Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI » Indonesia Mewujudkan Asa Swasembada Pangan

Indonesia Mewujudkan Asa Swasembada Pangan

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Kam, 19 Des 2024
  • visibility 433
  • comment 0 komentar
JAKARTA – Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi lumbung pangan dunia, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi petani, masyarakat, dan ekosistem.

Pemerintah Indonesia menargetkan swasembada pangan terwujud dalam waktu 4–5 tahun mendatang, dengan visi ambisius menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Presiden Prabowo Subianto pun berkomitmen untuk mencapai target ini melalui serangkaian kebijakan strategis yang mencakup pengembangan food estate, peningkatan infrastruktur pertanian, dan modernisasi sektor agribisnis.

Untuk mendukung program swasembada pangan, pemerintah merancang sejumlah langkah strategis, antara lain, pertama, pengembangan food estate  yang berfokus pada tanaman padi, jagung, singkong, kedelai, dan tebu dengan target penambahan luas panen hingga 4 juta hektare pada 2029.

Kedua, penyediaan input pertanian. Pemerintah berjanji memberi akses langsung kepada petani untuk mendapatkan pupuk, benih unggul, dan pestisida. Ketiga, modernisasi pertanian yang mencakup percepatan pembangunan infrastruktur pertanian, pemanfaatan teknologi pangan terpadu, mekanisasi, dan inovasi digital. Mekanisme ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani.

Keempat, pembangunan infrastruktur dasar berupa percepatan pembangunan irigasi, jalan desa, jaringan listrik, dan internet di daerah pedesaan, serta fasilitas perbaikan alat pertanian di tingkat kecamatan. Dan yang kelima, berupa mendirikan lembaga pembiayaan usaha taniyang bertujuan memberikan kemudahan bagi petani agar dapat mengakses modal usaha yang lebih mudah.

Langkah-langkah ini juga didukung oleh kebijakan percepatan distribusi pupuk subsidi. Sebagai informasi, ketika Pemerintahan Prabowo berusia 25 hari pertama,  pemerintahan baru itu telah melakukan regulasi distribusi dipangkas untuk memastikan petani bisa mendapatkan pupuk subsidi dengan cepat, terutama pada awal 2025.

Pelajaran dari Masa Lalu

Ambisi swasembada pangan bukanlah hal baru. Pemerintah sebelumnya telah mencoba mengimplementasikan kebijakan serupa, termasuk program food estate. Sayangnya, banyak dari program ini menemui kegagalan karena beberapa alasan utama:

  • Ketidaksesuaian dengan kondisi sosial budaya: Program yang dirancang tanpa mempertimbangkan karakteristik sosial dan budaya lokal sering kali tidak diterima oleh masyarakat setempat.
  • Pengelolaan lahan yang tidak tepat: Banyak food estate dibangun di lahan yang tidak cocok untuk pertanian intensif, menyebabkan kerusakan lingkungan dan konflik sosial.
  • Minimnya partisipasi masyarakat lokal: Keterlibatan masyarakat lokal dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan sering kali diabaikan.

Dampaknya, alih-alih meningkatkan ketahanan pangan, program-program ini justru menyebabkan degradasi lingkungan, kemiskinan, dan konflik sosial. Dalam konteks mencapai tujuan swasembada pangan, pemerintah tentu harus melakukan  pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan diperlukan.

Berikut enam kriteria utama yang perlu diperhatikan, pertama, mengintegrasikan aspek produksi di on-farm dan off-farm untuk menciptakan sistem agribisnis yang saling mendukung. Kedua, program harus memberikan keuntungan ekonomi bagi petani agar kesejahteraan mereka meningkat. Ketiga, memperhatikan keberlanjutan ekologi. Keempat, memastikan semua program mendukung konservasi sumber daya alam dan kesehatan ekosistem.

Kelima, aspek penerimaan sosial, di mana program yang diinisiasi pemerintah harus menghormati hak-hak petani. Dan, keenam, melibatkan mereka secara aktif dalam pengambilan keputusan.

Tidak itu saja, pendekatan selaras dengan memperhatikan nilai budaya setempat juga harus menjadi perhatian dengan memperhatikan norma dan nilai budaya setempat, dan terakhir perlu adanya insentif bagi petani berupa perlindungan seperti asuransi pertanian untuk melindungi petani dari ketidakpastian pasar.

Mengatasi Tantangan 

Meski berbagai langkah telah dirancang, sejumlah tantangan tetap harus diatasi, antara lain masalah alih fungsi lahan. Seagai informasi, setiap tahun, ada sekitar 100.000-110.000 hektare lahan pertanian beralih fungsi, baik karena pembangunan maupun faktor lainnya.

Selain itu, masalahnya kebanyakan petani saat ini berusia lansia: Data Sensus Pertanian BPS 2023 menunjukkan mayoritas petani Indonesia berusia 55 tahun ke atas, dengan adaptasi teknologi yang rendah.

Tidak itu saja, persoalan irigasi juga menjadi kendala. Ketersediaan air yang tidak merata di berbagai daerah menjadi kendala utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian selain dampak perubahan iklim yang tidak menentu menyebabkan penurunan hasil produksi.

Program swasembada pangan harus lebih dari sekadar meningkatkan produksi. Produktivitas, kesejahteraan petani lokal, dan kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama.

Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berbasis bukti, program ini diharapkan tidak hanya mencapai swasembada pangan tetapi juga menciptakan sistem pangan berkelanjutan yang mendukung kedaulatan pangan nasional.

Dengan memenuhi kriteria keberlanjutan dan mengatasi tantangan yang ada, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi lumbung pangan dunia, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi petani, masyarakat, dan ekosistem. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lepas Atlet Jabar Berlatih di Korea Selatan, Bey: Ikhtiar Wujudkan Jabar Hattrick PON

    Lepas Atlet Jabar Berlatih di Korea Selatan, Bey: Ikhtiar Wujudkan Jabar Hattrick PON

    • calendar_month Jum, 5 Jul 2024
    • account_circle mbahdot
    • visibility 135
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin melepas atlet Jabar untuk melakukan pemusatan latihan di Korea Selatan. Pelepasan bertajuk Pelepasan Pemusatan Latihan di Korea Selatan untuk Jabar Hattrick di PON XXI Sumatera Utara-Aceh 2024 tersebut berlangsung di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (5/7/2024). Bey berharap atlet Jabar yang berlatih di Korea Selatan […]

  • SDK Temui BNPB, Minta Cairkan Dana Stimulan Tahap II untuk Korban Gempa Mamuju-Majene

    SDK Temui BNPB, Minta Cairkan Dana Stimulan Tahap II untuk Korban Gempa Mamuju-Majene

    • calendar_month Rab, 7 Mei 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 141
    • 0Komentar

    JAKARTA – Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK), menemui Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayor Jenderal TNI Suharyanto, di Jakarta untuk membahas percepatan penyaluran bantuan dana stimulan tahap II bagi korban gempa bumi tahun 2021 di Kabupaten Mamuju dan Majene. Pertemuan tersebut menjadi upaya Suhardi dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat terdampak gempa yang hingga kini […]

  • Usai Rapat dengan Presiden, Begini Ancang-ancang Ridwan Kamil Saat Mudik Lebaran

    Usai Rapat dengan Presiden, Begini Ancang-ancang Ridwan Kamil Saat Mudik Lebaran

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 257
    • 0Komentar

    KOTA CIREBON — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan beberapa antisipasi persiapan mudik lebaran tahun 2022 yang diprediksi akan membeludak. Sudah dua kali lebaran masyarakat tidak pulang kampung. Selain itu, level PPKM sudah diturunkan dan aktivitas ekonomi sudah mulai bergerak menuju normal. Diperkirakan jumlah pemudik di Indonesia mencapai 80 juta orang. “Tadi kita (bersama Pak […]

  • Ajbar Terpilih Ketua PAN Sulbar, Munandar Sekretaris

    Ajbar Terpilih Ketua PAN Sulbar, Munandar Sekretaris

    • calendar_month Ming, 27 Apr 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 193
    • 0Komentar

    MAMUJU – Anggota DPR RI Dapil Sulbar Ajbar Abd, Kadir, terpilih sebagai Ketua Dewan Pengururs Provinsi Parta Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Barat. Via zoom, Minggu 27 April 2025, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) PAN yang digelar secara serentak di Sulbar, Kaltara, dan Lampung. Zulkifli Hasan menekankan pentingnya persatuan serta kerja nyata bagi seluruh kader PAN. Ia […]

  • Wagub Uu Ruzhanul: Penguatan Regulasi Mudahkan Penyaluran Bantuan untuk Pesantren

    Wagub Uu Ruzhanul: Penguatan Regulasi Mudahkan Penyaluran Bantuan untuk Pesantren

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 185
    • 0Komentar

    KOTA BANJAR — Pemerintah kota/kabupaten diharapkan melakukan penguatan regulasi sebagai solusi untuk memudahkan penyaluran bantuan kepada pesantren. Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat mengunjungi Pesantren Miftahul Hidayah dalam rangkaian Safari Ramadan 1444 Hijriah di Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Kamis (6/4/2023). “Solusinya mohon kepada pemerintah kabupaten/kota (regulasi diperkuat). Pemda […]

  • 1 Januari 2007, Adam Air Jatuh di Selat Makassar

    1 Januari 2007, Adam Air Jatuh di Selat Makassar

    • calendar_month Kam, 1 Jan 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Adam Air Penerbangan 574 (KI574 atau DHI574) adalah sebuah penerbangan penumpang domestik terjadwal yang dioperasikan oleh Adam Air Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta Via Transit Di Bandara Internasional Juanda, Surabaya Ke Bandara Internasional Sam Ratulagi, Manado yang jatuh di Selat Makassar dekat Polewali di Sulawesi Barat pada tanggal 1 Januari 2007 setelah usai Transit Di Surabaya. Semua 102 orang di dalamnya tewas, menjadikannya kecelakaan penerbangan paling mematikan yang melibatkan Boeing 737-400. Investigasi nasional diluncurkan atas […]

expand_less