Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI » Indonesia Mewujudkan Asa Swasembada Pangan

Indonesia Mewujudkan Asa Swasembada Pangan

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Kam, 19 Des 2024
  • visibility 458
  • comment 0 komentar
JAKARTA – Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi lumbung pangan dunia, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi petani, masyarakat, dan ekosistem.

Pemerintah Indonesia menargetkan swasembada pangan terwujud dalam waktu 4–5 tahun mendatang, dengan visi ambisius menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Presiden Prabowo Subianto pun berkomitmen untuk mencapai target ini melalui serangkaian kebijakan strategis yang mencakup pengembangan food estate, peningkatan infrastruktur pertanian, dan modernisasi sektor agribisnis.

Untuk mendukung program swasembada pangan, pemerintah merancang sejumlah langkah strategis, antara lain, pertama, pengembangan food estate  yang berfokus pada tanaman padi, jagung, singkong, kedelai, dan tebu dengan target penambahan luas panen hingga 4 juta hektare pada 2029.

Kedua, penyediaan input pertanian. Pemerintah berjanji memberi akses langsung kepada petani untuk mendapatkan pupuk, benih unggul, dan pestisida. Ketiga, modernisasi pertanian yang mencakup percepatan pembangunan infrastruktur pertanian, pemanfaatan teknologi pangan terpadu, mekanisasi, dan inovasi digital. Mekanisme ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani.

Keempat, pembangunan infrastruktur dasar berupa percepatan pembangunan irigasi, jalan desa, jaringan listrik, dan internet di daerah pedesaan, serta fasilitas perbaikan alat pertanian di tingkat kecamatan. Dan yang kelima, berupa mendirikan lembaga pembiayaan usaha taniyang bertujuan memberikan kemudahan bagi petani agar dapat mengakses modal usaha yang lebih mudah.

Langkah-langkah ini juga didukung oleh kebijakan percepatan distribusi pupuk subsidi. Sebagai informasi, ketika Pemerintahan Prabowo berusia 25 hari pertama,  pemerintahan baru itu telah melakukan regulasi distribusi dipangkas untuk memastikan petani bisa mendapatkan pupuk subsidi dengan cepat, terutama pada awal 2025.

Pelajaran dari Masa Lalu

Ambisi swasembada pangan bukanlah hal baru. Pemerintah sebelumnya telah mencoba mengimplementasikan kebijakan serupa, termasuk program food estate. Sayangnya, banyak dari program ini menemui kegagalan karena beberapa alasan utama:

  • Ketidaksesuaian dengan kondisi sosial budaya: Program yang dirancang tanpa mempertimbangkan karakteristik sosial dan budaya lokal sering kali tidak diterima oleh masyarakat setempat.
  • Pengelolaan lahan yang tidak tepat: Banyak food estate dibangun di lahan yang tidak cocok untuk pertanian intensif, menyebabkan kerusakan lingkungan dan konflik sosial.
  • Minimnya partisipasi masyarakat lokal: Keterlibatan masyarakat lokal dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan sering kali diabaikan.

Dampaknya, alih-alih meningkatkan ketahanan pangan, program-program ini justru menyebabkan degradasi lingkungan, kemiskinan, dan konflik sosial. Dalam konteks mencapai tujuan swasembada pangan, pemerintah tentu harus melakukan  pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan diperlukan.

Berikut enam kriteria utama yang perlu diperhatikan, pertama, mengintegrasikan aspek produksi di on-farm dan off-farm untuk menciptakan sistem agribisnis yang saling mendukung. Kedua, program harus memberikan keuntungan ekonomi bagi petani agar kesejahteraan mereka meningkat. Ketiga, memperhatikan keberlanjutan ekologi. Keempat, memastikan semua program mendukung konservasi sumber daya alam dan kesehatan ekosistem.

Kelima, aspek penerimaan sosial, di mana program yang diinisiasi pemerintah harus menghormati hak-hak petani. Dan, keenam, melibatkan mereka secara aktif dalam pengambilan keputusan.

Tidak itu saja, pendekatan selaras dengan memperhatikan nilai budaya setempat juga harus menjadi perhatian dengan memperhatikan norma dan nilai budaya setempat, dan terakhir perlu adanya insentif bagi petani berupa perlindungan seperti asuransi pertanian untuk melindungi petani dari ketidakpastian pasar.

Mengatasi Tantangan 

Meski berbagai langkah telah dirancang, sejumlah tantangan tetap harus diatasi, antara lain masalah alih fungsi lahan. Seagai informasi, setiap tahun, ada sekitar 100.000-110.000 hektare lahan pertanian beralih fungsi, baik karena pembangunan maupun faktor lainnya.

Selain itu, masalahnya kebanyakan petani saat ini berusia lansia: Data Sensus Pertanian BPS 2023 menunjukkan mayoritas petani Indonesia berusia 55 tahun ke atas, dengan adaptasi teknologi yang rendah.

Tidak itu saja, persoalan irigasi juga menjadi kendala. Ketersediaan air yang tidak merata di berbagai daerah menjadi kendala utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian selain dampak perubahan iklim yang tidak menentu menyebabkan penurunan hasil produksi.

Program swasembada pangan harus lebih dari sekadar meningkatkan produksi. Produktivitas, kesejahteraan petani lokal, dan kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama.

Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berbasis bukti, program ini diharapkan tidak hanya mencapai swasembada pangan tetapi juga menciptakan sistem pangan berkelanjutan yang mendukung kedaulatan pangan nasional.

Dengan memenuhi kriteria keberlanjutan dan mengatasi tantangan yang ada, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi lumbung pangan dunia, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi petani, masyarakat, dan ekosistem. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemda Provinsi Jabar Gelar Seleksi PNS Berprestasi  Inovatif, Inspiratif, dan The Future Leader

    Pemda Provinsi Jabar Gelar Seleksi PNS Berprestasi Inovatif, Inspiratif, dan The Future Leader

    • calendar_month Rab, 7 Jun 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 175
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Pemda Provinsi Jawa Barat kembali menggelar Seleksi Penghargaan PNS Berprestasi Inovatif, Inspiratif dan The Future Leader Tahun 2023. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jabar Sumasna mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada PNS di Lingkungan Pemda Provinsi Jabar maupun Pemda Kabupaten/Kota di Jabar yang berprestasi, memiliki loyalitas, kejujuran, serta berdedikasi memajukan […]

  • Sebentar lagi, Indonesia Punya Kereta Cepat

    Sebentar lagi, Indonesia Punya Kereta Cepat

    • calendar_month Sab, 3 Jun 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Pada HUT ke-78 Kemerdekaan RI masyarakat Indonesia bakal mendapatkan kado istimewa, yakni pengoperasian Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Persiapan operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sudah dilakukan beberapa kali. Rangkaian KCJB telah melakukan hot sliding test di jaringan overhead catenary system (OCS) KCJB selama dua hari berturut-turut. Yakni, pada Jumat, 19 Mei dan Sabtu, 20 Mei 2023. Sejak 15 Mei, juga […]

  • Upacara PTDH Personel Polres Majene

    Upacara PTDH Personel Polres Majene

    • calendar_month Sel, 10 Jan 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Kapolres: Negatif Harus Kita Hilangkan   MAJENE – Disiplin adalah ketaatan dan kepatuhan yang sungguh-sungguh terhadap peraturan disiplin untuk menjamin terpeliharanya tata tertib dalam pelaksanaan tugas. Terdapat beberapa tingkat hukuman disiplin bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), yakni ringan, sedang dan berat. Hukuman disiplin ringan dapat berupa teguran lisan, teguran tertulis, atau pernyataan tidak puas secara […]

  • Jabar Tempat Pertama Pabrik Mobil Listrik Indonesia Segera Mengaspal di IKN Nusantara

    Jabar Tempat Pertama Pabrik Mobil Listrik Indonesia Segera Mengaspal di IKN Nusantara

    • calendar_month Rab, 16 Mar 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 313
    • 0Komentar

    KABUPATEN BEKASI — Provinsi Jawa Barat menjadi tempat pertama berdirinya pabrik mobil listrik Ioniq 5 di Indonesia. Selain sumber daya manusia yang produktif, infrastruktur penunjang menjadi salah satu kekuatan yang tak dimiliki oleh provinsi lain.   Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyaksikan peresmian Pabrik Hyundai (PT Hyundai Motor Manufakturing Indonesia) di Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, […]

  • Kagama Sulbar Semarakkan CFD Mamuju dengan “Kagama Fun”, Sosialisasikan Program Afirmasi Pendidikan ke UGM

    Kagama Sulbar Semarakkan CFD Mamuju dengan “Kagama Fun”, Sosialisasikan Program Afirmasi Pendidikan ke UGM

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 131
    • 0Komentar

    MAMUJU – Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Sulawesi Barat menyemarakkan pagi Car Free Day (CFD) Mamuju pada Minggu (29/6/2025) dengan menggelar kegiatan bertajuk Kagama Fun. Acara ini memadukan olahraga, kebersamaan, dan sosialisasi program unggulan Kagama di bawah kepemimpinan ketua baru, Abdul Wahab. Puluhan alumni UGM bersama masyarakat Mamuju antusias mengikuti rangkaian kegiatan seperti jalan […]

  • Telah Hadir di Mamasa, Maxim Tawarkan Beragam Layanan Transportasi Online untuk Mudahkan Mobilitas Masyarakat

    Telah Hadir di Mamasa, Maxim Tawarkan Beragam Layanan Transportasi Online untuk Mudahkan Mobilitas Masyarakat

    • calendar_month Sab, 16 Mar 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 248
    • 0Komentar

    MAMASA – Layanan transportasi online Maxim kian menambah wilayah operasionalnya di Provinsi Sulawesi Barat dengan hadir di kota Mamasa. Hadirnya Maxim adalah untuk memberikan berbagai layanan transportasi online untuk memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus untuk meningkatkan perekonomian daerah. Dengan kehadirannya di Mamasa, Maxim menawarkan beragam layanan seperti layanan transportasi online Bike, Car (kapasitas maks 4 penumpang), […]

expand_less