Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Masjid Babussalam: Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama

Masjid Babussalam: Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
  • visibility 844
  • comment 0 komentar

citizen journalism:

Dr. Furqan Mawardi, Muballigh Akar Rumput

Pada tanggal 2 Januari 2025, saya memulai perjalanan panjang dari Makassar menuju Mamuju, sebuah perjalanan yang memakan waktu antara 10 hingga 12 jam. Saya memilih untuk berangkat dini hari setelah beristirahat cukup, agar perjalanan terasa lebih nyaman dan lancar. Seperti biasa, perjalanan ini diiringi dengan gerimis hujan yang kadang lebat, namun suasana jalan yang lengang membuat perjalanan terasa lebih tenang.

Saat waktu subuh tiba, saya memasuki kawasan Polewali Mandar, dan kami pun singgah di sebuah masjid yang sangat nyaman dan bersih, yaitu Masjid Babussalam yang terletak di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar.

Masjid ini telah lama menjadi tempat perhentian saya, karena selain kebersihannya yang terjaga, masjid ini memiliki kenyamanan yang tidak bisa ditemukan di sembarang tempat. Karpetnya yang bersih, pendingin ruangan yang dingin, serta aroma harum yang menyegarkan menjadikan masjid ini sangat layak untuk beribadah dengan khusyuk.

Namun, hari itu saya menemukan sesuatu yang lebih menarik dari sekadar kebersihan dan kenyamanan masjid. Setelah shalat subuh, saya memperhatikan dengan seksama apa yang terjadi di sekitar saya. Saya melihat para jamaah yang hadir, sebagian besar ibu-ibu, dengan semangat dan penuh tanggung jawab membersihkan masjid.

Mereka tidak hanya duduk menunggu, melainkan secara aktif mengambil sapu, sikat, dan alat kebersihan lainnya untuk menjaga kebersihan tempat tersebut. Mereka ada yang menyapu halaman parkir, menyapu teras,menyikat karpet, dan membersihkan kamar mandi serta tempat wudhu.

Sebuah pemandangan yang membuat saya terkesima. Saya pun merasa penasaran dan bertanya kepada salah satu jamaah yang sedang menyapu, “Pak, apakah ada petugas kebersihan khusus di masjid ini?” Dengan senyum, beliau menjawab, “Oh, tidak. Semua kebersihan masjid ini adalah tanggung jawab kami, jamaah yang ada di sekitar sini. Di sini, kami tidak mengandalkan petugas kebersihan yang digaji. Setiap jamaah merasa memiliki kewajiban untuk menjaga kebersihan masjid ini.”

Jawaban itu menggetarkan hati saya. Masjid Babussalam ini bukan hanya sekadar masjid yang indah dan nyaman, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Setiap jamaah merasa memiliki hak dan kewajiban untuk menjaga masjid tetap bersih, nyaman, dan layak sebagai tempat beribadah.

Dengan cara ini, kebersihan tidak hanya menjadi beban satu atau dua orang, tetapi menjadi usaha kolektif yang melibatkan setiap individu yang datang. Tidak ada lagi saling melempar tanggung jawab, karena setiap orang merasa terlibat dan ikut berperan.

Selain kenyamanan yang ditawarkan, Masjid Babussalam juga menjadi contoh nyata bahwa dengan semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab, biaya untuk menjaga kebersihan masjid bisa ditekan. Lebih dari itu, masjid ini menjadi tempat yang tidak hanya mendekatkan kita pada Allah, tetapi juga mengajarkan kita tentang pentingnya gotong-royong dan saling menjaga kebersihan sebagai wujud dari cinta terhadap rumah ibadah.

Pemandangan ini membuat saya teringat bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Seperti yang diajarkan dalam agama kita, menjaga kebersihan adalah cermin dari ketaatan kita. Namun lebih dari itu, masjid ini mengajarkan kita bagaimana kebersihan harus menjadi tanggung jawab bersama, bagaimana setiap individu harus merasa bertanggung jawab atas tempat yang mereka gunakan untuk beribadah.

Jika kita bisa menjaga masjid dengan penuh rasa tanggung jawab seperti ini, betapa indahnya jika kita juga menerapkan prinsip yang sama di kehidupan sehari-hari: saling menjaga, bekerja sama, dan memelihara kebersihan, bukan hanya untuk tempat ibadah, tetapi juga untuk lingkungan kita.

Masjid Babussalam di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, adalah contoh nyata bahwa kebersihan bisa terjaga apabila seluruh jamaah bersatu dalam tanggung jawab ini. Ini adalah masjid percontohan yang seharusnya menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lainnya. Kebersihan masjid bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal menjaga hati kita agar tetap suci dan layak untuk beribadah.

Seperti dalam kehidupan kita, ketika setiap individu merasa bertanggung jawab, kebersihan dan kenyamanan akan tercipta dengan sendirinya. Masjid ini mengajarkan bahwa kebersihan adalah bentuk ibadah yang tidak terbatas hanya pada ritual, tetapi juga pada tindakan sehari-hari yang menunjukkan kepedulian kita terhadap tempat yang kita cintai. Dan dengan menjaga kebersihan bersama, kita tidak hanya menjaga tempat ibadah kita, tetapi juga hati kita. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Ridwan Kamil Apresiasi Jambore KORMI

    Gubernur Ridwan Kamil Apresiasi Jambore KORMI

    • calendar_month Jum, 16 Jun 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 138
    • 0Komentar

    KABUPATEN PURWAKARTA — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengapresisi Jambore Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) di Kabupaten Purwakarta. Jambore KORMI jadi ajang persiapan menghadapi Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) ke-7 di Kabupaten Bandung bulan depan. Ridwan Kamil meyakini Jambore KORMI Purwakarta akan berdampak positif pada raihan medali kontingen Jabar di Fornas ke-7 nanti. Apalagi […]

  • Pencarian Eril Libatkan Komunitas di Sekitar Sungai Aare

    Pencarian Eril Libatkan Komunitas di Sekitar Sungai Aare

    • calendar_month Rab, 1 Jun 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 205
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Sejumlah komunitas di lingkungan Sungai Aare, Kota Bern, Swiss, telah terinformasikan dengan baik mengenai proses pencarian Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang dinyatakan hilang pada Kamis (26/5/2022) lalu. Adapun komunitas tersebut antara lain klub pendayung, komunitas berkebun, dan klub pemancing. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga […]

  • Ridwan Kamil dan Ulama Setempat Ikut Mandikan Eril secara Syariat Islam

    Ridwan Kamil dan Ulama Setempat Ikut Mandikan Eril secara Syariat Islam

    • calendar_month Jum, 10 Jun 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 223
    • 0Komentar

    BERN — Setelah sampai Kota Bern pada Kamis (9/6/2022), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil langsung menyiapkan dan memandikan jenazah putra sulungnya Emmeril Kahn Mumtadz secara syariat Islam. Perwakilan keluarga Gubernur Jabar, Elpi Nazmuzzaman, yang sudah berada di Swiss untuk memantau langsung proses pencarian Eril –sapaan Emmeril– menuturkan bahwa ulama setempat ikut memandikan jenazah Eril. “Alhamdulillah, […]

  • Ridwan Kamil: Tol Cisumdawu Jadi Pintu Baru ke Kawasan Rebana

    Ridwan Kamil: Tol Cisumdawu Jadi Pintu Baru ke Kawasan Rebana

    • calendar_month Sel, 11 Jul 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 145
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG –Aktivitas ekonomi dan investasi ke Kawasan Rebana yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan menggeliat usai Tol Cileunyi – Sumedang –  Dawuan (Cisumdawu) beroperasi secara penuh. Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan Tol Cisumdawu melengkapi infrastruktur besar yang sudah terbangun lebih dulu yakni Pelabuhan Patimban Subang, Bandara Kertajati Majalengka dan Tol Cikopo […]

  • Kepala BPKPAD Imbau Warga Mamuju Tengah Taat Membayar Pajak

    Kepala BPKPAD Imbau Warga Mamuju Tengah Taat Membayar Pajak

    • calendar_month Rab, 1 Nov 2023
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 159
    • 0Komentar

    TOBADAK- Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) melalui Badan Pengelola Keuangan,Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar memenuhi kewajibannya sebagai wajib pajak. Selain itu, BPKPAD Mateng juga turun ke lapangan untuk melakukan pemutakhiran data diantaranya; data pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2). Kepala BPKPAD Kabupaten Mateng Imansyah, S.Kom, M.M. mengatakan […]

  • Keberlanjutan Cycling de Jabar Selalu Dinantikan

    Keberlanjutan Cycling de Jabar Selalu Dinantikan

    • calendar_month Ming, 9 Jul 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 120
    • 0Komentar

    KABUPATEN PANGANDARAN — Cycling de Jabar memiliki multiplier effect yang cukup besar untuk mengangkat potensi Jawa Barat, khususnya Jabar bagian Selatan. Selain mempromosikan pariwisata Jabar Selatan, Cycling de Jabar dapat menjadi arena sport tourism masa depan Indonesia. Rute Cycling de Jabar 2023, dari titik start di Kawasan Geoparak Ciletuh Kabupaten Sukabumi hingga finis di Kabupaten […]

expand_less