Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Masjid Babussalam: Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama

Masjid Babussalam: Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
  • visibility 612
  • comment 0 komentar

citizen journalism:

Dr. Furqan Mawardi, Muballigh Akar Rumput

Pada tanggal 2 Januari 2025, saya memulai perjalanan panjang dari Makassar menuju Mamuju, sebuah perjalanan yang memakan waktu antara 10 hingga 12 jam. Saya memilih untuk berangkat dini hari setelah beristirahat cukup, agar perjalanan terasa lebih nyaman dan lancar. Seperti biasa, perjalanan ini diiringi dengan gerimis hujan yang kadang lebat, namun suasana jalan yang lengang membuat perjalanan terasa lebih tenang.

Saat waktu subuh tiba, saya memasuki kawasan Polewali Mandar, dan kami pun singgah di sebuah masjid yang sangat nyaman dan bersih, yaitu Masjid Babussalam yang terletak di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar.

Masjid ini telah lama menjadi tempat perhentian saya, karena selain kebersihannya yang terjaga, masjid ini memiliki kenyamanan yang tidak bisa ditemukan di sembarang tempat. Karpetnya yang bersih, pendingin ruangan yang dingin, serta aroma harum yang menyegarkan menjadikan masjid ini sangat layak untuk beribadah dengan khusyuk.

Namun, hari itu saya menemukan sesuatu yang lebih menarik dari sekadar kebersihan dan kenyamanan masjid. Setelah shalat subuh, saya memperhatikan dengan seksama apa yang terjadi di sekitar saya. Saya melihat para jamaah yang hadir, sebagian besar ibu-ibu, dengan semangat dan penuh tanggung jawab membersihkan masjid.

Mereka tidak hanya duduk menunggu, melainkan secara aktif mengambil sapu, sikat, dan alat kebersihan lainnya untuk menjaga kebersihan tempat tersebut. Mereka ada yang menyapu halaman parkir, menyapu teras,menyikat karpet, dan membersihkan kamar mandi serta tempat wudhu.

Sebuah pemandangan yang membuat saya terkesima. Saya pun merasa penasaran dan bertanya kepada salah satu jamaah yang sedang menyapu, “Pak, apakah ada petugas kebersihan khusus di masjid ini?” Dengan senyum, beliau menjawab, “Oh, tidak. Semua kebersihan masjid ini adalah tanggung jawab kami, jamaah yang ada di sekitar sini. Di sini, kami tidak mengandalkan petugas kebersihan yang digaji. Setiap jamaah merasa memiliki kewajiban untuk menjaga kebersihan masjid ini.”

Jawaban itu menggetarkan hati saya. Masjid Babussalam ini bukan hanya sekadar masjid yang indah dan nyaman, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Setiap jamaah merasa memiliki hak dan kewajiban untuk menjaga masjid tetap bersih, nyaman, dan layak sebagai tempat beribadah.

Dengan cara ini, kebersihan tidak hanya menjadi beban satu atau dua orang, tetapi menjadi usaha kolektif yang melibatkan setiap individu yang datang. Tidak ada lagi saling melempar tanggung jawab, karena setiap orang merasa terlibat dan ikut berperan.

Selain kenyamanan yang ditawarkan, Masjid Babussalam juga menjadi contoh nyata bahwa dengan semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab, biaya untuk menjaga kebersihan masjid bisa ditekan. Lebih dari itu, masjid ini menjadi tempat yang tidak hanya mendekatkan kita pada Allah, tetapi juga mengajarkan kita tentang pentingnya gotong-royong dan saling menjaga kebersihan sebagai wujud dari cinta terhadap rumah ibadah.

Pemandangan ini membuat saya teringat bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Seperti yang diajarkan dalam agama kita, menjaga kebersihan adalah cermin dari ketaatan kita. Namun lebih dari itu, masjid ini mengajarkan kita bagaimana kebersihan harus menjadi tanggung jawab bersama, bagaimana setiap individu harus merasa bertanggung jawab atas tempat yang mereka gunakan untuk beribadah.

Jika kita bisa menjaga masjid dengan penuh rasa tanggung jawab seperti ini, betapa indahnya jika kita juga menerapkan prinsip yang sama di kehidupan sehari-hari: saling menjaga, bekerja sama, dan memelihara kebersihan, bukan hanya untuk tempat ibadah, tetapi juga untuk lingkungan kita.

Masjid Babussalam di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, adalah contoh nyata bahwa kebersihan bisa terjaga apabila seluruh jamaah bersatu dalam tanggung jawab ini. Ini adalah masjid percontohan yang seharusnya menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lainnya. Kebersihan masjid bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal menjaga hati kita agar tetap suci dan layak untuk beribadah.

Seperti dalam kehidupan kita, ketika setiap individu merasa bertanggung jawab, kebersihan dan kenyamanan akan tercipta dengan sendirinya. Masjid ini mengajarkan bahwa kebersihan adalah bentuk ibadah yang tidak terbatas hanya pada ritual, tetapi juga pada tindakan sehari-hari yang menunjukkan kepedulian kita terhadap tempat yang kita cintai. Dan dengan menjaga kebersihan bersama, kita tidak hanya menjaga tempat ibadah kita, tetapi juga hati kita. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inspektur Daerah Sulbar Hadiri Rapat Penjaringan Direksi PT Sulbar Malaqbi

    Inspektur Daerah Sulbar Hadiri Rapat Penjaringan Direksi PT Sulbar Malaqbi

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 100
    • 0Komentar

    MAMUJU – Inspektur Daerah Provinsi Sulawesi Barat, M. Natsir, menghadiri Rapat Tim Seleksi Anggota Direksi BUMD PT Sulawesi Barat Malaqbi (Perseroda) yang dilaksanakan pada Selasa, 6 Januari 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Kantor Gubernur Sulawesi Barat. Rapat Tim Seleksi ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka […]

  • Yasir Fatta Minta Regu Satu Jaga Kekompakan di Posko Siaga

    Yasir Fatta Minta Regu Satu Jaga Kekompakan di Posko Siaga

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 117
    • 0Komentar

    MAMUJU — Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Muhammad Yasir Fattah, menegaskan agar Regu Satu Posko Siaga Darurat BPBD Sulbar tetap aktif, solid, dan menjaga kekompakan dalam menjalankan tugas siaga kebencanaan. Arahan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang masih berpeluang terjadi di wilayah […]

  • Wagub Uu Ajak Masyarakat Tetap Produktif saat Ramadan

    Wagub Uu Ajak Masyarakat Tetap Produktif saat Ramadan

    • calendar_month Ming, 9 Apr 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 147
    • 0Komentar

    KABUPATEN CIAMIS — Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengajak masyarakat tetap produktif bekerja dan berkarya di bulan Ramadan. Produktivitas seseorang mesti dijaga demi ketahanan keluarga. “Masyarakat hayu meningkatkan ekonomi kita masing- masing, kami selaku pimpinan di Jawa Barat mendorong masyarakat untuk sejahtera,” ujar Uu Ruzhanul Ulum saat Subuh Keliling, di Pondok Pesantren Miftahul […]

  • FORNAS VII 2023 JABAR, Perolehan Medali Kontingen Jawa Barat Tak Terkejar

    FORNAS VII 2023 JABAR, Perolehan Medali Kontingen Jawa Barat Tak Terkejar

    • calendar_month Jum, 7 Jul 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 126
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG – Provinsi Jawa Barat diambang juara umum dalam ajang Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Fornas) VII 2023 Jabar. Perolehan medali sudah mencapai 100 lebih dan sulit dikejar provinsi lain. Hingga Kamis (6/7/2023) atau menyisakan dua hari lagi, dalam klasemen tim Jawa Barat masih berada di posisi pertama diikuti Provinsi DKI Jakarta dan Jawa […]

  • Sekda Setiawan: Pembangunan SDM Jadi Kunci Indonesia Menuju Negara Maju 2045

    Sekda Setiawan: Pembangunan SDM Jadi Kunci Indonesia Menuju Negara Maju 2045

    • calendar_month Sen, 31 Jul 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 122
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengemukakan, kemajuan sebuah negara dipengaruhi oleh aspek kualitas Sumber Daya Manusia, ekonomi, infrastruktur serta reformasi birokrasi, yang disertai dengan kemampuan digitalisasi. Indonesia dengan penduduk kurang lebih 329 juta jiwa, 70 persen penduduk kelas menengah dan pendapatan per kapita kurang lebih mencapai Rp327,1 juta berpeluang menjadi […]

  • DPRD Sulbar Setujui Dua Ranperda, Gubernur Suhardi Duka Ungkap Tekanan Fiskal Daerah

    DPRD Sulbar Setujui Dua Ranperda, Gubernur Suhardi Duka Ungkap Tekanan Fiskal Daerah

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 148
    • 0Komentar

    MAMUJU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Barat menggelar rapat paripurna dalam rangka penyerahan surat keputusan pimpinan DPRD tentang penyempurnaan dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), yaitu Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024 dan Ranperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025. Rapat ini juga dirangkaikan dengan penyerahan dan penjelasan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, terhadap […]

expand_less