Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Masjid Babussalam: Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama

Masjid Babussalam: Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
  • visibility 827
  • comment 0 komentar

citizen journalism:

Dr. Furqan Mawardi, Muballigh Akar Rumput

Pada tanggal 2 Januari 2025, saya memulai perjalanan panjang dari Makassar menuju Mamuju, sebuah perjalanan yang memakan waktu antara 10 hingga 12 jam. Saya memilih untuk berangkat dini hari setelah beristirahat cukup, agar perjalanan terasa lebih nyaman dan lancar. Seperti biasa, perjalanan ini diiringi dengan gerimis hujan yang kadang lebat, namun suasana jalan yang lengang membuat perjalanan terasa lebih tenang.

Saat waktu subuh tiba, saya memasuki kawasan Polewali Mandar, dan kami pun singgah di sebuah masjid yang sangat nyaman dan bersih, yaitu Masjid Babussalam yang terletak di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar.

Masjid ini telah lama menjadi tempat perhentian saya, karena selain kebersihannya yang terjaga, masjid ini memiliki kenyamanan yang tidak bisa ditemukan di sembarang tempat. Karpetnya yang bersih, pendingin ruangan yang dingin, serta aroma harum yang menyegarkan menjadikan masjid ini sangat layak untuk beribadah dengan khusyuk.

Namun, hari itu saya menemukan sesuatu yang lebih menarik dari sekadar kebersihan dan kenyamanan masjid. Setelah shalat subuh, saya memperhatikan dengan seksama apa yang terjadi di sekitar saya. Saya melihat para jamaah yang hadir, sebagian besar ibu-ibu, dengan semangat dan penuh tanggung jawab membersihkan masjid.

Mereka tidak hanya duduk menunggu, melainkan secara aktif mengambil sapu, sikat, dan alat kebersihan lainnya untuk menjaga kebersihan tempat tersebut. Mereka ada yang menyapu halaman parkir, menyapu teras,menyikat karpet, dan membersihkan kamar mandi serta tempat wudhu.

Sebuah pemandangan yang membuat saya terkesima. Saya pun merasa penasaran dan bertanya kepada salah satu jamaah yang sedang menyapu, “Pak, apakah ada petugas kebersihan khusus di masjid ini?” Dengan senyum, beliau menjawab, “Oh, tidak. Semua kebersihan masjid ini adalah tanggung jawab kami, jamaah yang ada di sekitar sini. Di sini, kami tidak mengandalkan petugas kebersihan yang digaji. Setiap jamaah merasa memiliki kewajiban untuk menjaga kebersihan masjid ini.”

Jawaban itu menggetarkan hati saya. Masjid Babussalam ini bukan hanya sekadar masjid yang indah dan nyaman, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Setiap jamaah merasa memiliki hak dan kewajiban untuk menjaga masjid tetap bersih, nyaman, dan layak sebagai tempat beribadah.

Dengan cara ini, kebersihan tidak hanya menjadi beban satu atau dua orang, tetapi menjadi usaha kolektif yang melibatkan setiap individu yang datang. Tidak ada lagi saling melempar tanggung jawab, karena setiap orang merasa terlibat dan ikut berperan.

Selain kenyamanan yang ditawarkan, Masjid Babussalam juga menjadi contoh nyata bahwa dengan semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab, biaya untuk menjaga kebersihan masjid bisa ditekan. Lebih dari itu, masjid ini menjadi tempat yang tidak hanya mendekatkan kita pada Allah, tetapi juga mengajarkan kita tentang pentingnya gotong-royong dan saling menjaga kebersihan sebagai wujud dari cinta terhadap rumah ibadah.

Pemandangan ini membuat saya teringat bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Seperti yang diajarkan dalam agama kita, menjaga kebersihan adalah cermin dari ketaatan kita. Namun lebih dari itu, masjid ini mengajarkan kita bagaimana kebersihan harus menjadi tanggung jawab bersama, bagaimana setiap individu harus merasa bertanggung jawab atas tempat yang mereka gunakan untuk beribadah.

Jika kita bisa menjaga masjid dengan penuh rasa tanggung jawab seperti ini, betapa indahnya jika kita juga menerapkan prinsip yang sama di kehidupan sehari-hari: saling menjaga, bekerja sama, dan memelihara kebersihan, bukan hanya untuk tempat ibadah, tetapi juga untuk lingkungan kita.

Masjid Babussalam di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, adalah contoh nyata bahwa kebersihan bisa terjaga apabila seluruh jamaah bersatu dalam tanggung jawab ini. Ini adalah masjid percontohan yang seharusnya menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lainnya. Kebersihan masjid bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal menjaga hati kita agar tetap suci dan layak untuk beribadah.

Seperti dalam kehidupan kita, ketika setiap individu merasa bertanggung jawab, kebersihan dan kenyamanan akan tercipta dengan sendirinya. Masjid ini mengajarkan bahwa kebersihan adalah bentuk ibadah yang tidak terbatas hanya pada ritual, tetapi juga pada tindakan sehari-hari yang menunjukkan kepedulian kita terhadap tempat yang kita cintai. Dan dengan menjaga kebersihan bersama, kita tidak hanya menjaga tempat ibadah kita, tetapi juga hati kita. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SDK Ajak Saling Mendoakan untuk Sulbar Lebih Baik

    SDK Ajak Saling Mendoakan untuk Sulbar Lebih Baik

    • calendar_month Sab, 1 Mar 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 135
    • 0Komentar

    POLEWALI– Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK)  dan Wakil Gubernur Sulbar Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga (JSM), tiba di Sulawesi Barat setelah menyelesaikan retreat di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah. Turut serta dalam rombongan, Bupati Mamuju Sutinah Suhardi dan Wakil Bupati Mamuju Yuki Permana. Kedatangan mereka di Rumah Jabatan Bupati Polewali Mandar disambut […]

  • SatuSehat, Layanan Kesehatan Terpadu dalam Genggaman

    SatuSehat, Layanan Kesehatan Terpadu dalam Genggaman

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Mulai 1 Maret 2023, aplikasi PeduliLindungi terintegrasi ke SatuSehat sebagai bagian dari sistem layanan kesehatan terpadu yang dikembangkan Kementerian Kesehatan. Seiring dengan menurunkan tingkat penularan dan kasus Covid-19 di Indonesia, maka pemerintah memutuskan mencabut status Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada akhir Desember 2022. Pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi sebagai alat pemantau pergerakan masyarakat dan asesmen kesehatan […]

  • Operasi Marano Polres Majene Ungkap 2 TO dan 8 Non TO

    Operasi Marano Polres Majene Ungkap 2 TO dan 8 Non TO

    • calendar_month Rab, 1 Feb 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 125
    • 0Komentar

    MAJENE – Bukan menjadi rahasia umum jika Penyakit Masyarakat (Pekat) seperti narkoba, peredaran miras, perjudian, prostitusi terjadi di lingkungan masyarakat baik, secara terang-terangan ataupun dilakukan secara terselubung. Pekat ini merupakan tanggung jawab bersama meskipun kepolisian menjadi garda terdepan, karena pekat sangat berbahaya dalam bermasyarakat, sehingga harus segera di berantas. Seperti, pemberantasan pekat yang digelar Kepolisian […]

  • Pulau Tawale, Gerbang Surga di Negeri Saruma

    Pulau Tawale, Gerbang Surga di Negeri Saruma

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Kabupaten Halmahera Selatan memiliki destinasi wisata yang masih perawan. Keindahan alam dan wisata bahari di Maluku Utara sungguh memikat hati. Meski provinsi seluas 31.982 kilometer persegi di timur Indonesia ini tak mudah dijangkau, justru di situlah letak daya tarik dan tantangannya. Laut, pulau-pulau, dan hutannya masih terjaga alami dan menjadi rumah ternyaman bagi aneka flora […]

  • Salim Mengga Ancam Tempuh Jalur Hukum Jika Randis Tidak Dikembalikan

    Salim Mengga Ancam Tempuh Jalur Hukum Jika Randis Tidak Dikembalikan

    • calendar_month Sab, 19 Apr 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 516
    • 0Komentar

    POLEWALI – Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Salim S Mengga kembali menegaskan akan menempuh jalur hukum jika aset berupa kendaraan dinas milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat tidak segera dikembalikan. “Kalau saya sudah himbau namun masih tidak mengembalikan, saya katakan dengan sangat menyesal, pasti saya akan tempuh jalur hukum, karena itu milik Pemda dibeli […]

  • Dari Bapperida ke Sekprov: Kisah Junda Maulana, Pemimpin yang Tumbuh dari Kesederhanaan

    Dari Bapperida ke Sekprov: Kisah Junda Maulana, Pemimpin yang Tumbuh dari Kesederhanaan

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 206
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) dijadwalkan akan melantik Junda Maulana sebagai Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulbar pada Senin, 10 November 2025 hari ini. Sosok birokrat berpengalaman ini dikenal berprestasi, berdedikasi tinggi, serta memiliki rekam jejak panjang dalam pemerintahan dan pembangunan daerah. Pendidikan dan Kehidupan Pribadi Junda Maulana dikenal sebagai pribadi gemar membaca dan […]

expand_less