Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Masjid Babussalam: Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama

Masjid Babussalam: Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
  • visibility 785
  • comment 0 komentar

citizen journalism:

Dr. Furqan Mawardi, Muballigh Akar Rumput

Pada tanggal 2 Januari 2025, saya memulai perjalanan panjang dari Makassar menuju Mamuju, sebuah perjalanan yang memakan waktu antara 10 hingga 12 jam. Saya memilih untuk berangkat dini hari setelah beristirahat cukup, agar perjalanan terasa lebih nyaman dan lancar. Seperti biasa, perjalanan ini diiringi dengan gerimis hujan yang kadang lebat, namun suasana jalan yang lengang membuat perjalanan terasa lebih tenang.

Saat waktu subuh tiba, saya memasuki kawasan Polewali Mandar, dan kami pun singgah di sebuah masjid yang sangat nyaman dan bersih, yaitu Masjid Babussalam yang terletak di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar.

Masjid ini telah lama menjadi tempat perhentian saya, karena selain kebersihannya yang terjaga, masjid ini memiliki kenyamanan yang tidak bisa ditemukan di sembarang tempat. Karpetnya yang bersih, pendingin ruangan yang dingin, serta aroma harum yang menyegarkan menjadikan masjid ini sangat layak untuk beribadah dengan khusyuk.

Namun, hari itu saya menemukan sesuatu yang lebih menarik dari sekadar kebersihan dan kenyamanan masjid. Setelah shalat subuh, saya memperhatikan dengan seksama apa yang terjadi di sekitar saya. Saya melihat para jamaah yang hadir, sebagian besar ibu-ibu, dengan semangat dan penuh tanggung jawab membersihkan masjid.

Mereka tidak hanya duduk menunggu, melainkan secara aktif mengambil sapu, sikat, dan alat kebersihan lainnya untuk menjaga kebersihan tempat tersebut. Mereka ada yang menyapu halaman parkir, menyapu teras,menyikat karpet, dan membersihkan kamar mandi serta tempat wudhu.

Sebuah pemandangan yang membuat saya terkesima. Saya pun merasa penasaran dan bertanya kepada salah satu jamaah yang sedang menyapu, “Pak, apakah ada petugas kebersihan khusus di masjid ini?” Dengan senyum, beliau menjawab, “Oh, tidak. Semua kebersihan masjid ini adalah tanggung jawab kami, jamaah yang ada di sekitar sini. Di sini, kami tidak mengandalkan petugas kebersihan yang digaji. Setiap jamaah merasa memiliki kewajiban untuk menjaga kebersihan masjid ini.”

Jawaban itu menggetarkan hati saya. Masjid Babussalam ini bukan hanya sekadar masjid yang indah dan nyaman, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Setiap jamaah merasa memiliki hak dan kewajiban untuk menjaga masjid tetap bersih, nyaman, dan layak sebagai tempat beribadah.

Dengan cara ini, kebersihan tidak hanya menjadi beban satu atau dua orang, tetapi menjadi usaha kolektif yang melibatkan setiap individu yang datang. Tidak ada lagi saling melempar tanggung jawab, karena setiap orang merasa terlibat dan ikut berperan.

Selain kenyamanan yang ditawarkan, Masjid Babussalam juga menjadi contoh nyata bahwa dengan semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab, biaya untuk menjaga kebersihan masjid bisa ditekan. Lebih dari itu, masjid ini menjadi tempat yang tidak hanya mendekatkan kita pada Allah, tetapi juga mengajarkan kita tentang pentingnya gotong-royong dan saling menjaga kebersihan sebagai wujud dari cinta terhadap rumah ibadah.

Pemandangan ini membuat saya teringat bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Seperti yang diajarkan dalam agama kita, menjaga kebersihan adalah cermin dari ketaatan kita. Namun lebih dari itu, masjid ini mengajarkan kita bagaimana kebersihan harus menjadi tanggung jawab bersama, bagaimana setiap individu harus merasa bertanggung jawab atas tempat yang mereka gunakan untuk beribadah.

Jika kita bisa menjaga masjid dengan penuh rasa tanggung jawab seperti ini, betapa indahnya jika kita juga menerapkan prinsip yang sama di kehidupan sehari-hari: saling menjaga, bekerja sama, dan memelihara kebersihan, bukan hanya untuk tempat ibadah, tetapi juga untuk lingkungan kita.

Masjid Babussalam di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, adalah contoh nyata bahwa kebersihan bisa terjaga apabila seluruh jamaah bersatu dalam tanggung jawab ini. Ini adalah masjid percontohan yang seharusnya menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lainnya. Kebersihan masjid bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal menjaga hati kita agar tetap suci dan layak untuk beribadah.

Seperti dalam kehidupan kita, ketika setiap individu merasa bertanggung jawab, kebersihan dan kenyamanan akan tercipta dengan sendirinya. Masjid ini mengajarkan bahwa kebersihan adalah bentuk ibadah yang tidak terbatas hanya pada ritual, tetapi juga pada tindakan sehari-hari yang menunjukkan kepedulian kita terhadap tempat yang kita cintai. Dan dengan menjaga kebersihan bersama, kita tidak hanya menjaga tempat ibadah kita, tetapi juga hati kita. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasanuddin Haruna Tekankan Program Dinas TPHP Harus Dukung Misi Gubernur Sulbar

    Hasanuddin Haruna Tekankan Program Dinas TPHP Harus Dukung Misi Gubernur Sulbar

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 183
    • 0Komentar

    MAMUJU – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat, Hasanuddin Haruna, menegaskan pentingnya penataan dan penajaman program perangkat daerah agar benar-benar selaras dan mendukung lima misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga. Penegasan tersebut disampaikan Hasanuddin usai mengikuti Rapat Pemaparan Program dan Kegiatan […]

  • Kicauan Burung Lovebird Warnai Buka Puasa Ridwan Kamil di Rumah Warga Bandung

    Kicauan Burung Lovebird Warnai Buka Puasa Ridwan Kamil di Rumah Warga Bandung

    • calendar_month Sen, 4 Apr 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 290
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berbuka puasa bersama Dedi Rukmana warga Kelurahan Cijaura, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Senin (4/4/2022). Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– dan keluarga Dedi Rukamana melahap takjil kolak pisang di rumah Dedi. Selepas itu, mereka berbincang sedikit tentang hewan peliharaan burung lovebird di rumah Dedi yang terus berkicau ketika […]

  • Silaturahmi Salim Mengga dan Menag RI Bahas Penyempurnaan Program Haji

    Silaturahmi Salim Mengga dan Menag RI Bahas Penyempurnaan Program Haji

    • calendar_month Rab, 7 Mei 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 136
    • 0Komentar

    JAKARTA – Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S Mengga melakukan kunjungan silaturahmi dengan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof Dr. Nasaruddin Umar. Berlangsung di kompleks masjid Istiqlal Jakarta pada Selasa siang, 6 Mei 2025. Dalam silaturahminya, Salim turut didampingi Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama Muhammad Zain yang juga merupakan Ketua Kerukunan Keluarga Masyarakat Sulawesi […]

  • Kunker ke Bandung, Presiden Jokowi Ngopi di Park Cikutra

    Kunker ke Bandung, Presiden Jokowi Ngopi di Park Cikutra

    • calendar_month Jum, 7 Jul 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 130
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Presiden Joko Widodo mengunjungi Park di Jalan Pahlawan Kota Bandung, Selasa (11/7/2023) malam. Presiden nongkrong sambil ngopi di Jabarano Coffee. Didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Presiden tiba sekitar pukul 18.30 yang ketika diresmikan Jumat (7/7/2023) namanya Pasar Kreatif Jawa Barat. Setelah diresmikan namanya kemudian berubah menjadi Park agar brand – nya […]

  • Muhammad Rivai Menegaskan Pentingnya  Manajemen Kelemahan Manusia

    Muhammad Rivai Menegaskan Pentingnya  Manajemen Kelemahan Manusia

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 107
    • 0Komentar

    MAMUJU –  Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju) melaksanakan Pengajian Rutin Bulanan. Bertempat di Aula Kampus II, Sabtu 16 Mei 2026. Pengajian diikuti oleh Pengurus Badan Pembina Harian Unimaju, Dosen, Tendik, Pengurus Muhammadiyah, dan Organisasi Otonom. Pemateri Ustadz Muhammad Rivai, S.Pd.I., M.Pd.I. (Ketua LPP-AIK Unimaju) membawakan materi dengan tema “Mengenal Keistimewaan Bulan Dzulhijjah dalam meraih Rahmatan Lilalamin”. […]

  • Menengok Siklus Kehidupan Manusia di Museum Samsara Bali

    Menengok Siklus Kehidupan Manusia di Museum Samsara Bali

    • calendar_month Sab, 29 Jul 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Konsep museum ini hadir berawal dari keprihatinan modernisasi yang menggerus adat dan budaya Bali. Apalagi kini jarang dipahami, terutama oleh generasi muda. “Om Swastiastu…,” itulah sapaan yang dilontarkan penerima tamu saat melintasi gapura Museum Kehidupan Samsara atau Samsara Bali Living Museum, di Kabupaten Karangasem, Bali. Lokasinya tepatnya terletak di Desa Jungutan, Bebandem, Karangasem. Lokasinya sangat dekat […]

expand_less