Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Masjid Babussalam: Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama

Masjid Babussalam: Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
  • visibility 813
  • comment 0 komentar

citizen journalism:

Dr. Furqan Mawardi, Muballigh Akar Rumput

Pada tanggal 2 Januari 2025, saya memulai perjalanan panjang dari Makassar menuju Mamuju, sebuah perjalanan yang memakan waktu antara 10 hingga 12 jam. Saya memilih untuk berangkat dini hari setelah beristirahat cukup, agar perjalanan terasa lebih nyaman dan lancar. Seperti biasa, perjalanan ini diiringi dengan gerimis hujan yang kadang lebat, namun suasana jalan yang lengang membuat perjalanan terasa lebih tenang.

Saat waktu subuh tiba, saya memasuki kawasan Polewali Mandar, dan kami pun singgah di sebuah masjid yang sangat nyaman dan bersih, yaitu Masjid Babussalam yang terletak di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar.

Masjid ini telah lama menjadi tempat perhentian saya, karena selain kebersihannya yang terjaga, masjid ini memiliki kenyamanan yang tidak bisa ditemukan di sembarang tempat. Karpetnya yang bersih, pendingin ruangan yang dingin, serta aroma harum yang menyegarkan menjadikan masjid ini sangat layak untuk beribadah dengan khusyuk.

Namun, hari itu saya menemukan sesuatu yang lebih menarik dari sekadar kebersihan dan kenyamanan masjid. Setelah shalat subuh, saya memperhatikan dengan seksama apa yang terjadi di sekitar saya. Saya melihat para jamaah yang hadir, sebagian besar ibu-ibu, dengan semangat dan penuh tanggung jawab membersihkan masjid.

Mereka tidak hanya duduk menunggu, melainkan secara aktif mengambil sapu, sikat, dan alat kebersihan lainnya untuk menjaga kebersihan tempat tersebut. Mereka ada yang menyapu halaman parkir, menyapu teras,menyikat karpet, dan membersihkan kamar mandi serta tempat wudhu.

Sebuah pemandangan yang membuat saya terkesima. Saya pun merasa penasaran dan bertanya kepada salah satu jamaah yang sedang menyapu, “Pak, apakah ada petugas kebersihan khusus di masjid ini?” Dengan senyum, beliau menjawab, “Oh, tidak. Semua kebersihan masjid ini adalah tanggung jawab kami, jamaah yang ada di sekitar sini. Di sini, kami tidak mengandalkan petugas kebersihan yang digaji. Setiap jamaah merasa memiliki kewajiban untuk menjaga kebersihan masjid ini.”

Jawaban itu menggetarkan hati saya. Masjid Babussalam ini bukan hanya sekadar masjid yang indah dan nyaman, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Setiap jamaah merasa memiliki hak dan kewajiban untuk menjaga masjid tetap bersih, nyaman, dan layak sebagai tempat beribadah.

Dengan cara ini, kebersihan tidak hanya menjadi beban satu atau dua orang, tetapi menjadi usaha kolektif yang melibatkan setiap individu yang datang. Tidak ada lagi saling melempar tanggung jawab, karena setiap orang merasa terlibat dan ikut berperan.

Selain kenyamanan yang ditawarkan, Masjid Babussalam juga menjadi contoh nyata bahwa dengan semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab, biaya untuk menjaga kebersihan masjid bisa ditekan. Lebih dari itu, masjid ini menjadi tempat yang tidak hanya mendekatkan kita pada Allah, tetapi juga mengajarkan kita tentang pentingnya gotong-royong dan saling menjaga kebersihan sebagai wujud dari cinta terhadap rumah ibadah.

Pemandangan ini membuat saya teringat bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Seperti yang diajarkan dalam agama kita, menjaga kebersihan adalah cermin dari ketaatan kita. Namun lebih dari itu, masjid ini mengajarkan kita bagaimana kebersihan harus menjadi tanggung jawab bersama, bagaimana setiap individu harus merasa bertanggung jawab atas tempat yang mereka gunakan untuk beribadah.

Jika kita bisa menjaga masjid dengan penuh rasa tanggung jawab seperti ini, betapa indahnya jika kita juga menerapkan prinsip yang sama di kehidupan sehari-hari: saling menjaga, bekerja sama, dan memelihara kebersihan, bukan hanya untuk tempat ibadah, tetapi juga untuk lingkungan kita.

Masjid Babussalam di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, adalah contoh nyata bahwa kebersihan bisa terjaga apabila seluruh jamaah bersatu dalam tanggung jawab ini. Ini adalah masjid percontohan yang seharusnya menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lainnya. Kebersihan masjid bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal menjaga hati kita agar tetap suci dan layak untuk beribadah.

Seperti dalam kehidupan kita, ketika setiap individu merasa bertanggung jawab, kebersihan dan kenyamanan akan tercipta dengan sendirinya. Masjid ini mengajarkan bahwa kebersihan adalah bentuk ibadah yang tidak terbatas hanya pada ritual, tetapi juga pada tindakan sehari-hari yang menunjukkan kepedulian kita terhadap tempat yang kita cintai. Dan dengan menjaga kebersihan bersama, kita tidak hanya menjaga tempat ibadah kita, tetapi juga hati kita. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bandara Soekarno-Hatta Raih Posisi 6 Dalam Daftar Megahub LCC

    Bandara Soekarno-Hatta Raih Posisi 6 Dalam Daftar Megahub LCC

    • calendar_month Jum, 10 Mar 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 149
    • 0Komentar

    JAKARTA – Bandara Soekarno-Hatta dinobatkan sebagai salah satu megahub atau bandara yang paling terkoneksi di dunia. OAG, lembaga analisis penerbangan yang berbasis di Inggris, menetapkan Bandara Soekarno-Hatta di peringkat 6 dalam daftar Top 25 Low-cost Carrier Airport Megahub 2022. OAG menetapkan daftar megahub 2022 ini menggunakan indeks konektivitas yang mengukur efektivitas bandara-bandara internasional di dunia […]

  • IDP Beri Wejangan Kepada Pengurus IKA Unhas Betapa Pentingnya Mendidik Anak

    IDP Beri Wejangan Kepada Pengurus IKA Unhas Betapa Pentingnya Mendidik Anak

    • calendar_month Ming, 24 Mar 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 349
    • 0Komentar

    MAJENE – Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) Wilayah Sulawesi Barat Muhammad Idris DP memberikan wejangan betapa pentingnya orang tua untuk mendidik anak. Menurutnya, keberhasilan anak dalam dunia pendidikan tidak akan terlepas peran orang tua. Sebab mendidik anak dan menyekolahkan anak merupakan tanggung jawab orang tua. Bahkan merupakan kewajiban yang diemban oleh orang […]

  • Layanan Pajak Kendaraan di Sulbar Tetap Buka Selama Hari Libur

    Layanan Pajak Kendaraan di Sulbar Tetap Buka Selama Hari Libur

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 139
    • 0Komentar

    MAMUJU— Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) kembali menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Meski memasuki masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, seluruh UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (PPRD) kabupaten se-Sulbar tanpa terkecuali tetap membuka layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui seluruh kantor Samsat. […]

  • Jabar Matangkan Listrik Tenaga Angin di Garut Selatan, Teknologi Denmark Siap Hasilkan 1.600 MW

    Jabar Matangkan Listrik Tenaga Angin di Garut Selatan, Teknologi Denmark Siap Hasilkan 1.600 MW

    • calendar_month Sen, 11 Apr 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 252
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Pemda Provinsi Jawa Barat terus mematangkan rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga bayu atau angin berskala besar dengan Denmark di Garut selatan. Hal – hal baru terungkap saat pertemuan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dengan Duta Besar Denmark untuk Indonesia Lars Bo Larsen, di Gedung Pakuan Bandung, Senin (11/4/2022). Dalam proyek tersebut, Pemda Provinsi […]

  • Berlangsung Meriah, PMI Sulbar Apresiasi Jumbara II PMI Pasangkayu

    Berlangsung Meriah, PMI Sulbar Apresiasi Jumbara II PMI Pasangkayu

    • calendar_month Rab, 24 Jul 2024
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 153
    • 0Komentar

    PASANGKAYU – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasangkayu melaksanakan Jumpa Bakti dan Gembira (Jumbara) II Palang Merah Remaja (PMR) tingkat kabupaten. Jumbara yang diikuti PMR Tingkat Madya dan PMR Tingkat Wira se Kabupaten Pasangkayu dilaksanakan di Lapangan Desa Pajalele, Tikke Raya, Rabu 24 Juli 2024. Tema Jumbara II PMI Kabupaten Pasangkayu Tahun 2024 yakni “Bersatu […]

  • Aksi Sosial Gubernur Sulbar: Sasar Ojek dan Penjual Sayur di Mamasa

    Aksi Sosial Gubernur Sulbar: Sasar Ojek dan Penjual Sayur di Mamasa

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 141
    • 0Komentar

    MAMASA – Gubernur Sulbar Suhardi Duka, menyerahkan secara simbolis bingkisan Natal kepada komunitas penjual sayur dan komunitas ojek di Kabupaten Mamasa, sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dalam perayaan Natal yang diadakan GMKI. Berlangsung di lapangan Kabupaten Mamasa, Senin malam, 29 Desember 2025. Secara keseluruhan, sebanyak kurang lebih 700 paket bingkisan Natal telah disiapkan untuk dibagikan […]

expand_less