sulbar, SDK Berikan Data Secara Lengkap

    BPS Datangi Rumah Jabatan Gubernur Sulbar, SDK Berikan Data Secara Lengkap

    • calendar_month Sel, 16 Jun 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 119
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK), menerima kunjungan petugas sensus ekonomi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulbar di rumah jabatan gubernur, Senin, 15 Juni 2026. Dalam pendataan tersebut, Suhardi Duka menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan petugas sensus dengan mengacu pada data yang telah dilaporkannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) […]

  • Gubernur Ridwan Kamil Dorong Masyarakat Manfaatkan Subsidi Kendaraan Listrik

    Gubernur Ridwan Kamil Dorong Masyarakat Manfaatkan Subsidi Kendaraan Listrik

    • calendar_month Ming, 25 Jun 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 131
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendorong masyarakat untuk memanfaatkan subsidi pembelian kendaraan listrik. Ditemui usai mengikuti EV (Electric Vehicle) Fun Riding di halaman depan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jabar, Ridwan Kamil menjelaskan, subsidi kendaraan listrik untuk roda dua sebesar Rp7 juta bisa digunakan untuk membeli unit baru maupun mengonversi dari kendaraan BBM […]

  • Menjaring Cuan Penyelenggaraan Acara

    Menjaring Cuan Penyelenggaraan Acara

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Presiden Joko Widodo menginginkan adanya digitalisasi yang mengintegrasikan seluruh perizinan MICE. Berturut-turut, di awal tahun ini, konser musik besar digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta Pusat. Pada Sabtu malam (25/2/2023), penyanyi Raisa menggelar konser tunggal di stadion legendaris itu, disaksikan oleh 42 ribu penonton. Berikutnya, pada minggu kedua Maret 2023, juga […]

  • Pekerja Asal Wonosobo Jatuh Dari Menara Masjid Hingga Meninggal Dunia

    Pekerja Asal Wonosobo Jatuh Dari Menara Masjid Hingga Meninggal Dunia

    • calendar_month Sel, 28 Feb 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 175
    • 0Komentar

    MAJENE – Warga Kelurahan Mosso Kecamatan Sendana digemparkan dengan peristiwa seorang perkerja yang terjatuh dari atas menara Masjid Ridha Allah Somba setinggi kurang lebih 6 meter, Selasa (28/02/2023). Teriakan histeris dari warga menarik perhatian warga lainnya hingga seketika Tempat Kejadian Perkara (TKP) dipenuhi warga yang penasaran. Kejadian ini, petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Sendana turut membantu […]

  • Ridwan Kamil: Industri Kecil Menengah Naik Kelas Harus Dibantu Industri Besar

    Ridwan Kamil: Industri Kecil Menengah Naik Kelas Harus Dibantu Industri Besar

    • calendar_month Kam, 13 Jul 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 161
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG BARAT — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan komitmennya untuk melibatkan industri kecil menengah (IKM) ke dalam ekosistem industri besar, salah satunya di Metropolitan Rebana yang saat ini sedang dibangun. Komitmen tersebut disampaikan Gubernur saat membuka Forum Investasi dan Kawasan Industri (FIKI) di Mason Pine Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (13/7/2023). […]

expand_less