Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Masjid Babussalam: Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama

Masjid Babussalam: Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
  • visibility 726
  • comment 0 komentar

citizen journalism:

Dr. Furqan Mawardi, Muballigh Akar Rumput

Pada tanggal 2 Januari 2025, saya memulai perjalanan panjang dari Makassar menuju Mamuju, sebuah perjalanan yang memakan waktu antara 10 hingga 12 jam. Saya memilih untuk berangkat dini hari setelah beristirahat cukup, agar perjalanan terasa lebih nyaman dan lancar. Seperti biasa, perjalanan ini diiringi dengan gerimis hujan yang kadang lebat, namun suasana jalan yang lengang membuat perjalanan terasa lebih tenang.

Saat waktu subuh tiba, saya memasuki kawasan Polewali Mandar, dan kami pun singgah di sebuah masjid yang sangat nyaman dan bersih, yaitu Masjid Babussalam yang terletak di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar.

Masjid ini telah lama menjadi tempat perhentian saya, karena selain kebersihannya yang terjaga, masjid ini memiliki kenyamanan yang tidak bisa ditemukan di sembarang tempat. Karpetnya yang bersih, pendingin ruangan yang dingin, serta aroma harum yang menyegarkan menjadikan masjid ini sangat layak untuk beribadah dengan khusyuk.

Namun, hari itu saya menemukan sesuatu yang lebih menarik dari sekadar kebersihan dan kenyamanan masjid. Setelah shalat subuh, saya memperhatikan dengan seksama apa yang terjadi di sekitar saya. Saya melihat para jamaah yang hadir, sebagian besar ibu-ibu, dengan semangat dan penuh tanggung jawab membersihkan masjid.

Mereka tidak hanya duduk menunggu, melainkan secara aktif mengambil sapu, sikat, dan alat kebersihan lainnya untuk menjaga kebersihan tempat tersebut. Mereka ada yang menyapu halaman parkir, menyapu teras,menyikat karpet, dan membersihkan kamar mandi serta tempat wudhu.

Sebuah pemandangan yang membuat saya terkesima. Saya pun merasa penasaran dan bertanya kepada salah satu jamaah yang sedang menyapu, “Pak, apakah ada petugas kebersihan khusus di masjid ini?” Dengan senyum, beliau menjawab, “Oh, tidak. Semua kebersihan masjid ini adalah tanggung jawab kami, jamaah yang ada di sekitar sini. Di sini, kami tidak mengandalkan petugas kebersihan yang digaji. Setiap jamaah merasa memiliki kewajiban untuk menjaga kebersihan masjid ini.”

Jawaban itu menggetarkan hati saya. Masjid Babussalam ini bukan hanya sekadar masjid yang indah dan nyaman, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Setiap jamaah merasa memiliki hak dan kewajiban untuk menjaga masjid tetap bersih, nyaman, dan layak sebagai tempat beribadah.

Dengan cara ini, kebersihan tidak hanya menjadi beban satu atau dua orang, tetapi menjadi usaha kolektif yang melibatkan setiap individu yang datang. Tidak ada lagi saling melempar tanggung jawab, karena setiap orang merasa terlibat dan ikut berperan.

Selain kenyamanan yang ditawarkan, Masjid Babussalam juga menjadi contoh nyata bahwa dengan semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab, biaya untuk menjaga kebersihan masjid bisa ditekan. Lebih dari itu, masjid ini menjadi tempat yang tidak hanya mendekatkan kita pada Allah, tetapi juga mengajarkan kita tentang pentingnya gotong-royong dan saling menjaga kebersihan sebagai wujud dari cinta terhadap rumah ibadah.

Pemandangan ini membuat saya teringat bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Seperti yang diajarkan dalam agama kita, menjaga kebersihan adalah cermin dari ketaatan kita. Namun lebih dari itu, masjid ini mengajarkan kita bagaimana kebersihan harus menjadi tanggung jawab bersama, bagaimana setiap individu harus merasa bertanggung jawab atas tempat yang mereka gunakan untuk beribadah.

Jika kita bisa menjaga masjid dengan penuh rasa tanggung jawab seperti ini, betapa indahnya jika kita juga menerapkan prinsip yang sama di kehidupan sehari-hari: saling menjaga, bekerja sama, dan memelihara kebersihan, bukan hanya untuk tempat ibadah, tetapi juga untuk lingkungan kita.

Masjid Babussalam di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, adalah contoh nyata bahwa kebersihan bisa terjaga apabila seluruh jamaah bersatu dalam tanggung jawab ini. Ini adalah masjid percontohan yang seharusnya menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lainnya. Kebersihan masjid bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal menjaga hati kita agar tetap suci dan layak untuk beribadah.

Seperti dalam kehidupan kita, ketika setiap individu merasa bertanggung jawab, kebersihan dan kenyamanan akan tercipta dengan sendirinya. Masjid ini mengajarkan bahwa kebersihan adalah bentuk ibadah yang tidak terbatas hanya pada ritual, tetapi juga pada tindakan sehari-hari yang menunjukkan kepedulian kita terhadap tempat yang kita cintai. Dan dengan menjaga kebersihan bersama, kita tidak hanya menjaga tempat ibadah kita, tetapi juga hati kita. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinsos Sulbar Optimalkan Perlindungan Sosial untuk Jaga Stabilitas Ekonomi

    Dinsos Sulbar Optimalkan Perlindungan Sosial untuk Jaga Stabilitas Ekonomi

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 137
    • 0Komentar

    MAMUJU — Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat (Dinsos Sulbar) Abdul Wahab Hasan Sulur, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia secara daring, pada Senin, 29 Desember 2025. Rakor ini diikuti oleh seluruh pemerintah daerah se-Indonesia dan bertujuan untuk memperkuat sinergi pusat dan […]

  • Menikmati Libur Lebaran tanpa Varian Baru Covid-19

    Menikmati Libur Lebaran tanpa Varian Baru Covid-19

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Pandemi tetap terkendali jelang masa libur Lebaran. Namun faktanya masyarakat masih hidup berdampingan dengan Covid-19. Oleh sebab itu, pemerintah tetap menyiagakan layanan penanganan akibat infeksi virus corona mutan tersebut. Pada Jumat (31/3/2023), Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran secara resmi ditutup, setelah menjalankan fungsinya selama lebih dari tiga tahun, sejak pertama kali merawat […]

  • Kejurnas Catur ke-50: Wagub Sulbar Dorong Lahirnya Talenta Baru dan Gairah Ekonomi

    Kejurnas Catur ke-50: Wagub Sulbar Dorong Lahirnya Talenta Baru dan Gairah Ekonomi

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 190
    • 0Komentar

    MAMUJU — Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S. Mengga, secara resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-50 sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) ke-45 tahun 2025, di Mamuju, Jumat 7 November 2025. Pembukaan ajang bergengsi ini turut dihadiri oleh Ketua Umum PB PERCASI Drs. GM Utut Adianto, jajaran pengurus PERCASI pusat, […]

  • Kesbangpol Jabar Gelar Dialog Generasi Muda Lintas Suku dan Agama

    Kesbangpol Jabar Gelar Dialog Generasi Muda Lintas Suku dan Agama

    • calendar_month Kam, 11 Mei 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 149
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat menggelar dialog antar pemuda dari lintas suku dan agama se-Jabar. Kegiatan setiap tahun tersebut merupakan salah satu agenda rutin Kesbangpol Jabar dalam membina kerukunan suku dan agama di Jabar. “Kita perlu mengajak dialog  generasi milenial dan generasi Z agar mereka benar-benar memahami hakekat keragaman […]

  • Pesan Ridwan Kamil kepada Generasi Muda: Bangun Mimpi Besar

    Pesan Ridwan Kamil kepada Generasi Muda: Bangun Mimpi Besar

    • calendar_month Ming, 18 Jun 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 108
    • 0Komentar

    JAKARTA — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi narasumber dalam acara festival kreatif KompasFest Creation 2023 di Dome Area, Senayan Park, Jakarta, Minggu (18/6/2023). Dalam acara tersebut, Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– menuturkan bahwa keberhasilan Indonesia menjadi negara adidaya pada 2045 ditentukan oleh generasi muda. Karena itu, Kang Emil berpesan kepada generasi muda untuk lebih […]

  • Ridwan Kamil: Beri Kemaslahatan Warga, Program Prakerja supaya Berlanjut  Ditargetkan 1 juta peserta tahun  2023

    Ridwan Kamil: Beri Kemaslahatan Warga, Program Prakerja supaya Berlanjut Ditargetkan 1 juta peserta tahun 2023

    • calendar_month Jum, 16 Jun 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 120
    • 0Komentar

    KOTA CIREBON — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomiaan Republik Indonesia Airlangga Hartarto bertemu dengan alumni Prakerja di Niri Cafe, Kota Cirebon, Jumat (16/6/2023). Ridwan Kamil mengungkapkan sebanyak 2,4 juta warga Jabar telah mengikuti program Prakerja dari Pemerintah Pusat dan banyak pula yang sukses dengan menghadirkan cerita-cerita inspiratif. “2,4 juta penerima […]

expand_less