Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Masjid Babussalam: Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama

Masjid Babussalam: Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
  • visibility 855
  • comment 0 komentar

citizen journalism:

Dr. Furqan Mawardi, Muballigh Akar Rumput

Pada tanggal 2 Januari 2025, saya memulai perjalanan panjang dari Makassar menuju Mamuju, sebuah perjalanan yang memakan waktu antara 10 hingga 12 jam. Saya memilih untuk berangkat dini hari setelah beristirahat cukup, agar perjalanan terasa lebih nyaman dan lancar. Seperti biasa, perjalanan ini diiringi dengan gerimis hujan yang kadang lebat, namun suasana jalan yang lengang membuat perjalanan terasa lebih tenang.

Saat waktu subuh tiba, saya memasuki kawasan Polewali Mandar, dan kami pun singgah di sebuah masjid yang sangat nyaman dan bersih, yaitu Masjid Babussalam yang terletak di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar.

Masjid ini telah lama menjadi tempat perhentian saya, karena selain kebersihannya yang terjaga, masjid ini memiliki kenyamanan yang tidak bisa ditemukan di sembarang tempat. Karpetnya yang bersih, pendingin ruangan yang dingin, serta aroma harum yang menyegarkan menjadikan masjid ini sangat layak untuk beribadah dengan khusyuk.

Namun, hari itu saya menemukan sesuatu yang lebih menarik dari sekadar kebersihan dan kenyamanan masjid. Setelah shalat subuh, saya memperhatikan dengan seksama apa yang terjadi di sekitar saya. Saya melihat para jamaah yang hadir, sebagian besar ibu-ibu, dengan semangat dan penuh tanggung jawab membersihkan masjid.

Mereka tidak hanya duduk menunggu, melainkan secara aktif mengambil sapu, sikat, dan alat kebersihan lainnya untuk menjaga kebersihan tempat tersebut. Mereka ada yang menyapu halaman parkir, menyapu teras,menyikat karpet, dan membersihkan kamar mandi serta tempat wudhu.

Sebuah pemandangan yang membuat saya terkesima. Saya pun merasa penasaran dan bertanya kepada salah satu jamaah yang sedang menyapu, “Pak, apakah ada petugas kebersihan khusus di masjid ini?” Dengan senyum, beliau menjawab, “Oh, tidak. Semua kebersihan masjid ini adalah tanggung jawab kami, jamaah yang ada di sekitar sini. Di sini, kami tidak mengandalkan petugas kebersihan yang digaji. Setiap jamaah merasa memiliki kewajiban untuk menjaga kebersihan masjid ini.”

Jawaban itu menggetarkan hati saya. Masjid Babussalam ini bukan hanya sekadar masjid yang indah dan nyaman, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Setiap jamaah merasa memiliki hak dan kewajiban untuk menjaga masjid tetap bersih, nyaman, dan layak sebagai tempat beribadah.

Dengan cara ini, kebersihan tidak hanya menjadi beban satu atau dua orang, tetapi menjadi usaha kolektif yang melibatkan setiap individu yang datang. Tidak ada lagi saling melempar tanggung jawab, karena setiap orang merasa terlibat dan ikut berperan.

Selain kenyamanan yang ditawarkan, Masjid Babussalam juga menjadi contoh nyata bahwa dengan semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab, biaya untuk menjaga kebersihan masjid bisa ditekan. Lebih dari itu, masjid ini menjadi tempat yang tidak hanya mendekatkan kita pada Allah, tetapi juga mengajarkan kita tentang pentingnya gotong-royong dan saling menjaga kebersihan sebagai wujud dari cinta terhadap rumah ibadah.

Pemandangan ini membuat saya teringat bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Seperti yang diajarkan dalam agama kita, menjaga kebersihan adalah cermin dari ketaatan kita. Namun lebih dari itu, masjid ini mengajarkan kita bagaimana kebersihan harus menjadi tanggung jawab bersama, bagaimana setiap individu harus merasa bertanggung jawab atas tempat yang mereka gunakan untuk beribadah.

Jika kita bisa menjaga masjid dengan penuh rasa tanggung jawab seperti ini, betapa indahnya jika kita juga menerapkan prinsip yang sama di kehidupan sehari-hari: saling menjaga, bekerja sama, dan memelihara kebersihan, bukan hanya untuk tempat ibadah, tetapi juga untuk lingkungan kita.

Masjid Babussalam di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, adalah contoh nyata bahwa kebersihan bisa terjaga apabila seluruh jamaah bersatu dalam tanggung jawab ini. Ini adalah masjid percontohan yang seharusnya menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lainnya. Kebersihan masjid bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal menjaga hati kita agar tetap suci dan layak untuk beribadah.

Seperti dalam kehidupan kita, ketika setiap individu merasa bertanggung jawab, kebersihan dan kenyamanan akan tercipta dengan sendirinya. Masjid ini mengajarkan bahwa kebersihan adalah bentuk ibadah yang tidak terbatas hanya pada ritual, tetapi juga pada tindakan sehari-hari yang menunjukkan kepedulian kita terhadap tempat yang kita cintai. Dan dengan menjaga kebersihan bersama, kita tidak hanya menjaga tempat ibadah kita, tetapi juga hati kita. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nikmati Malam Minggu di Majalengka, Ridwan Kamil Bermain Bola dengan Anak-anak

    Nikmati Malam Minggu di Majalengka, Ridwan Kamil Bermain Bola dengan Anak-anak

    • calendar_month Sab, 23 Apr 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 281
    • 0Komentar

    KABUPATEN MAJALENGKA — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menikmati malam minggu di Alun-alun Kabupaten Majalengka dengan bermain bola bersama anak-anak. Kehangatan Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– dan anak-anak Kabupaten Majalengka itu terjadi selepas kegiatan Safari Ramadan Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Agung Al-Imam. Setelah berkeliling Alun-alun Majalengka, Kang Emil dan Bupati Majalengka berhenti sejenak. Lalu, […]

  • SMSI Memperluas Jaringan Internasional

    SMSI Memperluas Jaringan Internasional

    • calendar_month Rab, 25 Des 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Catatan Akhir Tahun 2024: SMSI Memperluas Jaringan Internasional Oleh: Dr. Retno Intani ZA, Wakil Ketua Umum SMSI Urusan Luar Negeri SERIKAT Media Siber Indonesia (SMSI) yang berada di kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak bisa mengurung diri secara eksklusif, hanya bergaul dengan sesama Indonesia. Pergaulan dan kerja sama internasional harus dijalin. Indonesia berada di negara perlintasan […]

  • Peluang Investasi Besar di Kawasan Pariwisata

    Peluang Investasi Besar di Kawasan Pariwisata

    • calendar_month Sen, 1 Mei 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Ada peluang investasi besar di kawasan pariwisata. Dampak ke lapangan kerja enam kali lebih besar. Indeks pembangunan tour dan travel Indonesia telah menyalip Thailand dan Malaysia. Berada di semenanjung yang dikepung laut biru dengan beberapa pulau kecil di sekelilingnya membuat Kota Labuan Bajo memang tampak cantik nan menawan. Serangkaian penataan kawasan dengan sentuhan arsitektur mutakhir, […]

  • Ridwan Kamil: Ketenteraman Tunjang Kelancaran Pembangunan di Jawa Barat

    Ridwan Kamil: Ketenteraman Tunjang Kelancaran Pembangunan di Jawa Barat

    • calendar_month Sen, 7 Mar 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 277
    • 0Komentar

    BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengemukakan, pembangunan proyek strategis di Jabar bisa terlaksana dengan baik berkat peran Satpol PP dan Satlinmas yang dapat memberikan ketenteraman dan kenyamanan pada masyarakat. Ketenteraman dan kenyamanan ini bisa berjalan karena adanya kolaborasi dari berbagai stakeholder, sehingga sejumlah pembangunan di Jabar yang sifatnya menghadirkan kebermanfaatan bagi warga bisa […]

  • Rumah Gadang, Warisan Terbesar di Sumatra Barat

    Rumah Gadang, Warisan Terbesar di Sumatra Barat

    • calendar_month Rab, 8 Mar 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Banyak suku di Indonesia memiliki ciri khas arsitektur bangunan. Satu yang paling megah adalah rumah Gadang. Bangunan besar dengan atap yang megah disebut sebagai simbol kebesaran budaya suku Minangkabau. Rumah Gadang sering juga disebut Rumah Godang, Bagonjong, dan Baanjuang. Struktur pondasinya tahan terhadap gempa. Tidak ada paku yang menempel pada setiap sambungannya, karena rumah Gadang […]

  • Gubernur Sulbar Letakkan Batu Pertama Masjid An-Nur Mamuju

    Gubernur Sulbar Letakkan Batu Pertama Masjid An-Nur Mamuju

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 140
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulbar, Suhardi Duka bersama Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid An-Nur Tanete Guru, Lingkungan Danga Kelurahan Binanga, Mamuju dirangkaikan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Jumat, 16 Januari 2026. Hadir juga mendampingi Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Sulbar, Anggota DPRD Mamuju, Anggota DPRD […]

expand_less