Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NASIONAL » BNPT Gelar Survei Indeks Risiko Terorisme 2025 di Sulbar

BNPT Gelar Survei Indeks Risiko Terorisme 2025 di Sulbar

  • account_circle PROINDONESIA
  • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
  • visibility 182
  • comment 0 komentar

MAMUJU – Survei Indeks Risiko Terorisme (IRT) 2025 resmi dimulai dengan melibatkan 36 provinsi di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menyasar 100 kota dan 130 kabupaten.

Di Sulawesi Barat, survei akan berlangsung di tiga kabupaten, yakni Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu. Sebanyak enam enumerator diturunkan, masing-masing dua orang di setiap kabupaten, untuk memastikan data lapangan terkumpul secara akurat dan sesuai prosedur.

Pelaksanaan survei di lapangan dilakukan dengan sistematis. Enumerator dibekali surat tugas, rompi resmi, serta aplikasi berbasis GPS untuk memastikan keakuratan lokasi.

Proses wawancara dengan narasumber juga disertai dokumentasi dan pemberian cenderamata sebagai bentuk apresiasi.

Survei ini bukan sekadar tumpukan kertas pertanyaan. Di baliknya ada kerja senyap enam enumerator yang direkrut sejak Juli lalu. Mereka adalah anak-anak daerah yang sehari-hari akrab dengan masyarakat.

“Kalau bukan kita yang turun, siapa lagi yang tahu kondisi lapangan sebenarnya?” ujar salah satu enumerator muda dari Mamuju yang ditemui usai mengikuti Rapat koordinasi dan persiapan turun lapangan enumerator survei indeks resiko terorisme 2025, Rabu 24 September 2025.

Tokoh lokal pun dilibatkan secara serius. Dari Kapolres, Komandan Kodim, hingga Kepala Kemenag kabupaten, semua diminta berbagi pandangan tentang potensi ancaman. Tidak ketinggalan, organisasi masyarakat seperti NU dan Muhammadiyah, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), ikut menyumbangkan suara.

Dari sisi lain, tokoh pers di daerah juga dimintai keterangan, karena media dianggap punya mata tajam dalam membaca perubahan sosial di masyarakat.

Ketua Bidang Pengkajian dan Penelitian FKPT Sulawesi Barat Dr. Sulaeman Teddu menegaskan bahwa survei ini bukan hanya untuk memetakan potensi ancaman terorisme, tetapi juga menjadi dasar perumusan program pencegahan di daerah.

“Dengan data yang valid, kita bisa mengetahui seberapa besar risiko wilayah menjadi sasaran aksi terorisme dan bagaimana strategi mitigasi yang harus dilakukan,” ujarnya.

Dampaknya bagi masyarakat bisa langsung terasa. Jika hasil survei menunjukkan adanya kerentanan, FKPT bisa merancang program pencegahan yang lebih tepat sasaran. Misalnya, memperkuat dialog antarumat beragama, memberi ruang bagi anak muda untuk kegiatan positif, atau melibatkan media lokal dalam kampanye literasi digital agar hoaks dan propaganda radikal bisa ditekan.

Sulawesi Barat, dengan keragaman masyarakatnya, memang memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga harmoni sosial. Mobilitas penduduk yang tinggi, derasnya arus informasi digital, serta perbedaan latar budaya bisa menjadi kekuatan, tetapi juga berpotensi memicu gesekan.

Melalui survei ini, FKPT berharap strategi pencegahan dapat dirancang sesuai dengan kondisi lokal. Mamuju dengan persoalan urbanisasi, Pasangkayu dengan isu perbatasan, dan Mamuju Tengah dengan mobilitas masyarakatnya, tentu memerlukan pendekatan yang berbeda.

Survei Indeks Risiko Terorisme 2025 di Sulawesi Barat pada akhirnya bukan hanya tentang angka atau laporan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan upaya membangun ketahanan sosial di daerah.

Dengan melibatkan masyarakat, FKPT ingin memastikan Sulawesi Barat tetap aman, damai, dan terhindar dari ancaman terorisme. FKPT Sulawesi Barat berharap masyarakat bisa mendukung jalannya survei ini.

“Keterbukaan responden sangat penting agar informasi yang dikumpulkan mencerminkan kondisi nyata di lapangan,” tambah Ketua Bidang Pengkajian dan Penelitian. Dengan begitu, hasil survei tidak hanya menjadi data nasional, tetapi juga menjadi pijakan penting bagi pemerintah daerah dalam menjaga keamanan dan ketahanan sosial di Sulawesi Barat.

  • Penulis: PROINDONESIA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suhardi Duka Gandeng Kemensos Perkuat Bantuan Sosial di Sulbar

    Suhardi Duka Gandeng Kemensos Perkuat Bantuan Sosial di Sulbar

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 9
    • 0Komentar

    MAMUJU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mempercepat penanganan kemiskinan dengan mendorong dukungan konkret dari pemerintah pusat melalui audiensi antara Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dan Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono. Senin 13 April 2026. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Sosial RI, Jakarta Pusat, membahas penguatan intervensi sosial untuk mengatasi kemiskinan dan kerentanan sosial yang […]

  • Kapolres Majene Dukung Ketahanan Pangan Melalui Pemanfaatan Pekarangan

    Kapolres Majene Dukung Ketahanan Pangan Melalui Pemanfaatan Pekarangan

    • calendar_month Jum, 10 Feb 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 68
    • 0Komentar

    MAJENE – Pemanfaatan lahan pekarangan merupakan salah satu alternatif, selain mendukung ketahanan pangan nasional, juga mewujudkan kemandirian pangan dalam suatu rumah tangga. Lahan kosong di sekitar kantor atau rumah jika dikelola dengan baik, tentu sangat bermanfaat dan memberikan kehidupan, seperti menanam tanaman cabai besar, cabai kecil, terong dan kacang panjang. Pemanfaatan lahan kosong di perkantoran, […]

  • Suhardi Duka Fokus Wujudkan Mess Patriot Transmigrasi di Mamuju

    Suhardi Duka Fokus Wujudkan Mess Patriot Transmigrasi di Mamuju

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 114
    • 0Komentar

    MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka meninjau lokasi persiapan pembangunan Mess Patriot Transmigrasi yang berlokasi di Lingkungan Katapi, Bebangan, Kecamatan Kalukku, Mamuju, Minggu, 21 September 2025. Mess Patriot Transmigrasi nantinya akan difungsikan sebagai pusat aktivitas para peneliti dan mahasiswa untuk memetakan potensi serta pengembangan wawasan transmigrasi di Sulbar. Gubernur Sulbar, Suhardi Duka menegaskan, pembangunan […]

  • Sekda Setiawan: Perkuat Kolaborasi dan Sinergi Kembangkan Pertanian Jawa Barat

    Sekda Setiawan: Perkuat Kolaborasi dan Sinergi Kembangkan Pertanian Jawa Barat

    • calendar_month Sab, 22 Jul 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 104
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja membuka Rapat Kerja Daerah DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jabar di Aula Timur Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (22/7/2023). Setiawan menuturkan, ekonomi Jabar saat ini tumbuh positif sebesar lima persen, khususnya dalam laju pertumbuhan sektor pertanian berkontribusi besar sebanyak dua persen serta berdasarkan struktur […]

  • Jelang Ramadan, Stok Pangan Dijamin Aman

    Jelang Ramadan, Stok Pangan Dijamin Aman

    • calendar_month Sel, 7 Mar 2023
    • account_circle Pro Indonesia
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Presiden minta stok pangan selalu tersedia. Para menteri harus saling dukung dan melakukan check on the spot. Masalah ketersediaan pangan sangat penting jelang Ramadan dan Idulfitri 1444 Hijriah yang tinggal menghitung hari. Seperti pada pelaksanaan beberapa tahun lalu, pemerintah sangat memperhatikan masalah ketersediaan pangan itu bagi masyarakat. Itulah sebabnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa perlu […]

  • SDK Tuntut Keadilan Hijau: Kompensasi Karbon Sulbar Harus Setara Kaltim!

    SDK Tuntut Keadilan Hijau: Kompensasi Karbon Sulbar Harus Setara Kaltim!

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle PROINDONESIA
    • visibility 107
    • 0Komentar

    JAKARTA – Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) melakukan kunjungan kerja ke Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) di Jakarta, Rabu 5 November 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan Sulbar memperoleh akses dan kompensasi yang adil dari skema pendanaan lingkungan nasional, terutama dari potensi karbon dan kawasan konservasi yang mencapai lebih dari 1 juta hektar di […]

expand_less