Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Masjid Babussalam: Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama

Masjid Babussalam: Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
  • visibility 807
  • comment 0 komentar

citizen journalism:

Dr. Furqan Mawardi, Muballigh Akar Rumput

Pada tanggal 2 Januari 2025, saya memulai perjalanan panjang dari Makassar menuju Mamuju, sebuah perjalanan yang memakan waktu antara 10 hingga 12 jam. Saya memilih untuk berangkat dini hari setelah beristirahat cukup, agar perjalanan terasa lebih nyaman dan lancar. Seperti biasa, perjalanan ini diiringi dengan gerimis hujan yang kadang lebat, namun suasana jalan yang lengang membuat perjalanan terasa lebih tenang.

Saat waktu subuh tiba, saya memasuki kawasan Polewali Mandar, dan kami pun singgah di sebuah masjid yang sangat nyaman dan bersih, yaitu Masjid Babussalam yang terletak di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar.

Masjid ini telah lama menjadi tempat perhentian saya, karena selain kebersihannya yang terjaga, masjid ini memiliki kenyamanan yang tidak bisa ditemukan di sembarang tempat. Karpetnya yang bersih, pendingin ruangan yang dingin, serta aroma harum yang menyegarkan menjadikan masjid ini sangat layak untuk beribadah dengan khusyuk.

Namun, hari itu saya menemukan sesuatu yang lebih menarik dari sekadar kebersihan dan kenyamanan masjid. Setelah shalat subuh, saya memperhatikan dengan seksama apa yang terjadi di sekitar saya. Saya melihat para jamaah yang hadir, sebagian besar ibu-ibu, dengan semangat dan penuh tanggung jawab membersihkan masjid.

Mereka tidak hanya duduk menunggu, melainkan secara aktif mengambil sapu, sikat, dan alat kebersihan lainnya untuk menjaga kebersihan tempat tersebut. Mereka ada yang menyapu halaman parkir, menyapu teras,menyikat karpet, dan membersihkan kamar mandi serta tempat wudhu.

Sebuah pemandangan yang membuat saya terkesima. Saya pun merasa penasaran dan bertanya kepada salah satu jamaah yang sedang menyapu, “Pak, apakah ada petugas kebersihan khusus di masjid ini?” Dengan senyum, beliau menjawab, “Oh, tidak. Semua kebersihan masjid ini adalah tanggung jawab kami, jamaah yang ada di sekitar sini. Di sini, kami tidak mengandalkan petugas kebersihan yang digaji. Setiap jamaah merasa memiliki kewajiban untuk menjaga kebersihan masjid ini.”

Jawaban itu menggetarkan hati saya. Masjid Babussalam ini bukan hanya sekadar masjid yang indah dan nyaman, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Setiap jamaah merasa memiliki hak dan kewajiban untuk menjaga masjid tetap bersih, nyaman, dan layak sebagai tempat beribadah.

Dengan cara ini, kebersihan tidak hanya menjadi beban satu atau dua orang, tetapi menjadi usaha kolektif yang melibatkan setiap individu yang datang. Tidak ada lagi saling melempar tanggung jawab, karena setiap orang merasa terlibat dan ikut berperan.

Selain kenyamanan yang ditawarkan, Masjid Babussalam juga menjadi contoh nyata bahwa dengan semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab, biaya untuk menjaga kebersihan masjid bisa ditekan. Lebih dari itu, masjid ini menjadi tempat yang tidak hanya mendekatkan kita pada Allah, tetapi juga mengajarkan kita tentang pentingnya gotong-royong dan saling menjaga kebersihan sebagai wujud dari cinta terhadap rumah ibadah.

Pemandangan ini membuat saya teringat bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Seperti yang diajarkan dalam agama kita, menjaga kebersihan adalah cermin dari ketaatan kita. Namun lebih dari itu, masjid ini mengajarkan kita bagaimana kebersihan harus menjadi tanggung jawab bersama, bagaimana setiap individu harus merasa bertanggung jawab atas tempat yang mereka gunakan untuk beribadah.

Jika kita bisa menjaga masjid dengan penuh rasa tanggung jawab seperti ini, betapa indahnya jika kita juga menerapkan prinsip yang sama di kehidupan sehari-hari: saling menjaga, bekerja sama, dan memelihara kebersihan, bukan hanya untuk tempat ibadah, tetapi juga untuk lingkungan kita.

Masjid Babussalam di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, adalah contoh nyata bahwa kebersihan bisa terjaga apabila seluruh jamaah bersatu dalam tanggung jawab ini. Ini adalah masjid percontohan yang seharusnya menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lainnya. Kebersihan masjid bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal menjaga hati kita agar tetap suci dan layak untuk beribadah.

Seperti dalam kehidupan kita, ketika setiap individu merasa bertanggung jawab, kebersihan dan kenyamanan akan tercipta dengan sendirinya. Masjid ini mengajarkan bahwa kebersihan adalah bentuk ibadah yang tidak terbatas hanya pada ritual, tetapi juga pada tindakan sehari-hari yang menunjukkan kepedulian kita terhadap tempat yang kita cintai. Dan dengan menjaga kebersihan bersama, kita tidak hanya menjaga tempat ibadah kita, tetapi juga hati kita. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manajemen Keuangan Pemdaprov Jabar Jadi Percontohan Nasional

    Manajemen Keuangan Pemdaprov Jabar Jadi Percontohan Nasional

    • calendar_month Sen, 3 Jul 2023
    • account_circle mbahdot
    • visibility 169
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Manajemen kuangan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat akan dijadikan percontohan nasional khususnya dalam pendanaan obligasi daerah. Hal ini terungkap usai pertemuan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Gedung Sate Bandung, Senin (3/7/2023). Ditemui usai pertemuan, Gubernur Ridwan Kamil mengatakan, manajemen keuangan Pemda Provinsi Jabar dianggap sangat baik sehingga […]

  • Munas XIV KAGAMA Tetapkan Basuki Hadimuljono Sebagai Ketua Umum

    Munas XIV KAGAMA Tetapkan Basuki Hadimuljono Sebagai Ketua Umum

    • calendar_month Sen, 18 Nov 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 155
    • 0Komentar

    JAKARTA – Musyawarah Nasional (Munas) XIV Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) yang berlangsung pada 14 hingga 17 November di Ancol, Jakarta, secara resmi menetapkan Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN), sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) KAGAMA periode 2024-2029. Basuki menggantikan posisi Ganjar Pranowo yang telah memimpin KAGAMA sebelumnya selama dua periode. […]

  • Jabar Berhasil Himpun Tanah dan Air untuk Ibu Kota Baru

    Jabar Berhasil Himpun Tanah dan Air untuk Ibu Kota Baru

    • calendar_month Ming, 13 Mar 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 276
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Jawa Barat berhasil menghimpun tanah dan air dari 27 kabupaten/kota untuk kemudian dijadikan bagian dari pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).   Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan membawa tanah dan air ini ke Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur dan diserahkan secara simbolis kepada Presiden RI Joko Widodo.   Ridwan Kamil diundang […]

  • Tinggalkan Swiss, Ridwan Kamil Sekeluarga Dijadwalkan Tiba di Indonesia Hari Ini

    Tinggalkan Swiss, Ridwan Kamil Sekeluarga Dijadwalkan Tiba di Indonesia Hari Ini

    • calendar_month Jum, 3 Jun 2022
    • account_circle mbahdot
    • visibility 230
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Setelah tujuh hari pencarian Emmeril Kahn Mummtadz alias Eril di Sungai Aare, Swiss, juga berakhirnya masa izin Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan alasan penting dari Kementerian Dalam Negeri, pada hari ini Ridwan Kamil sekeluarga kembali ke Indonesia. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jabar selaku Juru Bicara dari Pemda Provinsi Jabar […]

  • Wagub Sulbar dan Bidokkes Polda Sulbar Bahas Strategi Penanganan Stunting

    Wagub Sulbar dan Bidokkes Polda Sulbar Bahas Strategi Penanganan Stunting

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 220
    • 0Komentar

    MAMUJU – Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S Mengga memimpin rapat koordinasi bersama Bidokkes Polda Sulbar membahas langkah strategis dalam menanggulangi masalah stunting di wilayah provinsi. Kamis 14 Agustus 2025. Rapat yang digelar diruang rapat Wakil Gubernur tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait dari Dinas Kesehatan, Bidokkes Polda, serta unsur terkait lainnya. Wakil Gubernur Sulbar […]

  • Perkuat Digitalisasi Tata Kelola Pemerintahan, Kominfo Fasilitasi Pembentukan Tim Pengelola SPBE OPD

    Perkuat Digitalisasi Tata Kelola Pemerintahan, Kominfo Fasilitasi Pembentukan Tim Pengelola SPBE OPD

    • calendar_month Ming, 17 Mar 2024
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 142
    • 0Komentar

    MAMUJU – Tim koordinasi SPBE Pemprov Sulbar yang diketuai oleh Sekretaris Daerah telah merumuskan model pengorganisasian tim pengelola SPBE di setiap OPD yang seragam. Tim tersebut terdiri dari delapan personil yang cukup lengkap untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan digitalisasi saat ini. Tim dipimpin oleh Kepala OPD, Sekdis/KTU dan berisi jajaran staf yang memiliki kompetensi TIK. Tujuannya […]

expand_less