Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Masjid Babussalam: Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama

Masjid Babussalam: Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
  • visibility 689
  • comment 0 komentar

citizen journalism:

Dr. Furqan Mawardi, Muballigh Akar Rumput

Pada tanggal 2 Januari 2025, saya memulai perjalanan panjang dari Makassar menuju Mamuju, sebuah perjalanan yang memakan waktu antara 10 hingga 12 jam. Saya memilih untuk berangkat dini hari setelah beristirahat cukup, agar perjalanan terasa lebih nyaman dan lancar. Seperti biasa, perjalanan ini diiringi dengan gerimis hujan yang kadang lebat, namun suasana jalan yang lengang membuat perjalanan terasa lebih tenang.

Saat waktu subuh tiba, saya memasuki kawasan Polewali Mandar, dan kami pun singgah di sebuah masjid yang sangat nyaman dan bersih, yaitu Masjid Babussalam yang terletak di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar.

Masjid ini telah lama menjadi tempat perhentian saya, karena selain kebersihannya yang terjaga, masjid ini memiliki kenyamanan yang tidak bisa ditemukan di sembarang tempat. Karpetnya yang bersih, pendingin ruangan yang dingin, serta aroma harum yang menyegarkan menjadikan masjid ini sangat layak untuk beribadah dengan khusyuk.

Namun, hari itu saya menemukan sesuatu yang lebih menarik dari sekadar kebersihan dan kenyamanan masjid. Setelah shalat subuh, saya memperhatikan dengan seksama apa yang terjadi di sekitar saya. Saya melihat para jamaah yang hadir, sebagian besar ibu-ibu, dengan semangat dan penuh tanggung jawab membersihkan masjid.

Mereka tidak hanya duduk menunggu, melainkan secara aktif mengambil sapu, sikat, dan alat kebersihan lainnya untuk menjaga kebersihan tempat tersebut. Mereka ada yang menyapu halaman parkir, menyapu teras,menyikat karpet, dan membersihkan kamar mandi serta tempat wudhu.

Sebuah pemandangan yang membuat saya terkesima. Saya pun merasa penasaran dan bertanya kepada salah satu jamaah yang sedang menyapu, “Pak, apakah ada petugas kebersihan khusus di masjid ini?” Dengan senyum, beliau menjawab, “Oh, tidak. Semua kebersihan masjid ini adalah tanggung jawab kami, jamaah yang ada di sekitar sini. Di sini, kami tidak mengandalkan petugas kebersihan yang digaji. Setiap jamaah merasa memiliki kewajiban untuk menjaga kebersihan masjid ini.”

Jawaban itu menggetarkan hati saya. Masjid Babussalam ini bukan hanya sekadar masjid yang indah dan nyaman, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Setiap jamaah merasa memiliki hak dan kewajiban untuk menjaga masjid tetap bersih, nyaman, dan layak sebagai tempat beribadah.

Dengan cara ini, kebersihan tidak hanya menjadi beban satu atau dua orang, tetapi menjadi usaha kolektif yang melibatkan setiap individu yang datang. Tidak ada lagi saling melempar tanggung jawab, karena setiap orang merasa terlibat dan ikut berperan.

Selain kenyamanan yang ditawarkan, Masjid Babussalam juga menjadi contoh nyata bahwa dengan semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab, biaya untuk menjaga kebersihan masjid bisa ditekan. Lebih dari itu, masjid ini menjadi tempat yang tidak hanya mendekatkan kita pada Allah, tetapi juga mengajarkan kita tentang pentingnya gotong-royong dan saling menjaga kebersihan sebagai wujud dari cinta terhadap rumah ibadah.

Pemandangan ini membuat saya teringat bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Seperti yang diajarkan dalam agama kita, menjaga kebersihan adalah cermin dari ketaatan kita. Namun lebih dari itu, masjid ini mengajarkan kita bagaimana kebersihan harus menjadi tanggung jawab bersama, bagaimana setiap individu harus merasa bertanggung jawab atas tempat yang mereka gunakan untuk beribadah.

Jika kita bisa menjaga masjid dengan penuh rasa tanggung jawab seperti ini, betapa indahnya jika kita juga menerapkan prinsip yang sama di kehidupan sehari-hari: saling menjaga, bekerja sama, dan memelihara kebersihan, bukan hanya untuk tempat ibadah, tetapi juga untuk lingkungan kita.

Masjid Babussalam di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, adalah contoh nyata bahwa kebersihan bisa terjaga apabila seluruh jamaah bersatu dalam tanggung jawab ini. Ini adalah masjid percontohan yang seharusnya menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lainnya. Kebersihan masjid bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal menjaga hati kita agar tetap suci dan layak untuk beribadah.

Seperti dalam kehidupan kita, ketika setiap individu merasa bertanggung jawab, kebersihan dan kenyamanan akan tercipta dengan sendirinya. Masjid ini mengajarkan bahwa kebersihan adalah bentuk ibadah yang tidak terbatas hanya pada ritual, tetapi juga pada tindakan sehari-hari yang menunjukkan kepedulian kita terhadap tempat yang kita cintai. Dan dengan menjaga kebersihan bersama, kita tidak hanya menjaga tempat ibadah kita, tetapi juga hati kita. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jabar Berhasil Himpun Tanah dan Air untuk Ibu Kota Baru

    Jabar Berhasil Himpun Tanah dan Air untuk Ibu Kota Baru

    • calendar_month Ming, 13 Mar 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 266
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Jawa Barat berhasil menghimpun tanah dan air dari 27 kabupaten/kota untuk kemudian dijadikan bagian dari pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).   Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan membawa tanah dan air ini ke Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur dan diserahkan secara simbolis kepada Presiden RI Joko Widodo.   Ridwan Kamil diundang […]

  • Bertemu Ridwan Kamil, Pemerintah Swiss Tekankan Pencarian Eril Jadi Prioritas

    Bertemu Ridwan Kamil, Pemerintah Swiss Tekankan Pencarian Eril Jadi Prioritas

    • calendar_month Kam, 2 Jun 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 203
    • 0Komentar

    BERN — Kepala Protokol Kementerian Luar Negeri Swiss, Duta Besar Beatrice Schaer menemui Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Ridwan Kamil pada Rabu (1/6/2022). Turut mendampingi Duta Besar RI untuk Swiss, Muliaman Hadad. Dilansir https://kemlu.go.id/bern, Duta Besar Schaer menekankan dukungan penuh Pemerintah Swiss atas upaya pencarian putra sulung Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz, […]

  • KH Wahyun Mawardi: PHIWM  Harus Bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah

    KH Wahyun Mawardi: PHIWM  Harus Bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah

    • calendar_month Sab, 11 Okt 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 215
    • 0Komentar

    MAMUJU – Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) termasuk para dosen harus bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah. Penegasan tersebut disampaikan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat Dr. K.H. Wahyun Mawardi, M.Pd. saat membawakan materi pada acara Baitul Arqam Dosen Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju). Acara yang dilaksanakan di Aula Kampus II Unimaju, Jl. Prof. Baharuddin Lopa, Sabtu […]

  • Gubernur Sulbar Tekankan Kerja Keras untuk Peningkatan PAD

    Gubernur Sulbar Tekankan Kerja Keras untuk Peningkatan PAD

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 65
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka, mengumpulkan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar, Rabu, 25 Maret 2026, dalam rangka mematangkan perencanaan kerja pemerintah daerah. Dalam pertemuan tersebut, Suhardi Duka menekankan pentingnya membangun kembali semangat kerja keras di seluruh jajaran OPD sebagai fondasi utama dalam menjalankan program pembangunan daerah. […]

  • Ridwan Djafar Jamin Kelancaran Jaringan pada Upacara HUT ke-22 Sulbar

    Ridwan Djafar Jamin Kelancaran Jaringan pada Upacara HUT ke-22 Sulbar

    • calendar_month Sab, 5 Sep 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 10
    • 0Komentar

    MAMUJU — Atas arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, Perayaan Hari Jadi Sulbar ke-22 tahun ini digelar secara sederhana. Setiap peserta upacara akan mengenakan bajut adat. Selain itu, pelaksaan upacara diperluas dengan melibatkan seluruh OPD secara daring. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KominfoSS) Sulbar Muhammad Ridwan Djafar mengatakan, untuk menjamin kelancaran akses jaringan, Kominfo […]

  • Ridwan Kamil: Tahun 2022, Satgas Citarum Harum Fokus Pada Penegakkan Hukum

    Ridwan Kamil: Tahun 2022, Satgas Citarum Harum Fokus Pada Penegakkan Hukum

    • calendar_month Sen, 4 Apr 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 259
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Dengan kekompakan semua stakeholder dan TNI-Polri,  pada 2022 ini Satgas Citarum Harum dibawah kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan memfokuskan pada penegakkan hukum di kawasan Daerah Aliran Sungai Citarum. “Saya bersama Forkopimda, juga Komandan Sektor yang tergabung di Satgas Citarum Harum akan meningkatkan penegakkan hukum di tahun 2022 setelah dua tahun […]

expand_less