Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI » Indonesia Mewujudkan Asa Swasembada Pangan

Indonesia Mewujudkan Asa Swasembada Pangan

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Kam, 19 Des 2024
  • visibility 262
  • comment 0 komentar
JAKARTA – Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi lumbung pangan dunia, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi petani, masyarakat, dan ekosistem.

Pemerintah Indonesia menargetkan swasembada pangan terwujud dalam waktu 4–5 tahun mendatang, dengan visi ambisius menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Presiden Prabowo Subianto pun berkomitmen untuk mencapai target ini melalui serangkaian kebijakan strategis yang mencakup pengembangan food estate, peningkatan infrastruktur pertanian, dan modernisasi sektor agribisnis.

Untuk mendukung program swasembada pangan, pemerintah merancang sejumlah langkah strategis, antara lain, pertama, pengembangan food estate  yang berfokus pada tanaman padi, jagung, singkong, kedelai, dan tebu dengan target penambahan luas panen hingga 4 juta hektare pada 2029.

Kedua, penyediaan input pertanian. Pemerintah berjanji memberi akses langsung kepada petani untuk mendapatkan pupuk, benih unggul, dan pestisida. Ketiga, modernisasi pertanian yang mencakup percepatan pembangunan infrastruktur pertanian, pemanfaatan teknologi pangan terpadu, mekanisasi, dan inovasi digital. Mekanisme ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani.

Keempat, pembangunan infrastruktur dasar berupa percepatan pembangunan irigasi, jalan desa, jaringan listrik, dan internet di daerah pedesaan, serta fasilitas perbaikan alat pertanian di tingkat kecamatan. Dan yang kelima, berupa mendirikan lembaga pembiayaan usaha taniyang bertujuan memberikan kemudahan bagi petani agar dapat mengakses modal usaha yang lebih mudah.

Langkah-langkah ini juga didukung oleh kebijakan percepatan distribusi pupuk subsidi. Sebagai informasi, ketika Pemerintahan Prabowo berusia 25 hari pertama,  pemerintahan baru itu telah melakukan regulasi distribusi dipangkas untuk memastikan petani bisa mendapatkan pupuk subsidi dengan cepat, terutama pada awal 2025.

Pelajaran dari Masa Lalu

Ambisi swasembada pangan bukanlah hal baru. Pemerintah sebelumnya telah mencoba mengimplementasikan kebijakan serupa, termasuk program food estate. Sayangnya, banyak dari program ini menemui kegagalan karena beberapa alasan utama:

  • Ketidaksesuaian dengan kondisi sosial budaya: Program yang dirancang tanpa mempertimbangkan karakteristik sosial dan budaya lokal sering kali tidak diterima oleh masyarakat setempat.
  • Pengelolaan lahan yang tidak tepat: Banyak food estate dibangun di lahan yang tidak cocok untuk pertanian intensif, menyebabkan kerusakan lingkungan dan konflik sosial.
  • Minimnya partisipasi masyarakat lokal: Keterlibatan masyarakat lokal dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan sering kali diabaikan.

Dampaknya, alih-alih meningkatkan ketahanan pangan, program-program ini justru menyebabkan degradasi lingkungan, kemiskinan, dan konflik sosial. Dalam konteks mencapai tujuan swasembada pangan, pemerintah tentu harus melakukan  pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan diperlukan.

Berikut enam kriteria utama yang perlu diperhatikan, pertama, mengintegrasikan aspek produksi di on-farm dan off-farm untuk menciptakan sistem agribisnis yang saling mendukung. Kedua, program harus memberikan keuntungan ekonomi bagi petani agar kesejahteraan mereka meningkat. Ketiga, memperhatikan keberlanjutan ekologi. Keempat, memastikan semua program mendukung konservasi sumber daya alam dan kesehatan ekosistem.

Kelima, aspek penerimaan sosial, di mana program yang diinisiasi pemerintah harus menghormati hak-hak petani. Dan, keenam, melibatkan mereka secara aktif dalam pengambilan keputusan.

Tidak itu saja, pendekatan selaras dengan memperhatikan nilai budaya setempat juga harus menjadi perhatian dengan memperhatikan norma dan nilai budaya setempat, dan terakhir perlu adanya insentif bagi petani berupa perlindungan seperti asuransi pertanian untuk melindungi petani dari ketidakpastian pasar.

Mengatasi Tantangan 

Meski berbagai langkah telah dirancang, sejumlah tantangan tetap harus diatasi, antara lain masalah alih fungsi lahan. Seagai informasi, setiap tahun, ada sekitar 100.000-110.000 hektare lahan pertanian beralih fungsi, baik karena pembangunan maupun faktor lainnya.

Selain itu, masalahnya kebanyakan petani saat ini berusia lansia: Data Sensus Pertanian BPS 2023 menunjukkan mayoritas petani Indonesia berusia 55 tahun ke atas, dengan adaptasi teknologi yang rendah.

Tidak itu saja, persoalan irigasi juga menjadi kendala. Ketersediaan air yang tidak merata di berbagai daerah menjadi kendala utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian selain dampak perubahan iklim yang tidak menentu menyebabkan penurunan hasil produksi.

Program swasembada pangan harus lebih dari sekadar meningkatkan produksi. Produktivitas, kesejahteraan petani lokal, dan kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama.

Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berbasis bukti, program ini diharapkan tidak hanya mencapai swasembada pangan tetapi juga menciptakan sistem pangan berkelanjutan yang mendukung kedaulatan pangan nasional.

Dengan memenuhi kriteria keberlanjutan dan mengatasi tantangan yang ada, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi lumbung pangan dunia, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi petani, masyarakat, dan ekosistem. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyederhanaan Birokrasi: Ridwan Kamil Lantik 864 PNS dalam Jabatan Fungsional

    Penyederhanaan Birokrasi: Ridwan Kamil Lantik 864 PNS dalam Jabatan Fungsional

    • calendar_month Kam, 16 Jun 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 186
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melantik 864 Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jabar, Kamis (16/6/2022). Acara pelantikan tersebut merupakan upaya gerak cepat Pemda Provinsi Jabar dalam mengimplementasikan penyederhanaan jabatan dari pemerintah pusat. Adapun 864 PNS yang dilantik pada fase dua ini meliputi jabatan Administrator 27 orang, […]

  • Juara Proliga 2022, Bandung Bjb Tandamata Diguyur Bonus, Pemda Provinsi Jabar Kucurkan Rp250 Juta

    Juara Proliga 2022, Bandung Bjb Tandamata Diguyur Bonus, Pemda Provinsi Jabar Kucurkan Rp250 Juta

    • calendar_month Sen, 28 Mar 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 222
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Tim Putri Bandung bjb Tandamata mendapatkan kadeudeuh atau uang pembinaan dari Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat setelah menjuarai kompetisi bola voli PLN Mobile Proliga 2022.   Kadeudeuh sebesar Rp 250 juta diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kepada Tim Bandung bjb Tandamata di Pendopo Rumah Dinas Gedung Pakuan Kota Bandung, […]

  • Kolaborasi Pengamanan: Dishub Sulbar Siapkan Langkah Taktis Sambut Operasi Lilin Marano

    Kolaborasi Pengamanan: Dishub Sulbar Siapkan Langkah Taktis Sambut Operasi Lilin Marano

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 168
    • 0Komentar

    MAMUJU — Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Barat (Dishub Sulbar) menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral (Rakor Linsek) Operasi Lilin Marano 2025 yang digelar di Aula Marano Mapolda Sulbar, Selasa (9/12/25). Kegiatan sejalan dengan arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Salim S. Mengga untuk menciptakan lingkungan yang aman. Rakor ini diikuti oleh berbagai unsur […]

  • Pemprov Sulbar Siapkan Bantuan untuk 79 KK Kemiskinan Ekstrem di Desa Tasokko

    Pemprov Sulbar Siapkan Bantuan untuk 79 KK Kemiskinan Ekstrem di Desa Tasokko

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 87
    • 0Komentar

    MATENG – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus menunjukkan komitmennya dalam menangani persoalan kemiskinan ekstrem. Melalui program Pasti Padu, Pemprov Sulbar akan menyalurkan bantuan sosial kepada 79 Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat di Desa Tasokko, Kecamatan Karossa. Hal ini disampaikan oleh Hj. Andi Alma Aliuddin dalam pertemuan lintas sektor bersama Pemerintah Kabupaten dan Desa di Desa […]

  • Penerapan Mekanisme Kerja Dinamis Pelayanan Publik Tetap Maksimal

    Penerapan Mekanisme Kerja Dinamis Pelayanan Publik Tetap Maksimal

    • calendar_month Sen, 19 Jun 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 108
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Pemdaprov Jabar mulai menerapkan Mekanisme Kerja Dinamis (MKD) bagi Aparatur Sipil Negara. Dengan MKD, maka ASN dapat bekerja di mana saja dengan output dan outcome terukur yang sudah disepakati sebagai target kerjanya. Menurut Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Jabar Teten Ali Mulku Engkun, dengan MKD maka ASN dapat memilih waktu kerja secara […]

  • Ridwan Kamil Tinjau Persiapan Tol Cisumdawu Hadapi Mudik 2022

    Ridwan Kamil Tinjau Persiapan Tol Cisumdawu Hadapi Mudik 2022

    • calendar_month Ming, 24 Apr 2022
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 254
    • 0Komentar

    KABUPATEN SUMEDANG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meninjau Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Kabupaten Sumedang, Minggu (24/4/2022). Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– menuturkan, Jalan Tol Cisumdawu sudah bisa dilalui pemudik tahun ini. Tol Cisumdawu bisa dioperasionalkan hingga Exit Tol Cimalaka (Seksi III Jalan Tol Cisumdawu). “Tol Cisumdawu ini […]

expand_less