Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI » Indonesia Mewujudkan Asa Swasembada Pangan

Indonesia Mewujudkan Asa Swasembada Pangan

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Kam, 19 Des 2024
  • visibility 465
  • comment 0 komentar
JAKARTA – Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi lumbung pangan dunia, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi petani, masyarakat, dan ekosistem.

Pemerintah Indonesia menargetkan swasembada pangan terwujud dalam waktu 4–5 tahun mendatang, dengan visi ambisius menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Presiden Prabowo Subianto pun berkomitmen untuk mencapai target ini melalui serangkaian kebijakan strategis yang mencakup pengembangan food estate, peningkatan infrastruktur pertanian, dan modernisasi sektor agribisnis.

Untuk mendukung program swasembada pangan, pemerintah merancang sejumlah langkah strategis, antara lain, pertama, pengembangan food estate  yang berfokus pada tanaman padi, jagung, singkong, kedelai, dan tebu dengan target penambahan luas panen hingga 4 juta hektare pada 2029.

Kedua, penyediaan input pertanian. Pemerintah berjanji memberi akses langsung kepada petani untuk mendapatkan pupuk, benih unggul, dan pestisida. Ketiga, modernisasi pertanian yang mencakup percepatan pembangunan infrastruktur pertanian, pemanfaatan teknologi pangan terpadu, mekanisasi, dan inovasi digital. Mekanisme ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani.

Keempat, pembangunan infrastruktur dasar berupa percepatan pembangunan irigasi, jalan desa, jaringan listrik, dan internet di daerah pedesaan, serta fasilitas perbaikan alat pertanian di tingkat kecamatan. Dan yang kelima, berupa mendirikan lembaga pembiayaan usaha taniyang bertujuan memberikan kemudahan bagi petani agar dapat mengakses modal usaha yang lebih mudah.

Langkah-langkah ini juga didukung oleh kebijakan percepatan distribusi pupuk subsidi. Sebagai informasi, ketika Pemerintahan Prabowo berusia 25 hari pertama,  pemerintahan baru itu telah melakukan regulasi distribusi dipangkas untuk memastikan petani bisa mendapatkan pupuk subsidi dengan cepat, terutama pada awal 2025.

Pelajaran dari Masa Lalu

Ambisi swasembada pangan bukanlah hal baru. Pemerintah sebelumnya telah mencoba mengimplementasikan kebijakan serupa, termasuk program food estate. Sayangnya, banyak dari program ini menemui kegagalan karena beberapa alasan utama:

  • Ketidaksesuaian dengan kondisi sosial budaya: Program yang dirancang tanpa mempertimbangkan karakteristik sosial dan budaya lokal sering kali tidak diterima oleh masyarakat setempat.
  • Pengelolaan lahan yang tidak tepat: Banyak food estate dibangun di lahan yang tidak cocok untuk pertanian intensif, menyebabkan kerusakan lingkungan dan konflik sosial.
  • Minimnya partisipasi masyarakat lokal: Keterlibatan masyarakat lokal dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan sering kali diabaikan.

Dampaknya, alih-alih meningkatkan ketahanan pangan, program-program ini justru menyebabkan degradasi lingkungan, kemiskinan, dan konflik sosial. Dalam konteks mencapai tujuan swasembada pangan, pemerintah tentu harus melakukan  pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan diperlukan.

Berikut enam kriteria utama yang perlu diperhatikan, pertama, mengintegrasikan aspek produksi di on-farm dan off-farm untuk menciptakan sistem agribisnis yang saling mendukung. Kedua, program harus memberikan keuntungan ekonomi bagi petani agar kesejahteraan mereka meningkat. Ketiga, memperhatikan keberlanjutan ekologi. Keempat, memastikan semua program mendukung konservasi sumber daya alam dan kesehatan ekosistem.

Kelima, aspek penerimaan sosial, di mana program yang diinisiasi pemerintah harus menghormati hak-hak petani. Dan, keenam, melibatkan mereka secara aktif dalam pengambilan keputusan.

Tidak itu saja, pendekatan selaras dengan memperhatikan nilai budaya setempat juga harus menjadi perhatian dengan memperhatikan norma dan nilai budaya setempat, dan terakhir perlu adanya insentif bagi petani berupa perlindungan seperti asuransi pertanian untuk melindungi petani dari ketidakpastian pasar.

Mengatasi Tantangan 

Meski berbagai langkah telah dirancang, sejumlah tantangan tetap harus diatasi, antara lain masalah alih fungsi lahan. Seagai informasi, setiap tahun, ada sekitar 100.000-110.000 hektare lahan pertanian beralih fungsi, baik karena pembangunan maupun faktor lainnya.

Selain itu, masalahnya kebanyakan petani saat ini berusia lansia: Data Sensus Pertanian BPS 2023 menunjukkan mayoritas petani Indonesia berusia 55 tahun ke atas, dengan adaptasi teknologi yang rendah.

Tidak itu saja, persoalan irigasi juga menjadi kendala. Ketersediaan air yang tidak merata di berbagai daerah menjadi kendala utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian selain dampak perubahan iklim yang tidak menentu menyebabkan penurunan hasil produksi.

Program swasembada pangan harus lebih dari sekadar meningkatkan produksi. Produktivitas, kesejahteraan petani lokal, dan kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama.

Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berbasis bukti, program ini diharapkan tidak hanya mencapai swasembada pangan tetapi juga menciptakan sistem pangan berkelanjutan yang mendukung kedaulatan pangan nasional.

Dengan memenuhi kriteria keberlanjutan dan mengatasi tantangan yang ada, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi lumbung pangan dunia, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi petani, masyarakat, dan ekosistem. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Astra Financial Catatkan Transaksi Rp57,20 Miliar di Gelaran GIICOMVEC 2024

    Astra Financial Catatkan Transaksi Rp57,20 Miliar di Gelaran GIICOMVEC 2024

    • calendar_month Sel, 2 Apr 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 259
    • 0Komentar

    JAKARTA – Penyelenggaraan GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2024 pada tanggal 7-10 Maret 2024 lalu telah usai dan sukses menarik perhatian para pemerhati dan pelaku industri otomotif terutama di sektor kendaraan komersial. Pada GIICOMVEC 2024, Astra Financial sebagai Official Financial Partner bersama lima unit bisnisnya berhasil mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp57,20 milar dengan […]

  • Kabar Baik! Kaki Palsu untuk Disabilitas Sulbar Segera Terwujud

    Kabar Baik! Kaki Palsu untuk Disabilitas Sulbar Segera Terwujud

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 191
    • 0Komentar

    MAMUJU — Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat (Dinsos Sulbar) menerima kunjungan salah satu keluarga penyandang disabilitas yang mengajukan permohonan bantuan alat bantu berupa kaki palsu, Selasa, 9 Desember 2025. Kunjungan ini diterima langsung oleh Pejabat Fungsional (PjF) Disabilitas Dinsos Sulbar, Fatmawati. Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang layanan disabilitas tersebut, pihak keluarga menyampaikan kondisi anggota […]

  • Suhardi Duka Resmi Pimpin IKA PMII Sulbar, Keberagaman Profesi Pengurus IKA PMII adalah Kekuatan

    Suhardi Duka Resmi Pimpin IKA PMII Sulbar, Keberagaman Profesi Pengurus IKA PMII adalah Kekuatan

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 138
    • 0Komentar

    MAMUJU– Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) resmi menakhodai Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Sulbar. Suhardi Duka bersama jajaran pengurus dilantik langsung oleh Ketua Umum PB IKA PMII, Fathan Subchi, di Ballroom Hotel Maleo Mamuju, Jumat malam, 12 September 2025. Suasana pelantikan terasa hangat penuh kebersamaan. Para alumni tampak riang gembira, seolah ajang […]

  • Sekda Setiawan: Perkuat Kolaborasi dan Sinergi Kembangkan Pertanian Jawa Barat

    Sekda Setiawan: Perkuat Kolaborasi dan Sinergi Kembangkan Pertanian Jawa Barat

    • calendar_month Sab, 22 Jul 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 176
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja membuka Rapat Kerja Daerah DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jabar di Aula Timur Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (22/7/2023). Setiawan menuturkan, ekonomi Jabar saat ini tumbuh positif sebesar lima persen, khususnya dalam laju pertumbuhan sektor pertanian berkontribusi besar sebanyak dua persen serta berdasarkan struktur […]

  • Pemprov Sulbar Akan Laksanakan Doa Nasional Bersamaan dengan Maulid Nabi

    Pemprov Sulbar Akan Laksanakan Doa Nasional Bersamaan dengan Maulid Nabi

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 114
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulbar Suhardi Duka, menyampaikan rencana pelaksanaan doa bersama lintas agama dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Agenda ini sekaligus menjadi bentuk pelaksanaan dari salah satu instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang belum sempat dilaksanakan oleh Pemprov Sulbar, yaitu penyelenggaraan doa nasional. “Dari 11 instruksi Menteri Dalam Negeri, yang belum sempat kami […]

  • Yayasan Sehati Laksanakan Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Desa Bonda

    Yayasan Sehati Laksanakan Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Desa Bonda

    • calendar_month Ming, 4 Okt 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 20
    • 0Komentar

    MAMUJU – Yayasan Swadaya Sehat Indonesia (Yayasan Sehati) melaksanakan kegiatan Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Desa Bonda, Kecamatan Papalang, Mamuju, Sulawesi Barat. Bentuk program kegiatan berupa Pemeriksaan Mata dan Pembagian Kacamata secara gratis. Kegiatan yang diikuti 120 orang penerima manfaat, dilaksanakan di Gedung Koperasi Merah Putih Desa Bonda, Minggu 4 Oktober 2026. Kepala Desa Bonda, Abdul […]

expand_less