Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Masjid Babussalam: Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama

Masjid Babussalam: Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
  • visibility 715
  • comment 0 komentar

citizen journalism:

Dr. Furqan Mawardi, Muballigh Akar Rumput

Pada tanggal 2 Januari 2025, saya memulai perjalanan panjang dari Makassar menuju Mamuju, sebuah perjalanan yang memakan waktu antara 10 hingga 12 jam. Saya memilih untuk berangkat dini hari setelah beristirahat cukup, agar perjalanan terasa lebih nyaman dan lancar. Seperti biasa, perjalanan ini diiringi dengan gerimis hujan yang kadang lebat, namun suasana jalan yang lengang membuat perjalanan terasa lebih tenang.

Saat waktu subuh tiba, saya memasuki kawasan Polewali Mandar, dan kami pun singgah di sebuah masjid yang sangat nyaman dan bersih, yaitu Masjid Babussalam yang terletak di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar.

Masjid ini telah lama menjadi tempat perhentian saya, karena selain kebersihannya yang terjaga, masjid ini memiliki kenyamanan yang tidak bisa ditemukan di sembarang tempat. Karpetnya yang bersih, pendingin ruangan yang dingin, serta aroma harum yang menyegarkan menjadikan masjid ini sangat layak untuk beribadah dengan khusyuk.

Namun, hari itu saya menemukan sesuatu yang lebih menarik dari sekadar kebersihan dan kenyamanan masjid. Setelah shalat subuh, saya memperhatikan dengan seksama apa yang terjadi di sekitar saya. Saya melihat para jamaah yang hadir, sebagian besar ibu-ibu, dengan semangat dan penuh tanggung jawab membersihkan masjid.

Mereka tidak hanya duduk menunggu, melainkan secara aktif mengambil sapu, sikat, dan alat kebersihan lainnya untuk menjaga kebersihan tempat tersebut. Mereka ada yang menyapu halaman parkir, menyapu teras,menyikat karpet, dan membersihkan kamar mandi serta tempat wudhu.

Sebuah pemandangan yang membuat saya terkesima. Saya pun merasa penasaran dan bertanya kepada salah satu jamaah yang sedang menyapu, “Pak, apakah ada petugas kebersihan khusus di masjid ini?” Dengan senyum, beliau menjawab, “Oh, tidak. Semua kebersihan masjid ini adalah tanggung jawab kami, jamaah yang ada di sekitar sini. Di sini, kami tidak mengandalkan petugas kebersihan yang digaji. Setiap jamaah merasa memiliki kewajiban untuk menjaga kebersihan masjid ini.”

Jawaban itu menggetarkan hati saya. Masjid Babussalam ini bukan hanya sekadar masjid yang indah dan nyaman, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Setiap jamaah merasa memiliki hak dan kewajiban untuk menjaga masjid tetap bersih, nyaman, dan layak sebagai tempat beribadah.

Dengan cara ini, kebersihan tidak hanya menjadi beban satu atau dua orang, tetapi menjadi usaha kolektif yang melibatkan setiap individu yang datang. Tidak ada lagi saling melempar tanggung jawab, karena setiap orang merasa terlibat dan ikut berperan.

Selain kenyamanan yang ditawarkan, Masjid Babussalam juga menjadi contoh nyata bahwa dengan semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab, biaya untuk menjaga kebersihan masjid bisa ditekan. Lebih dari itu, masjid ini menjadi tempat yang tidak hanya mendekatkan kita pada Allah, tetapi juga mengajarkan kita tentang pentingnya gotong-royong dan saling menjaga kebersihan sebagai wujud dari cinta terhadap rumah ibadah.

Pemandangan ini membuat saya teringat bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Seperti yang diajarkan dalam agama kita, menjaga kebersihan adalah cermin dari ketaatan kita. Namun lebih dari itu, masjid ini mengajarkan kita bagaimana kebersihan harus menjadi tanggung jawab bersama, bagaimana setiap individu harus merasa bertanggung jawab atas tempat yang mereka gunakan untuk beribadah.

Jika kita bisa menjaga masjid dengan penuh rasa tanggung jawab seperti ini, betapa indahnya jika kita juga menerapkan prinsip yang sama di kehidupan sehari-hari: saling menjaga, bekerja sama, dan memelihara kebersihan, bukan hanya untuk tempat ibadah, tetapi juga untuk lingkungan kita.

Masjid Babussalam di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, adalah contoh nyata bahwa kebersihan bisa terjaga apabila seluruh jamaah bersatu dalam tanggung jawab ini. Ini adalah masjid percontohan yang seharusnya menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lainnya. Kebersihan masjid bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal menjaga hati kita agar tetap suci dan layak untuk beribadah.

Seperti dalam kehidupan kita, ketika setiap individu merasa bertanggung jawab, kebersihan dan kenyamanan akan tercipta dengan sendirinya. Masjid ini mengajarkan bahwa kebersihan adalah bentuk ibadah yang tidak terbatas hanya pada ritual, tetapi juga pada tindakan sehari-hari yang menunjukkan kepedulian kita terhadap tempat yang kita cintai. Dan dengan menjaga kebersihan bersama, kita tidak hanya menjaga tempat ibadah kita, tetapi juga hati kita. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemendikbud Buka Pendaftaran Mahasiswa Wirausaha Merdeka

    Kemendikbud Buka Pendaftaran Mahasiswa Wirausaha Merdeka

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Pendaftaran akun mahasiswa Wirausaha Merdeka akan dibuka mulai 20 April 2023. Program ini dapat diikuti oleh mahasiswa aktif D2, D3, D4, dan S1, serta bisa pula diikuti oleh mahasiswa jenjang S2 dan S3. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Program Wirausaha Merdeka saat ini tengah membuka pendaftaran perguruan tinggi pelaksana untuk angkatan yang […]

  • Reminder! Hari ini, Ponsel-ponsel Jadul Tidak Bisa Pakai WhatsApp

    Reminder! Hari ini, Ponsel-ponsel Jadul Tidak Bisa Pakai WhatsApp

    • calendar_month Sel, 24 Okt 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Mulai hari ini, 24 Oktober 2023, aplikasi perpesanan WhatsApp akan memberhentikan dukungan mereka ke beberapa smartphone lawas dari berbagai brand. WhatsApp mengumumkan bahwa mereka akan berhenti memberi dukungan pada Android OS 5.0 ke bawah. WhatsApp juga akan berhenti memberi dukungan pada sistem operasi iOS 11 ke bawah. Melansir dari Business Today, Senin, (23/10), peraturan ini […]

  • Bank Indonesia Apresiasi Tingginya Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I Tahun 2022

    Bank Indonesia Apresiasi Tingginya Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I Tahun 2022

    • calendar_month Sab, 14 Mei 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 191
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan 1/2022 mencapai 5,61 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. Tingginya pertumbuhan ekonomi itu mendapatkan apresiasi dari Bank Indonesia.  Pertumbuhan diatas lima persen menunjukan naiknya ekspor, investasi, maupun konsumsi masyarakat di Jabar. Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni P Joewono mengemukakan, Jabar patut berbangga dengan pencapaian pertumbuhan […]

  • Tanjung Papuma, Pantai Elok di Lintas Selatan Jawa

    Tanjung Papuma, Pantai Elok di Lintas Selatan Jawa

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Jalur lintas selatan Jawa menyuguhkan eksotisme alam yang menawan. Satu di antara banyak tempat itu bernama pantai Tanjung Papuma. Pantai Tanjung Papuma terletak di sebelah selatan Kota Jember, Provinsi Jawa Timur yang berada di jalur Bromo, Ijen, dan Bali. Pantai pasir putih ini terletak kurang lebih 37 km ke arah selatan dari Kota Jember, atau […]

  • Dukung Kesempatan Belajar, Pemprov Sulbar Perkuat Kerja Sama dengan Unasman

    Dukung Kesempatan Belajar, Pemprov Sulbar Perkuat Kerja Sama dengan Unasman

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 226
    • 0Komentar

    MAMUJU – Pemprov Sulbar terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan akses pendidikan tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan pertemuan silaturahmi antara Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dengan Rektor Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) Dr. Hj. Chuduriah Sahabuddin yang berlangsung di ruang kerja Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Selasa 23 September 2025. Dalam pertemuan […]

  • Tiba di Mamuju, SDK Mengaku Disambut Hangat Masyarakat dan Forkopimda

    Tiba di Mamuju, SDK Mengaku Disambut Hangat Masyarakat dan Forkopimda

    • calendar_month Ming, 2 Mar 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 213
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) tiba di ibu kota provinsi, Mamuju, sekira pukul 08.30 Wita, Sabtu, 1 Maret 2025 seusai mengikuti retreat di Magelang, Jawa Tengah. Setiba di Mamuju, Suhardi langsung menuju Rujab Bupati Mamuju (Sapota) bersama Bupati Mamuju Sutinah Suhardi dan Wabup Mamuju Yuki Permana. Terlihat, sejumlah forkopimda, pimpinan instansi vertikal, pimpinan […]

expand_less