Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI » Indonesia Mewujudkan Asa Swasembada Pangan

Indonesia Mewujudkan Asa Swasembada Pangan

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Kam, 19 Des 2024
  • visibility 467
  • comment 0 komentar
JAKARTA – Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi lumbung pangan dunia, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi petani, masyarakat, dan ekosistem.

Pemerintah Indonesia menargetkan swasembada pangan terwujud dalam waktu 4–5 tahun mendatang, dengan visi ambisius menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Presiden Prabowo Subianto pun berkomitmen untuk mencapai target ini melalui serangkaian kebijakan strategis yang mencakup pengembangan food estate, peningkatan infrastruktur pertanian, dan modernisasi sektor agribisnis.

Untuk mendukung program swasembada pangan, pemerintah merancang sejumlah langkah strategis, antara lain, pertama, pengembangan food estate  yang berfokus pada tanaman padi, jagung, singkong, kedelai, dan tebu dengan target penambahan luas panen hingga 4 juta hektare pada 2029.

Kedua, penyediaan input pertanian. Pemerintah berjanji memberi akses langsung kepada petani untuk mendapatkan pupuk, benih unggul, dan pestisida. Ketiga, modernisasi pertanian yang mencakup percepatan pembangunan infrastruktur pertanian, pemanfaatan teknologi pangan terpadu, mekanisasi, dan inovasi digital. Mekanisme ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani.

Keempat, pembangunan infrastruktur dasar berupa percepatan pembangunan irigasi, jalan desa, jaringan listrik, dan internet di daerah pedesaan, serta fasilitas perbaikan alat pertanian di tingkat kecamatan. Dan yang kelima, berupa mendirikan lembaga pembiayaan usaha taniyang bertujuan memberikan kemudahan bagi petani agar dapat mengakses modal usaha yang lebih mudah.

Langkah-langkah ini juga didukung oleh kebijakan percepatan distribusi pupuk subsidi. Sebagai informasi, ketika Pemerintahan Prabowo berusia 25 hari pertama,  pemerintahan baru itu telah melakukan regulasi distribusi dipangkas untuk memastikan petani bisa mendapatkan pupuk subsidi dengan cepat, terutama pada awal 2025.

Pelajaran dari Masa Lalu

Ambisi swasembada pangan bukanlah hal baru. Pemerintah sebelumnya telah mencoba mengimplementasikan kebijakan serupa, termasuk program food estate. Sayangnya, banyak dari program ini menemui kegagalan karena beberapa alasan utama:

  • Ketidaksesuaian dengan kondisi sosial budaya: Program yang dirancang tanpa mempertimbangkan karakteristik sosial dan budaya lokal sering kali tidak diterima oleh masyarakat setempat.
  • Pengelolaan lahan yang tidak tepat: Banyak food estate dibangun di lahan yang tidak cocok untuk pertanian intensif, menyebabkan kerusakan lingkungan dan konflik sosial.
  • Minimnya partisipasi masyarakat lokal: Keterlibatan masyarakat lokal dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan sering kali diabaikan.

Dampaknya, alih-alih meningkatkan ketahanan pangan, program-program ini justru menyebabkan degradasi lingkungan, kemiskinan, dan konflik sosial. Dalam konteks mencapai tujuan swasembada pangan, pemerintah tentu harus melakukan  pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan diperlukan.

Berikut enam kriteria utama yang perlu diperhatikan, pertama, mengintegrasikan aspek produksi di on-farm dan off-farm untuk menciptakan sistem agribisnis yang saling mendukung. Kedua, program harus memberikan keuntungan ekonomi bagi petani agar kesejahteraan mereka meningkat. Ketiga, memperhatikan keberlanjutan ekologi. Keempat, memastikan semua program mendukung konservasi sumber daya alam dan kesehatan ekosistem.

Kelima, aspek penerimaan sosial, di mana program yang diinisiasi pemerintah harus menghormati hak-hak petani. Dan, keenam, melibatkan mereka secara aktif dalam pengambilan keputusan.

Tidak itu saja, pendekatan selaras dengan memperhatikan nilai budaya setempat juga harus menjadi perhatian dengan memperhatikan norma dan nilai budaya setempat, dan terakhir perlu adanya insentif bagi petani berupa perlindungan seperti asuransi pertanian untuk melindungi petani dari ketidakpastian pasar.

Mengatasi Tantangan 

Meski berbagai langkah telah dirancang, sejumlah tantangan tetap harus diatasi, antara lain masalah alih fungsi lahan. Seagai informasi, setiap tahun, ada sekitar 100.000-110.000 hektare lahan pertanian beralih fungsi, baik karena pembangunan maupun faktor lainnya.

Selain itu, masalahnya kebanyakan petani saat ini berusia lansia: Data Sensus Pertanian BPS 2023 menunjukkan mayoritas petani Indonesia berusia 55 tahun ke atas, dengan adaptasi teknologi yang rendah.

Tidak itu saja, persoalan irigasi juga menjadi kendala. Ketersediaan air yang tidak merata di berbagai daerah menjadi kendala utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian selain dampak perubahan iklim yang tidak menentu menyebabkan penurunan hasil produksi.

Program swasembada pangan harus lebih dari sekadar meningkatkan produksi. Produktivitas, kesejahteraan petani lokal, dan kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama.

Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berbasis bukti, program ini diharapkan tidak hanya mencapai swasembada pangan tetapi juga menciptakan sistem pangan berkelanjutan yang mendukung kedaulatan pangan nasional.

Dengan memenuhi kriteria keberlanjutan dan mengatasi tantangan yang ada, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi lumbung pangan dunia, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi petani, masyarakat, dan ekosistem. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Sulbar Serahkan Bantuan Truk Sampah untuk Pemerintah Kabupaten

    Gubernur Sulbar Serahkan Bantuan Truk Sampah untuk Pemerintah Kabupaten

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 157
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulbar Suhardi Duka menyerahkan Truk Sampah kepada Pemkab Mamuju, Majene dan Polewali Mandar. Penyerahan berlangsung di Kantor Gubernur Sulbar, dan diterima oleh Bupati Majene Andi Achmad Sukri, Bupati Mamuju Sutinah Suhardi dan Wakil Bupati Polewali Mandar Andi Nursami Masdar, Rabu 15 Oktober 2025. Suhardi Duka menyampaikan bahwa bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian […]

  • Pemdaprov Jabar Dukung Perkembangan Olahraga Gateball

    Pemdaprov Jabar Dukung Perkembangan Olahraga Gateball

    • calendar_month Sen, 15 Mei 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 126
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Pemdaprov Jawa Barat mendukung perkembangan olahraga gateball dengan menyediakan tempat dan fasilitas dalam Turnamen Gateball Gubernur Jawa Barat Cup 2023. Gubernur Ridwan Kamil sendiri menghadiri Welcoming Reception Turnamen Gateball Gubernur Jawa Barat Cup 2023 di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (15/5/2023) malam. Turnamen Gateball Gubernur Jawa Barat Cup akan diselenggarakan […]

  • Akselerasi Kebijakan Batas Daerah, Murdanil Ikuti Pembahasan di Jakarta

    Akselerasi Kebijakan Batas Daerah, Murdanil Ikuti Pembahasan di Jakarta

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 202
    • 0Komentar

    JAKARTA- Plt. Karo Pemkesra Setda. Provinsi Sulawesi Barat Murdanil, menghadiri Rapat Penyelesaian dan Pembahasan Kebijakan Batas Daerah yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri di Hotel Habitare, Jakarta Selatan, Kamis (6/11/2025). Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 141 Tahun 2017 tentang Penegasan Batas Daerah, khususnya dalam […]

  • Ridwan Kamil: Mudik Gratis Minimalkan Penggunaan Kendaraan Pribadi ke Kampung Halaman

    Ridwan Kamil: Mudik Gratis Minimalkan Penggunaan Kendaraan Pribadi ke Kampung Halaman

    • calendar_month Sel, 18 Apr 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 152
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, program Mudik Gratis untuk memotivasi masyarakat agar tidak menggunakan kendaraan pribadi ketika pulang ke kampung halaman. Ridwan Kamil mengapresiasi kolaborasi Pemda Provinsi Jabar dan PT. Sasa Inti yang mengadakan program Mudik Gratis dengan total 20 bus mengantarkan ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.   ”Hari […]

  • FORNAS VII 2023 JABAR, Perolehan Medali Kontingen Jawa Barat Tak Terkejar

    FORNAS VII 2023 JABAR, Perolehan Medali Kontingen Jawa Barat Tak Terkejar

    • calendar_month Jum, 7 Jul 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 153
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG – Provinsi Jawa Barat diambang juara umum dalam ajang Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Fornas) VII 2023 Jabar. Perolehan medali sudah mencapai 100 lebih dan sulit dikejar provinsi lain. Hingga Kamis (6/7/2023) atau menyisakan dua hari lagi, dalam klasemen tim Jawa Barat masih berada di posisi pertama diikuti Provinsi DKI Jakarta dan Jawa […]

  • Retret Pemprov Sulbar: BI Dorong UMKM, Digitalisasi, dan Ekonomi Syariah untuk Sulbar Maju

    Retret Pemprov Sulbar: BI Dorong UMKM, Digitalisasi, dan Ekonomi Syariah untuk Sulbar Maju

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 140
    • 0Komentar

    MAMUJU – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Eka Putra Budi Nugroho, menyampaikan pemaparan komprehensif terkait kondisi dan prospek perekonomian global, nasional, serta regional Sulbar dalam Retret Pemprov Sulbar, Sabtu, 19 Juli 2025. Dalam pemaparannya, Eka Putra menyoroti lima pokok utama: perkembangan ekonomi global dan nasional, kondisi ekonomi serta inflasi Sulbar, stabilitas […]

expand_less