Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI » Indonesia Mewujudkan Asa Swasembada Pangan

Indonesia Mewujudkan Asa Swasembada Pangan

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Kam, 19 Des 2024
  • visibility 308
  • comment 0 komentar
JAKARTA – Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi lumbung pangan dunia, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi petani, masyarakat, dan ekosistem.

Pemerintah Indonesia menargetkan swasembada pangan terwujud dalam waktu 4–5 tahun mendatang, dengan visi ambisius menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Presiden Prabowo Subianto pun berkomitmen untuk mencapai target ini melalui serangkaian kebijakan strategis yang mencakup pengembangan food estate, peningkatan infrastruktur pertanian, dan modernisasi sektor agribisnis.

Untuk mendukung program swasembada pangan, pemerintah merancang sejumlah langkah strategis, antara lain, pertama, pengembangan food estate  yang berfokus pada tanaman padi, jagung, singkong, kedelai, dan tebu dengan target penambahan luas panen hingga 4 juta hektare pada 2029.

Kedua, penyediaan input pertanian. Pemerintah berjanji memberi akses langsung kepada petani untuk mendapatkan pupuk, benih unggul, dan pestisida. Ketiga, modernisasi pertanian yang mencakup percepatan pembangunan infrastruktur pertanian, pemanfaatan teknologi pangan terpadu, mekanisasi, dan inovasi digital. Mekanisme ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani.

Keempat, pembangunan infrastruktur dasar berupa percepatan pembangunan irigasi, jalan desa, jaringan listrik, dan internet di daerah pedesaan, serta fasilitas perbaikan alat pertanian di tingkat kecamatan. Dan yang kelima, berupa mendirikan lembaga pembiayaan usaha taniyang bertujuan memberikan kemudahan bagi petani agar dapat mengakses modal usaha yang lebih mudah.

Langkah-langkah ini juga didukung oleh kebijakan percepatan distribusi pupuk subsidi. Sebagai informasi, ketika Pemerintahan Prabowo berusia 25 hari pertama,  pemerintahan baru itu telah melakukan regulasi distribusi dipangkas untuk memastikan petani bisa mendapatkan pupuk subsidi dengan cepat, terutama pada awal 2025.

Pelajaran dari Masa Lalu

Ambisi swasembada pangan bukanlah hal baru. Pemerintah sebelumnya telah mencoba mengimplementasikan kebijakan serupa, termasuk program food estate. Sayangnya, banyak dari program ini menemui kegagalan karena beberapa alasan utama:

  • Ketidaksesuaian dengan kondisi sosial budaya: Program yang dirancang tanpa mempertimbangkan karakteristik sosial dan budaya lokal sering kali tidak diterima oleh masyarakat setempat.
  • Pengelolaan lahan yang tidak tepat: Banyak food estate dibangun di lahan yang tidak cocok untuk pertanian intensif, menyebabkan kerusakan lingkungan dan konflik sosial.
  • Minimnya partisipasi masyarakat lokal: Keterlibatan masyarakat lokal dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan sering kali diabaikan.

Dampaknya, alih-alih meningkatkan ketahanan pangan, program-program ini justru menyebabkan degradasi lingkungan, kemiskinan, dan konflik sosial. Dalam konteks mencapai tujuan swasembada pangan, pemerintah tentu harus melakukan  pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan diperlukan.

Berikut enam kriteria utama yang perlu diperhatikan, pertama, mengintegrasikan aspek produksi di on-farm dan off-farm untuk menciptakan sistem agribisnis yang saling mendukung. Kedua, program harus memberikan keuntungan ekonomi bagi petani agar kesejahteraan mereka meningkat. Ketiga, memperhatikan keberlanjutan ekologi. Keempat, memastikan semua program mendukung konservasi sumber daya alam dan kesehatan ekosistem.

Kelima, aspek penerimaan sosial, di mana program yang diinisiasi pemerintah harus menghormati hak-hak petani. Dan, keenam, melibatkan mereka secara aktif dalam pengambilan keputusan.

Tidak itu saja, pendekatan selaras dengan memperhatikan nilai budaya setempat juga harus menjadi perhatian dengan memperhatikan norma dan nilai budaya setempat, dan terakhir perlu adanya insentif bagi petani berupa perlindungan seperti asuransi pertanian untuk melindungi petani dari ketidakpastian pasar.

Mengatasi Tantangan 

Meski berbagai langkah telah dirancang, sejumlah tantangan tetap harus diatasi, antara lain masalah alih fungsi lahan. Seagai informasi, setiap tahun, ada sekitar 100.000-110.000 hektare lahan pertanian beralih fungsi, baik karena pembangunan maupun faktor lainnya.

Selain itu, masalahnya kebanyakan petani saat ini berusia lansia: Data Sensus Pertanian BPS 2023 menunjukkan mayoritas petani Indonesia berusia 55 tahun ke atas, dengan adaptasi teknologi yang rendah.

Tidak itu saja, persoalan irigasi juga menjadi kendala. Ketersediaan air yang tidak merata di berbagai daerah menjadi kendala utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian selain dampak perubahan iklim yang tidak menentu menyebabkan penurunan hasil produksi.

Program swasembada pangan harus lebih dari sekadar meningkatkan produksi. Produktivitas, kesejahteraan petani lokal, dan kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama.

Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berbasis bukti, program ini diharapkan tidak hanya mencapai swasembada pangan tetapi juga menciptakan sistem pangan berkelanjutan yang mendukung kedaulatan pangan nasional.

Dengan memenuhi kriteria keberlanjutan dan mengatasi tantangan yang ada, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi lumbung pangan dunia, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi petani, masyarakat, dan ekosistem. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Biro Organisasi Setda Sulbar Perkuat Manajemen Talenta ASN

    Biro Organisasi Setda Sulbar Perkuat Manajemen Talenta ASN

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 106
    • 0Komentar

    MAMUJU – Plt. Kasubag Tata Usaha Biro Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Provisi Sulawesi Barat (Sulbar) Simon Sinai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penerapan Manajemen Talenta. Rakor dilaksanakan di Ruangan Asesmen Center Lt 2, Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulbar, Senin 1 Desember 2025. Rakor ini sejalan dengan misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wagub Salim S […]

  • Kunci Generasi Hebat, Nursyamsi Rahim Dorong Anak Muda Sulbar Rutin Berolahraga

    Kunci Generasi Hebat, Nursyamsi Rahim Dorong Anak Muda Sulbar Rutin Berolahraga

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 146
    • 0Komentar

    MAMUJU – Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengajak generasi muda Mamuju untuk menjadikan aktivitas fisik dan olahraga sebagai gaya hidup sehat. Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan Talkshow Mamuju Run 2025 PLN Mobile yang digelar di Atrium Mamuju Town Square (MATOS), Sabtu (8/11/2025). Dalam kegiatan yang dihadiri oleh komunitas pelari dan […]

  • Masinton Pasaribu: Pertumbuhan Kredit di Kabupaten Bantaeng Relatif Bagus

    Masinton Pasaribu: Pertumbuhan Kredit di Kabupaten Bantaeng Relatif Bagus

    • calendar_month Sen, 6 Mar 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 112
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Anggota Komisi XI DPR RI Masinton Pasaribu menyampaikan, pertumbuhan kredit dan sistem pembayaran oleh masyarakat di Kabupaten Bantaeng sudah cukup baik. Ia berharap dengan kondisi tersebut bisa ikut menopang ekonomi masyarakat serta mendukung upaya pengendalikan inflasi. “Komisi XI DPR RI melakukan kunjungan kerja untuk bertemu dengan para mitra kerja yang ada di Kabupaten […]

  • Investasi Rebana, Ridwan Kamil: Door to Door, Bukan Jaga Warung

    Investasi Rebana, Ridwan Kamil: Door to Door, Bukan Jaga Warung

    • calendar_month Jum, 28 Apr 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 154
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Gubernur Jabar Ridwan Kamil telah menunjuk Bernardus Djonoputro sebagai Kepala Badan Pengelola Kawasan Metropolitan Rebana. Penunjukkan Kepala BP Rebana sesuai mandat Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Jawa Barat Bagian Selatan. BP Rebana bertugas mengoordinasikan dan memfasilitasi pengembangan di wilayah 43 ribu hektare meliputi Kota Cirebon, Kabupaten […]

  • Wagub Uu Tinjau Arus Balik di Kadungora Garut

    Wagub Uu Tinjau Arus Balik di Kadungora Garut

    • calendar_month Rab, 26 Apr 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 113
    • 0Komentar

    KABUPATEN GARUT — Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meninjau Posko Lebaran Pemantauan Arus Balik, di Posko Cihuni Kadungora, Kabupaten Garut, Rabu (26/4/2023). ”Saya memantau wilayah Garut untuk melihat suasana dan keadaan. Alhamdulillah sekalipun arus mudik pada Lebaran tahun ini meningkat sekian kali lipat karena sebelumnya pandemi, namun insiden kecelakaan minim,” kata Wagub Jabar. […]

  • Tren Kasus Covid-19 Naik Akibat Prokes Longgar, Pemerintah Ingatkan Vaksin Booster

    Tren Kasus Covid-19 Naik Akibat Prokes Longgar, Pemerintah Ingatkan Vaksin Booster

    • calendar_month Kam, 13 Apr 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Lonjakan di negeri jiran jadi pelajaran dan kewaspadaan tersendiri, jelang arus mudik 2023 di tanah air. Masyarakan diingatkan, perlindungan terbaik lewat vaksin booster dan taat prokes. Memasuki dua pekan terakhir Ramadan, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan adanya 944 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada Selasa (11/4/2023). Berdasarkan angka tersebut, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan catatan […]

expand_less