Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Masjid Babussalam: Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama

Masjid Babussalam: Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
  • visibility 372
  • comment 0 komentar

citizen journalism:

Dr. Furqan Mawardi, Muballigh Akar Rumput

Pada tanggal 2 Januari 2025, saya memulai perjalanan panjang dari Makassar menuju Mamuju, sebuah perjalanan yang memakan waktu antara 10 hingga 12 jam. Saya memilih untuk berangkat dini hari setelah beristirahat cukup, agar perjalanan terasa lebih nyaman dan lancar. Seperti biasa, perjalanan ini diiringi dengan gerimis hujan yang kadang lebat, namun suasana jalan yang lengang membuat perjalanan terasa lebih tenang.

Saat waktu subuh tiba, saya memasuki kawasan Polewali Mandar, dan kami pun singgah di sebuah masjid yang sangat nyaman dan bersih, yaitu Masjid Babussalam yang terletak di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar.

Masjid ini telah lama menjadi tempat perhentian saya, karena selain kebersihannya yang terjaga, masjid ini memiliki kenyamanan yang tidak bisa ditemukan di sembarang tempat. Karpetnya yang bersih, pendingin ruangan yang dingin, serta aroma harum yang menyegarkan menjadikan masjid ini sangat layak untuk beribadah dengan khusyuk.

Namun, hari itu saya menemukan sesuatu yang lebih menarik dari sekadar kebersihan dan kenyamanan masjid. Setelah shalat subuh, saya memperhatikan dengan seksama apa yang terjadi di sekitar saya. Saya melihat para jamaah yang hadir, sebagian besar ibu-ibu, dengan semangat dan penuh tanggung jawab membersihkan masjid.

Mereka tidak hanya duduk menunggu, melainkan secara aktif mengambil sapu, sikat, dan alat kebersihan lainnya untuk menjaga kebersihan tempat tersebut. Mereka ada yang menyapu halaman parkir, menyapu teras,menyikat karpet, dan membersihkan kamar mandi serta tempat wudhu.

Sebuah pemandangan yang membuat saya terkesima. Saya pun merasa penasaran dan bertanya kepada salah satu jamaah yang sedang menyapu, “Pak, apakah ada petugas kebersihan khusus di masjid ini?” Dengan senyum, beliau menjawab, “Oh, tidak. Semua kebersihan masjid ini adalah tanggung jawab kami, jamaah yang ada di sekitar sini. Di sini, kami tidak mengandalkan petugas kebersihan yang digaji. Setiap jamaah merasa memiliki kewajiban untuk menjaga kebersihan masjid ini.”

Jawaban itu menggetarkan hati saya. Masjid Babussalam ini bukan hanya sekadar masjid yang indah dan nyaman, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Setiap jamaah merasa memiliki hak dan kewajiban untuk menjaga masjid tetap bersih, nyaman, dan layak sebagai tempat beribadah.

Dengan cara ini, kebersihan tidak hanya menjadi beban satu atau dua orang, tetapi menjadi usaha kolektif yang melibatkan setiap individu yang datang. Tidak ada lagi saling melempar tanggung jawab, karena setiap orang merasa terlibat dan ikut berperan.

Selain kenyamanan yang ditawarkan, Masjid Babussalam juga menjadi contoh nyata bahwa dengan semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab, biaya untuk menjaga kebersihan masjid bisa ditekan. Lebih dari itu, masjid ini menjadi tempat yang tidak hanya mendekatkan kita pada Allah, tetapi juga mengajarkan kita tentang pentingnya gotong-royong dan saling menjaga kebersihan sebagai wujud dari cinta terhadap rumah ibadah.

Pemandangan ini membuat saya teringat bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Seperti yang diajarkan dalam agama kita, menjaga kebersihan adalah cermin dari ketaatan kita. Namun lebih dari itu, masjid ini mengajarkan kita bagaimana kebersihan harus menjadi tanggung jawab bersama, bagaimana setiap individu harus merasa bertanggung jawab atas tempat yang mereka gunakan untuk beribadah.

Jika kita bisa menjaga masjid dengan penuh rasa tanggung jawab seperti ini, betapa indahnya jika kita juga menerapkan prinsip yang sama di kehidupan sehari-hari: saling menjaga, bekerja sama, dan memelihara kebersihan, bukan hanya untuk tempat ibadah, tetapi juga untuk lingkungan kita.

Masjid Babussalam di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, adalah contoh nyata bahwa kebersihan bisa terjaga apabila seluruh jamaah bersatu dalam tanggung jawab ini. Ini adalah masjid percontohan yang seharusnya menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lainnya. Kebersihan masjid bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal menjaga hati kita agar tetap suci dan layak untuk beribadah.

Seperti dalam kehidupan kita, ketika setiap individu merasa bertanggung jawab, kebersihan dan kenyamanan akan tercipta dengan sendirinya. Masjid ini mengajarkan bahwa kebersihan adalah bentuk ibadah yang tidak terbatas hanya pada ritual, tetapi juga pada tindakan sehari-hari yang menunjukkan kepedulian kita terhadap tempat yang kita cintai. Dan dengan menjaga kebersihan bersama, kita tidak hanya menjaga tempat ibadah kita, tetapi juga hati kita. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ridwan Kamil Lepas Kirab Budaya dan Karnaval Pembangunan

    Ridwan Kamil Lepas Kirab Budaya dan Karnaval Pembangunan

    • calendar_month Kam, 8 Jun 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 104
    • 0Komentar

    KABUPATEN MAJALENGKA — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepas kirab budaya dan karnaval pembangunan dalam rangka Hari Jadi ke-533 Kabupaten Majalengka di Jl. KH Abdul Halim, Kamis (8/6/2023). Kirab budaya menampilkan ragam tradisi khas dari 10 kabupaten/kota di Jabar dan Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Majalengka, Kuningan, Ciamis, Pangandaran, Brebes, Cilacap, Indramayu, Cirebon, Kota Cirebon […]

  • Sentuhan Bung Karno di Masjid Jamik Bengkulu

    Sentuhan Bung Karno di Masjid Jamik Bengkulu

    • calendar_month Ming, 2 Apr 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Bung Karno saat dalam pengasingannya di Bumi Rafflesia pernah membantu mendesain ulang masjid yang berlokasi tak jauh dari kediamannya. Ada lebih dari 2.000 masjid dan surau berdiri di Provinsi Bengkulu, sejak pertama kali Islam masuk ke Bumi Rafflesia, pada permulaan abad 17 silam. Tak sedikit dari rumah-rumah ibadah itu masuk kategori cagar budaya. karena unsur […]

  • Biro Organisasi Sulbar Bentuk Tim Pembinaan dan Pengendalian Perangkat Daerah

    Biro Organisasi Sulbar Bentuk Tim Pembinaan dan Pengendalian Perangkat Daerah

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 82
    • 0Komentar

    MAMUJU – Dalam upaya meningkatkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien, Biro Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar rapat koordinasi terkait pembentukan Tim Pembinaan dan Pengendalian Perangkat Daerah, Senin, 19 Januari 2026. Pertemuan ini diharapkan dapat mendukung Misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, dalam Memperkuat […]

  • Pemprov Sulbar Gelontorkan Anggaran Sebesar Rp 67 Miliar Lebih ke Majene

    Pemprov Sulbar Gelontorkan Anggaran Sebesar Rp 67 Miliar Lebih ke Majene

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 94
    • 0Komentar

    MAJENE – Gubernur Sulbar Suhardi Duka menyerahkan bantuan provinsi dari berbagai sektor ke Pemkab Majene total sebesar Rp 31.195.709.154 untuk tahun 2025. Anggaran yang digelontorkan ini merupakan bagian janji kampanyenya SDK-JSM saat pelaksanaan Pilgub 2024 yang lalu. “Hari ini kita menyaksikan program Pemprov Sulbar yang masuk ke Kabupaten Majene sebagian besar sudah kita serahkan,” kata […]

  • Salim Mengga Hadiri Pembukaan STQH Tingkat Nasional di Kendari

    Salim Mengga Hadiri Pembukaan STQH Tingkat Nasional di Kendari

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 94
    • 0Komentar

    KENDARI – Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S Mengga menghadiri pembukaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) tingkat nasional yang digelar megah di Kendari, Sabtu 11 Oktober 2025). Kegiatan bernuansa religius ini diikuti ribuan peserta dari seluruh provinsi di Indonesia yang datang membawa semangat persaudaraan dan cinta Al-Qur’an. Acara pembukaan berlangsung meriah di arena utama […]

  • Tak Ada Daging, Kerang pun Bisa Dimasak Rendang

    Tak Ada Daging, Kerang pun Bisa Dimasak Rendang

    • calendar_month Ming, 5 Mar 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Rendang daging mungkin sudah umum, tapi pernahkah anda mencicipi rendang kerang? Sumatra Barat adalah salah satu surga kuliner tradisional Nusantara. Seorang penulis buku resep masakan kelahiran Padang Panjang bernama Sri Owen lewat bukunya The Home Book Of Indonesia Cookery terbitan 1976 menyatakan, tak akan cukup jari tangan untuk menghitung aneka makanan dan masakan unik khas Ranah Minang. […]

expand_less