Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NASIONAL » Unimaju Laksanakan Workshop Kurikulum Berbasis OBE

Unimaju Laksanakan Workshop Kurikulum Berbasis OBE

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Kam, 20 Feb 2025
  • visibility 143
  • comment 0 komentar

MAMUJU – Rektor Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju) Dr. Muh. Tahir, M.Si. menegaskan pentingnya penerapan Kurikulum Berbasis OBE (Outcome Based Education) di satuan pendidikan tingkat Perguruan Tinggi.

Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Workshop Kurikulum Berbasis OBE Universitas Muhammadiyah Mamuju, Rabu 19 Februari 2025.

Workshop akan dilaksanakan selama dua hari, yakni tanggal 19-20 Februari 2025. Bertempat di Aula Lantai 3 Kampus II Unimaju, Jalan Prof. Baharuddin Lopa, Mamuju.

Merujuk pada tema kegiatan “Pengembangan Kurikulum Berbasis Iptek yang Berlandaskan Ecodesign dan Kearifan Lokal Malaqbiq” Muh. Tahir menyampaikan tiga aspek yang saling berkaitan dalam pembangunan berkelanjutan berbasis ekodesain.

Pertama, Pembangunan Sosial Berkelanjutan yakni Meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan meningkatkan daya saing masyarakat.

Kedua, Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan yakni Meningkatkan keterampilan pekerja untuk meningkatkan daya saing dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Ketiga, Pembangunan Lingkungan Berkelanjutan, yakni
Menggunakan energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan dan memberikan nilai keindahan tersendiri bagi lingkungan.

Menurut Muh. Tahir, ketiga aspek tersebut sangat sejalan dengan Visi Unimaju, yakni Menjadi universitas unggul berbasis ecodesign tahun 2045.

Sehingga diharapkan pula kurikulum Mata Kuliah harus disesuaikan dengan Visi, Misi, sasaran dan tujuan Unimaju yang lebih rinci diimplementasikan pada kepentingan Program Studi.

“Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) pada setiap mata kuliah lebih spesifik harus sesuai dengan kepentingan Program Studi itu sendiri,” urainya.



Pemateri Dr. Ir. Mais Ilsan, M.P., Ketua Bidang Kurikulum Dan Akreditasi Ipsagri (Ikatan Program Studi Agribisnis) juga menyampaiakan komentar senada.

Menurutnya, ada tiga Standar Proses Pendidikan yang harus dilaksanakan dalam memenuhi Kurikulum Berbasis OBE.

Ketiga Standar Proses Pendidikan tersebut yakni, Standar Proses Pembelajaran, Standar Penilaian, dan Standar Pengelolaan.

Menurut Mais Ilsan, yang juga seorang Asesor, masih ada sejumlah Perguruan Tinggi yang tidak mematuhi Standar Proses Pembelajaran tersebut.

“Bagaimana mungkin Capaian Pembelajaran Luiusan dapat tercapai secara maksimal, kalau peoses pendidikan yang dilaksanakan perguruan tinggi tidak standar,* tegasnya.

Untuk itu, Mail Ilsan menegaskan agar kurikulum pada setuap mata kuliah harus disesuaikan dengan kepentingan Program Studi dan kebutuhan mahasiswa.

Bahkan menurut Mail Ilsan CPL yang baik adalah CPL yang didesain dengan memperhatikan kepentingan mahasiswa di era yang semakin berkembang saat ini.

“Saya tegaskan bahwa masih banyak kurikulum mata kuliah pada program studi yang sudah tidak sesuai lagi dengan kepentingan dan kebutuhan mahasiswa saat ini. Untuk itu diperlukan workshop penyusunan kurikulum yang tepat sasaran,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu kurikulum yang dapat diterapkan adalah kurikukum berbasis OBE. Kurikulum ini berfokus pada hasil pembelajaran yang diharapkan dari peserta didik.

Pada Perguruan Tinggi lanjutnya, Kurikulum Berasis OBE berorientasi pada kemampuan yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.

“Penting juga untuk menjadi perhatian pengelola kampus, bahwa Kurikulum berbasis OBE menjadi acuan penilaian lembaga akreditasi baik nasional maupun internasional,* ujarnya.

Ciri-ciri kurikulum OBE 

* Berdasarkan kebutuhan lulusan saat bekerja

* Membantu mahasiswa mencapai outcome yang telah ditentukan

* Menekankan pada hasil pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan dunia kerja

* Mencerminkan pencapaian yang tinggi dalam pembelajaran dan penguasaan daripada akumulasi kredit mata kuliah

 

Manfaat kurikulum OBE

* Memfasilitasi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang ringkas tetapi tetap kompleks

* Menunjang perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan berkualitas di era globalisasi

 

Penerapan kurikulum OBE 

* Didasarkan pada kebijakan universitas, fakultas, dan analisis SWOT

* Melakukan penelitian “tracer study” atas kebutuhan pasar

* Melakukan benchmarking kebeberapa perguruan tinggi terkait yang telah menjalankan kurikulum berbasis OBE

* Menggunakan dukungan teknologi, terutama sistem informasi akademik. (***)

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suhardi Duka Kukuhkan DPW AAIPI Sulawesi Barat Periode 2025-2028

    Suhardi Duka Kukuhkan DPW AAIPI Sulawesi Barat Periode 2025-2028

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 119
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulbar Suhardi Duka menghadiri pengukuhan dewan pengurus wilayah (DPW) Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI) Provinsi Sulawesi Barat periode 2025-2028 di Aula Perwakilan BPKP Provinsi Sulbar, Kamis 16 Oktober 2025. Turut hadir Plh Sekprov Herdin Ismail, Kepala Inspektorat Sulbar Muh Natsir dan tamu undangan lainnya. AAIPI sendiri adalah organisasi yang menghimpun para […]

  • Puncak Hari Jadi Majene ke-480, Salim Mengga Serukan Semangat Kolaborasi

    Puncak Hari Jadi Majene ke-480, Salim Mengga Serukan Semangat Kolaborasi

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 148
    • 0Komentar

    MAJENE – Wakil Gubernur Sulawesi Barat Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga, menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Majene dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-480 Majene, yang digelar di ruang rapat utama DPRD Majene, Jumat 25 Agustus 2025. Acara tersebut turut dihadiri Bupati Majene Andi Sukri Tammalele, Wakil Bupati Majene Andi Rita Mariam Mariani, jajaran […]

  • 7 Januari 1965, Indonesia Keluar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa

    7 Januari 1965, Indonesia Keluar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Pada tanggal 7 Januari 1965, Indonesia keluar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebagai puncak dari konfrontasi berkepanjangan dengan Malaysia . Latar Belakang Krisis: Konfrontasi Indonesia-Malaysia: Dimulai pada tahun 1963, ini adalah konflik bersenjata dan diplomatik atas pembentukan Federasi Malaysia, yang dianggap oleh Presiden Soekarno sebagai proyek neo-kolonial Inggris yang mengancam keamanan Indonesia. Keanggotaan Malaysia di Dewan […]

  • Top 10 Nasional! Pertumbuhan Ekonomi Sulbar 2025 Lampaui Rata-rata

    Top 10 Nasional! Pertumbuhan Ekonomi Sulbar 2025 Lampaui Rata-rata

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 181
    • 0Komentar

    MAMUJU – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi nasional triwulan III tahun 2025. Dalam laporan tersebut, Maluku Utara menempati posisi pertama dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional, mencapai 39,10 persen. Posisi kedua ditempati Sulawesi Tengah dengan pertumbuhan 7,79 persen, diikuti Kepulauan Riau (7,48 persen), Bali (5,88 persen), dan Sulawesi Barat di posisi kelima […]

  • SDK Pantau Persiapan Kawasan Industri Pasangkayu, Optimis Ciptakan Lapangan Kerja

    SDK Pantau Persiapan Kawasan Industri Pasangkayu, Optimis Ciptakan Lapangan Kerja

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 157
    • 0Komentar

    PASANGKAYU – Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK), melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pasangkayu dalam rangka meninjau langsung lokasi yang direncanakan sebagai Kawasan Industri Pasangkayu (KIPAS), Kamis 10 Juli 2025. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, Asisten I Kabupaten Pasangkayu Muhammad Abdu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup […]

  • Diinisasi SMSI Pusat, Kemensos Gelar Kick Off HKSN 2024 di Taman Firdaus Desa Talaga Mancak

    Diinisasi SMSI Pusat, Kemensos Gelar Kick Off HKSN 2024 di Taman Firdaus Desa Talaga Mancak

    • calendar_month Sel, 17 Des 2024
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 119
    • 0Komentar

    BANTEN – Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia, pada Senin (16/12/2024) akan menggelar kick off Hari Kesetiakawan Sosial Nasional (HKSN) 2024 di Taman Firdaus, Kampung Saung Bojong, Desa Talaga, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten. Kegiatan yang melibatkan berbagai komponen masyarakat ini, menurut rencana akan dicanangkan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, Drs. H. Saifullah Yusuf atau biasa […]

expand_less