Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Masjid Babussalam: Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama

Masjid Babussalam: Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
  • visibility 764
  • comment 0 komentar

citizen journalism:

Dr. Furqan Mawardi, Muballigh Akar Rumput

Pada tanggal 2 Januari 2025, saya memulai perjalanan panjang dari Makassar menuju Mamuju, sebuah perjalanan yang memakan waktu antara 10 hingga 12 jam. Saya memilih untuk berangkat dini hari setelah beristirahat cukup, agar perjalanan terasa lebih nyaman dan lancar. Seperti biasa, perjalanan ini diiringi dengan gerimis hujan yang kadang lebat, namun suasana jalan yang lengang membuat perjalanan terasa lebih tenang.

Saat waktu subuh tiba, saya memasuki kawasan Polewali Mandar, dan kami pun singgah di sebuah masjid yang sangat nyaman dan bersih, yaitu Masjid Babussalam yang terletak di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar.

Masjid ini telah lama menjadi tempat perhentian saya, karena selain kebersihannya yang terjaga, masjid ini memiliki kenyamanan yang tidak bisa ditemukan di sembarang tempat. Karpetnya yang bersih, pendingin ruangan yang dingin, serta aroma harum yang menyegarkan menjadikan masjid ini sangat layak untuk beribadah dengan khusyuk.

Namun, hari itu saya menemukan sesuatu yang lebih menarik dari sekadar kebersihan dan kenyamanan masjid. Setelah shalat subuh, saya memperhatikan dengan seksama apa yang terjadi di sekitar saya. Saya melihat para jamaah yang hadir, sebagian besar ibu-ibu, dengan semangat dan penuh tanggung jawab membersihkan masjid.

Mereka tidak hanya duduk menunggu, melainkan secara aktif mengambil sapu, sikat, dan alat kebersihan lainnya untuk menjaga kebersihan tempat tersebut. Mereka ada yang menyapu halaman parkir, menyapu teras,menyikat karpet, dan membersihkan kamar mandi serta tempat wudhu.

Sebuah pemandangan yang membuat saya terkesima. Saya pun merasa penasaran dan bertanya kepada salah satu jamaah yang sedang menyapu, “Pak, apakah ada petugas kebersihan khusus di masjid ini?” Dengan senyum, beliau menjawab, “Oh, tidak. Semua kebersihan masjid ini adalah tanggung jawab kami, jamaah yang ada di sekitar sini. Di sini, kami tidak mengandalkan petugas kebersihan yang digaji. Setiap jamaah merasa memiliki kewajiban untuk menjaga kebersihan masjid ini.”

Jawaban itu menggetarkan hati saya. Masjid Babussalam ini bukan hanya sekadar masjid yang indah dan nyaman, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Setiap jamaah merasa memiliki hak dan kewajiban untuk menjaga masjid tetap bersih, nyaman, dan layak sebagai tempat beribadah.

Dengan cara ini, kebersihan tidak hanya menjadi beban satu atau dua orang, tetapi menjadi usaha kolektif yang melibatkan setiap individu yang datang. Tidak ada lagi saling melempar tanggung jawab, karena setiap orang merasa terlibat dan ikut berperan.

Selain kenyamanan yang ditawarkan, Masjid Babussalam juga menjadi contoh nyata bahwa dengan semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab, biaya untuk menjaga kebersihan masjid bisa ditekan. Lebih dari itu, masjid ini menjadi tempat yang tidak hanya mendekatkan kita pada Allah, tetapi juga mengajarkan kita tentang pentingnya gotong-royong dan saling menjaga kebersihan sebagai wujud dari cinta terhadap rumah ibadah.

Pemandangan ini membuat saya teringat bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Seperti yang diajarkan dalam agama kita, menjaga kebersihan adalah cermin dari ketaatan kita. Namun lebih dari itu, masjid ini mengajarkan kita bagaimana kebersihan harus menjadi tanggung jawab bersama, bagaimana setiap individu harus merasa bertanggung jawab atas tempat yang mereka gunakan untuk beribadah.

Jika kita bisa menjaga masjid dengan penuh rasa tanggung jawab seperti ini, betapa indahnya jika kita juga menerapkan prinsip yang sama di kehidupan sehari-hari: saling menjaga, bekerja sama, dan memelihara kebersihan, bukan hanya untuk tempat ibadah, tetapi juga untuk lingkungan kita.

Masjid Babussalam di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, adalah contoh nyata bahwa kebersihan bisa terjaga apabila seluruh jamaah bersatu dalam tanggung jawab ini. Ini adalah masjid percontohan yang seharusnya menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lainnya. Kebersihan masjid bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal menjaga hati kita agar tetap suci dan layak untuk beribadah.

Seperti dalam kehidupan kita, ketika setiap individu merasa bertanggung jawab, kebersihan dan kenyamanan akan tercipta dengan sendirinya. Masjid ini mengajarkan bahwa kebersihan adalah bentuk ibadah yang tidak terbatas hanya pada ritual, tetapi juga pada tindakan sehari-hari yang menunjukkan kepedulian kita terhadap tempat yang kita cintai. Dan dengan menjaga kebersihan bersama, kita tidak hanya menjaga tempat ibadah kita, tetapi juga hati kita. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Simpati Warga untuk Ridwan Kamil, Rela Antre Sampaikan Bela Sungkawa

    Simpati Warga untuk Ridwan Kamil, Rela Antre Sampaikan Bela Sungkawa

    • calendar_month Sab, 4 Jun 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 234
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Kedatangan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ke Kota Bandung sangat dinanti warga, terlebih setelah kabar kedukaan yang menimpa keluarga Gubernur, yakni wafatnya anak sulung, Emmeril Kahn Mumtadz. Pada hari kedua Ridwan Kamil tiba di Gedung Pakuan, warga sipil, maupun dari kalangan tokoh-tokoh di Jabar berbondong-bondong ingin mengucapkan bela sungkawa secara langsung kepada […]

  • Kolaborasi Pengamanan: Dishub Sulbar Siapkan Langkah Taktis Sambut Operasi Lilin Marano

    Kolaborasi Pengamanan: Dishub Sulbar Siapkan Langkah Taktis Sambut Operasi Lilin Marano

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 204
    • 0Komentar

    MAMUJU — Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Barat (Dishub Sulbar) menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral (Rakor Linsek) Operasi Lilin Marano 2025 yang digelar di Aula Marano Mapolda Sulbar, Selasa (9/12/25). Kegiatan sejalan dengan arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Salim S. Mengga untuk menciptakan lingkungan yang aman. Rakor ini diikuti oleh berbagai unsur […]

  • Kopiah Resam, Kerajinan Ramah Lingkungan Khas Bangka

    Kopiah Resam, Kerajinan Ramah Lingkungan Khas Bangka

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Masyarakat Bangka Belitung pernah memberikan cendera mata kopiah resam kepada para peserta salah satu rangkaian Presidensi G20. Beragamnya suku yang mendiami 38 provinsi di tanah air telah memberi sumbangsih besar dalam memperkaya khasanah budaya dan tradisi Nusantara. Setiap suku tentu memiliki adat istiadatnya masing-masing, yang terkadang tak dijumpai di daerah lainnya. Mereka pun sangat dekat […]

  • Sekda Jabar Resmikan Cafe PRSBK Binaan UPTD PRSBK Dinsos

    Sekda Jabar Resmikan Cafe PRSBK Binaan UPTD PRSBK Dinsos

    • calendar_month Jum, 3 Jun 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 202
    • 0Komentar

    KABUPATEN BANDUNG BARAT – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja meresmikan Cafe PRSBK di kawasan UPTD PRSBK Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (3/6/22). Sesuai nama dan tempatnya, Cafe PRSBK merupakan binaan Panti Rehabilitasi Sosial Bina Karya, unit kerja di bawah Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat yang khusus menangani penyandang masalah sosial seperti gelandangan dan […]

  • Indonesia Spice Up The World 2024: Saat UMKM Pertamina Bersinar di Aljazair

    Indonesia Spice Up The World 2024: Saat UMKM Pertamina Bersinar di Aljazair

    • calendar_month Sen, 9 Des 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 127
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Algeria EP (PAEP), berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Alger. Mendukung perkembangan sektor pariwisata dan potensi bisnis Indonesia mendunia, PAEP dan KBRI Alger sukses menggelar acara tahunan “Indonesia Spice Up The World 2024″ yang berlangsung pada 4-5 Desember di Aljazair. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas pengenalan sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi Indonesia […]

  • Prof Wasilah Pimpin Kagama Cabang Majene, Berkomitmen Perkuat Alumni

    Prof Wasilah Pimpin Kagama Cabang Majene, Berkomitmen Perkuat Alumni

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 169
    • 0Komentar

    MAJENE – Prof. Dr. Wasilah Sahabuddin resmi memimpin Pengurus Cabang Kagama Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Ia berkomitmen memperkuat organisasi alumni UGM untuk kontribusi nyata. Dalam sambutannya, Wasilah mengapresiasi Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Majene yang memilihnya. Ia merasa terhormat memimpin cabang di daerah asalnya, Majene. Wasilah mengungkapkan ia asli Sulawesi Barat, dengan orang tua […]

expand_less